
" Kita lihat saja nanti ya apa yang bisa papa lakukan kepada Erwin ". Kata pak Pongky sambil meninggalkan Steffi yang duduk dengan menahan amarahnya
Edvan pun juga bersiap-siap datang ke kantor polisi dan waktu dia datang ternyata disana sudah ada Salsa dan juga Brian yang mengunjungi Erwin .
" Kalian juga ada disini?". Tanya edvan saat melihat mereka berdua.
" Kamu disini juga ". Jawab Brian .
" Iya ".
" sedang apa kamu disini ?". Tanya salsa kepada Edvan .
" Aku hanya ingin menjenguk Erwin ". jawab edvan sedikit tidak enak karena ini adalah kasus Mila waktu kecelakaan dan edvan tahu bahwa yang menyelamatkan Mila adalah salsa belum dia sempat mengucapkan terimakasih.
" Oh begitu ..aku kira kamu akan membela mereka berdua yang telah menabrak Mila " . ucap salsa sambil mengangkat bibirnya sebelah menandakan kecurigaan dan ketidaksukaan nya .
Edvan merasa tidak enak dan sedikit salah tingkah. Dia tidak tahu harus berbuat apa , ingin membantu Erwin karena dia adalah teman sekaligus partner kerja dan ingin membantu Steffi karena kasihan . Edvan benar - benar bingung harus bersikap seperti apa dihadapan salsa dan juga Brian karena mereka yang selama ini membantu Mila dan mencari keadilan buat Mila . Edvan benar - benar bingung dia juga ingin mencari keadilan untuk Mila tapi posisi saat ini sangat sulit baginya . Disamping lain dia merasa bersalah terhadap mila yang tidak pernah ada untuk nya dan disamping lain merasa bersalah kepada mereka berdua karena melakukan percobaan pembunuhan melalui tabrak lari karena dirinya yang telah membuat Steffi cemburu.
Tiba - tiba ada seseorang datang ingin menemui Erwin dan juga Steffi yang mengaku dirinya adalah pengacara dari Mila .
" Apa kamu adalah pengacara Mila?". Tanya salsa saat mendengar pengacara tersebut berbicara pada salah satu polisi " Kenapa Mila tidak pernah bercerita tentang pengacara ini kepadaku ?". gumam salsa.
" Iya nona , perkenalkan saya Rio pengacara nona Mila ". jawab pengacara Mila Rio sambil mengulurkan tangannya kepada salsa .
Salsa sedikit terkejut namun dia menjabat tangan pengacara tersebut walaupun sedikit ragu . Edvan pun juga penasaran tentang pengacara tersebut yang tiba -tiba datang .
"Apa yang disampaikan Mila ?". Tanya Brian dengan sangat serius dan tatapan penasaran .
" Maaf tuan saya akan sampaikan dulu ke pihak yang berwewenang atas pernyataan nona Mila ". Jawab Rio dengan sopan dan di hiasi senyum ramah di bibirnya.
" Tuan Rio anda sudah ditunggu di ruangan ".panggil salah satu polisi .
__ADS_1
" Baik ". Jawab Rio dengan senyum manis di bibirnya " Saya permisi". Pamit Rio kepada Edvan ,Brian dan Salsa dengan sopan .
Mereka membalas Rio dengan sopan pula. Mereka bertiga yang masih duduk di bangku yang posisinya berjejer masih penasaran dengan pengacara tersebut yang tiba-tiba datang dan Mila pun belum memberi tahukan apapun tentang pengacara tersebut kepada salsa atau Brian dan anehnya lagi Mila mulai kemaren belum pulang ke rumah salsa ataupun menghubungi salsa.
Brian dan Salsa pun belum mengobrol atau merencanakan sesuatu tentang kasus ini dengan Mila .
" Apa yang sebenarnya Mila rencanakan ". Batin Salsa.
" Sayang apakah Mila menghubungi kamu tentang pengacara tersebut?". Tanya Brian .
" Tidak . Mila mulai kemaren belum pulang dan tidak menghubungi ku ". Jawab salsa .
" Lalu kemana dia ?, Coba hubungi lagi !". Suruh Brian terhadap salsa.
" Mila belum pulang dari kemaren ?". Tanya edvan saat mendengar mereka mengobrol ,serentak mereka menoleh kearah Edvan .
" Apakah kamu melihat dia?". Tanya salsa kepada Edvan
" Maaf mulai saat acara lusa aku belum bertemu dia lagi ".
" Sebaiknya kita tunggu kabar dari pengacara Mila!". Sahut Brian
Dan ketiganya masih berada di kursi yang sama duduk dengan tenang menunggu pengacara itu keluar dari ruangan . walaupun ada pikiran - pikiran yang mengganggu mereka atau rasa curiga yang melintas di pikiran mereka namun mereka berusaha untuk tenang .
Setelah hampir satu jam akhirnya pengacara tersebut keluar dari ruangan .
" Terimakasih pak atas kerjasamanya". Kata pak Rio sambil menjabat salah satu polisi yang baru saja keluar dari ruangan bersamanya .
" Sama - sama , semoga semua akan berjalan lancar ". Jawab polisi tersebut .
" Ok Saya pergi dulu !". Pamit pengacara tersebut sambil melepas jabat tangan mereka.
__ADS_1
" Baiklah ".jawab polisi tersebut dan kembali masuk kedalam ruangan .
Salsa Yang melihat pengacara itu keluar langsung menghampiri nya di susul oleh Brian di belakang nya , sedangkan edvan memutuskan untuk tetap di posisi dan mendengar pembicaraan mereka .
." Bagaimana apa yang Mila putuskan ?". Tanya salsa sangat kuatir.
" Maaf Nona sebaiknya anda menunggu keputusan yang berwenang!". jawab pengacara tersebut dengan tenang dan lagi - lagi dengan senyuman nya .
" Mana bisa aku tenang aku kakaknya sedangkan saat ini aku belum bertemu dengannya ". pekik salsa
Brian memegang tangan Salsa agar sedikit tenang.
" Maaf Nona , Sebaiknya anda tunggu dan bicarakan lagi dengan nona Mila !". jawab pengacara tersebut lagi-lagi dengan tenang nya
" Saya ini kakaknya saya sangat kuatir kepada Mila mana mungkin saya bisa tenang dan sampai saat ini saya belum bertemu dengan dia ". Pekik salsa lagi merasa geram dengan jawaban pengacara tersebut yang tidak melegakan .
" Tenang salsa " Sahut Brian sambil menahan tangan salsa yang dari tadi menahan tangan pengacara tersebut.
Edvan pun merasa panik dia juga merasa kuatir terhadap Mila karena mendengar pengakuan salsa yang mulai kemaren belum pulang .
" Katakan dimana mila ?, Apa dia baik-baik saja ?". tanya edvan yang tiba -tiba menyambar tangan pengacara tersebut dengan tatapan tajam.
" Tuan maaf tuan !". ucap pengacara tersebut sedikit ketakutan .
" Tenang Edvan ". sahut brian sambil memegang tangan Edvan yang sudah mengepal." Sebaiknya kita bicara baik-baik!". Tutur Brian membuat ketiga nya sedikit tenang.
Dan singkat cerita mereka mengobrol di satu tempat seperti sebuah cafe yang dekat dengan kantor polisi tersebut.
" Baiklah sekarang katakan apa yang sebenarnya terjadi ?". Ucap Brian memulai obrolan mereka.
" Begini tuan tadi malam nona Mila bertemu dengan saya dan menceritakan semua permasalahan nya . Dan dia ingin membuat pernyataan dengan sangat tidak terpaksa atau pun dipaksa dan di lakukan secara sadar tanpa ada alasan apapun ataupun di perintahkan oleh siapapun". Tutur Rio pengacara Mila .
__ADS_1
Mereka bertiga mendengar kan Rio dengan serius dan menyimak setiap kata yang keluar dari mulut Rio dengan cermat.
####