
" Baiklah ... setelah ini kamu akan tunduk kepada ku Edvan " . gumam Steffi lirih sambil memandang Edvan dari belakang dan tersebut sinis .
" Baiklah kita coba kolam renang nya ". steffii sambil membuka baju dan menceburkan diri ke kolam .
Edvan tidak memperdulikan Steffi yg asyik berenang dan hanya memakai bikini saja dia lebih asyik tiduran dan pada akhirnya dia tertidur.
Setelah hampir tiga puluh menit Steffi asyik berenang dan sudah merasa puas akhirnya dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya .
" Dasar laki-laki brengsek, dia tidak perduli sama sekali padaku . Baiklah kita mulai permainannya". gumam Steffi sambil menatap Edvan yg tertidur pulas di ranjang .
📞Apa kau sudah menyiapkan semuanya ?
📞 Sudah nyonya
📞Bagus ,aku tunggu hasilnya
Steffi menutup sambungan telepon nya dan kemudian tersenyum sinis dan menatap tajam ke arah Edvan .
Steffi menutupi tubuh Edvan dengan selimut , dan Steffi tidak berani mengganggu tidur Edvan yang nyenyak .
" Baiklah sayang kamu tidur yang nyenyak ya ". Lagi-lagi steffi menatap dengan tajam dan menyunggingkan senyum sinisnya entah apa yah direncanakan steffi hingga dia berkali-kali tersenyum sinis dan wajahnya nampak penuh harap .
#####
" Bibi hari ini tidak pulang ?". tanya Mila kepada Bi inem karena malam telah larut . Biasanya Bi inem segera pulang jika sudah menjelang malam .
" Malam ini saya menginap disini nona sampai tuan datang ".
" Datang ?".
__ADS_1
" Iya Nona. Tuan pergi ke luar negeri dan meminta saya untuk menjaga nona ".
" Ke luar negeri?".
" Iya Nona , Ada urusan pekerjaan ".
" Oh begitu baiklah bi ".
" Apa Nona perlu sesuatu?".
" Tidak ada bi , besok pagi saja antar saya beli keperluan melukis lagi !".
" Baik nona ".
Mila tersenyum dan menghela nafas panjang " Baiklah bi kita tidur sudah larut ".
Mila masuk kedalam kamarnya nampak wajahnya sedikit sedih apalagi setelah perdebatan malam itu dia takut Edvan akan marah padanya . Dia merebahkan tubuhnya namun matanya tak mampu terpejam dia teringat perdebatan malam itu .
" Ish.. kenapa aku teringat terus sih ?" . gumam Mila memaksa kan matanya terpejam .
Namun lagi-lagi matanya tidak mampu terpejam . Hatinya terasa sedikit sakit dan merasa tidak tenang .
" Bagiamana jika dia marah atas perkataan ku . apa aku salah ? . Tapi kenapa aku jadi tidak tenang ya ? Aku takut dia marah dan meninggalkan aku , hisss ". Mila mengusap wajahnya dengan kasar kemudian mengacak-ngacak rambutnya merasa frustasi .
" Dia itu sudah punya istri dan hubungan ku ini salah dan aku akan mengakhirinya ". Mila berkata dengan mantap
" Tapi bagiamana caranya ? bagiamana dengan hutang ku pada tuan Edvan ? ". Mila mengacak-acak rambutnya lagi merasa putus asa .
" Ah sudahlah , kita pikirkan lagi nanti aku sudah sangat lelah memikirkan ini semua ". Mila mengambil bantal dan menutupkan ke wajahnya.
__ADS_1
####
Pagi yang cerah suasana yang berbeda , Steffi lebih dulu bangun dan membuka tirai jendela membersihkan diri dan memesankan sarapan untuk Edvan dan dirinya.
" Sayang....sayang bangun yuk udah pagi kita sarapan dulu ". Steffi membangun kan Edvan dengan lembut dan mencium kening Edvan dengan mesra.
Edvan mengerjap dan terbangun .
" Kamu ?".sambil mengucek-ngucek matanya
" Iya , kenapa ?. Aku kan istrimu sayang , sudah seharusnya melayani mu ". kata steffi dengan lembut dan mengelus puncak kepala Edvan dengan mesra .
"Mau sarapan dulu apa mandi dulu biar aku siapkan?". sambung Steffi sambil tersenyum manis .
" Tidak usah biar aku siapkan sendiri ". Edvan turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi .
" Ok .. ". kata Steffi sambil tersenyum manis dan di sambung senyum sinisnya setelah Edvan masuk kedalam kamar mandi .
Beberapa menit kemudian Edvan keluar dari kamar mandi .
" Sudah selesai sayang ! . Baju mu sudah aku siapkan dan sarapan kita sudah siap di bawah ". Steffi sambil mengambil baju untuk Edvan dan berusaha untuk melayani nya dengan baik .
Edvan heran dengan kelakukan Steffi yang tiba -tiba berubah menjadi sangat manis. Dia membiarkan Steffi memasang baju dan juga dadi untuk Edvan.
" Sudah selesai . kamu memang sangat tampan sayang ". kata Steffi sambil mengusap pipi Edvan dengan lembut
Edvan tidak bisa berkata apa-apa dia hanya melontarkan senyumnya karena masih heran dengan tingkah laku Steffi yg manis dan tidak manja .
" Baiklah sudah selesai ,ayo kita sarapan ". Steffi sambil membenarkan kerah baju Edvan
__ADS_1