
" Tentu aku sangat sadar Steffi dan aku sudah tahu apa yang keluargamu lakukan terhadap mamaku lima belas tahun yang lalu " jawab Edvan dengan tatapan tajam penuh kebencian.
" Memang apa yang dilakukan keluargaku Edvan ? semua orang juga sudah tahu perilaku mama kamu sebenarnya. jadi jangan bawa-bawa nama keluargaku atas kepergian mama kamu ". dengan sorot tajam menatap kearah Edvan.
Suasana didalam mobil saat ini sangat panas dan mengerikan kedua orang tersebut sedang ber adu tatapan tajam penuh amarah dan kebencian .
Edvan dengan marah memalingkan wajahnya kemudian ber alih fokus dengan kemudi nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi .
Steffi ketakutan dia hanya mampu memejamkan mata dan memegang erat di pegangan mobil dan tangan satunya mencengkeram kuat kursi mobil yang dia duduki.
" Edvan ... Edvan ... berhenti apa kau sudah gila..! ". teriak Steffi
Namun Edvan tidak perduli dia tetap mengemudi dengan kecepatan tingginya hingga beberapa menit kemudian mereka sudah sampai didepan rumah mereka .
" Keluarlah .. ". kata Edvan datar
Steffi terdiam dia masih trauma dengan kejadian barusan .
" Keluarlah . .." teriak Edvan membuat Steffi tersentak kaget.
" Edvan apa pun yang terjadi kepada mamamu aku tidak tahu dan tidak ikut campur jadi jangan libatkan aku dalam masalah ini . Aku mohon Edvan !! aku mencintaimu !". kata Steffi memelas walaupun dia sendiri tidak tahu kejadian sebenarnya tentang mama Edvan dia hanya mendengar rumor yang beredar .
Edvan masih dengan tatapan penuh dendam dan dia tidak menoleh ke arah Steffi sama sekali nampak nafasnya panjang menahan sebuah kebencian dan amarah .
" keluarlah .. ! " .nada suara Edvan sedikit pelan nampak sedikit tenang .
" Edvan apapun itu katakan padaku !,aku akan berusaha membantu mu kita adalah suami istri . Tolong jangan abaikan aku Edvan !.Maafkan atas perkataan ku tadi Edvan !". Steffi memelas sambil melihat kedua tangan di dadanya .
" Aku bilang keluarlah ". .
" Edvan. ..".
__ADS_1
" Keluar ...". nada suara Edvan meninggi lagi .
Steffi ketakutan hingga dia terpaksa keluar dari mobil Edvan dengan rasa gelisah . Setelah Steffi keluar Edvan tidak mengatakan satu kata pun dan tidak menoleh ke arah Steffi dia langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi .
Steffi merasa sangat menyesal dan juga sedikit sedih karena kejadian tadi, nampak dia begitu lesu dan juga putus asa ,berjalan gontai memasuki rumah dan disambut oleh asisten nya .
" Nyonya ada sedikit yang ingin saya bicarakan ". kata Erwin menghadang Steffi saat masuk kedalam rumah .
Steffi hanya mengangkat tangannya memberi isyarat jika dia tidak ingin di ganggu hari ini . Erwin pun terdiam dia mengikuti langkah kaki Steffi yang gontai . Steffi mengambil satu botol minuman dan meneguknya .
Glek.. glek...
Steffi terus meminumnya dan satu botol habis .
" Ambilkan satu lagi untuk ku! " . pinta Steffi kepada Erwin..
" Nona anda sudah banyak minum sebaiknya anda tidur saja ". kata Erwin karena kuatir dengan keadaan Steffi
.
Dengan segera Erwin mengambil kan botol minuman itu.
" Nyonya sebaiknya anda berhenti , karena nyonya sudah banyak minum , tolong jaga kesehatan nyonya ". kata Erwin lagi sambil memberikan botol itu dengan tatapan yang sangat kuatir dan juga kasihan melihat keadaan Steffi yang menyedihkan .
" Diam kau ..! siapa kau beraninya perduli dengan ku ?. Berani melarang ku . Diam kataku tidak usah perduli semua orang juga tidak akan perduli padaku tidak ada yang perduli padaku ... ". kata steffi dengan nadanya yang sudah keteteran dan juga perilaku nya yang di luar kontrol ,berdiri pun nampak sempoyongan di tambah lagi dia menyedihkan kemudian meneteskan air mata.
Hiks...hiks..
Tertunduk dan meringkuk Steffi menangis di lantai nampak dia sangat menyedihkan .Erwin yang melihat keadaan Steffi saat ini sungguh tidak tega hingga dia beranikan memeluk steffi dengan penuh kasih sayang.
Dan tidak di sangka Steffi membalas pelukan itu dengan hangat .Dia menaruh kepalanya di bahu Erwin dan menangis di bahunya . Erwin dengan lembut mengelus rambut Steffi mengusap air matanya yang terus bercucuran.
__ADS_1
..
Steffi merasakan kasih sayang yang dia rindukan, dia merasa ada seseorang yang perduli padanya setelah sekian lama dia merasa sendiri , orangtuanya pun tidak perduli dengan dirinya apalagi dengan kebahagiaan nya . Orangtuanya hanya perduli dengan uang dan juga kesuksesan saja . Hingga dia rela menikahkan Steffi dengan alasan bisnis. Tapi memang Steffi juga mencintai Edvan dia berharap Edvan juga mencintai nya dan menemukan kebahagiaan nya saat menikah dengan Edvan . Namun yang terjadi Edvan tidak mencintai nya dan tidak perduli padanya .
Steffi menatap Erwin penuh kesedihan sedangkan Erwin menatap Steffi penuh kasih sayang karena selama ini Erwin menaruh simpati kepada Steffi yang dia sembunyikan. Dia hanya ingin melihat Steffi bahagia dan sangat sedih jika Steffi sedih ..
Steffi memegang bibir Erwin penuh gairah perilakunya semakin tidak terkontrol terpengaruhi oleh minuman alkohol .Dia mendekatkan bibirnya ke bibir Erwin hanya menyisakan jarak beberapa centimeter saja.Eriwn pun menatap Steffi penuh kasih sayang dia mengelus pipi Steffi dengan lembut dan ingin mengelus bibir steffi juga.
" Maaf nyonya sebaiknya anda tidur aku angkat anda kedalam kamar". Kata Erwin sadar bahwa dia hanya seorang asisten yang tidak mungkin mendapatkan kasih sayang dari nyonya nya.
Erwin mengangkat tubuh lemah itu kedalam kamar ,dan Steffi mengalungkan tangannya ke leher Erwin . Entah karena pengaruh alkohol atau Steffi ingin melampiaskan kesedihannya dia terus saja menatap Erwin penuh gairah ,mengelus bibir Erwin dengan lembut .
Erwin meletakan tubuh lemah itu di ranjang menyelimuti tubuh itu dengan selimut hangat . Namun ketika Erwin beranjak dia merasa ada yang mencegahnya. Tangan Erwin di pegang erat oleh steffi .
" Tinggallah malam ini bersamaku ". Pinta Steffi dengan tatapan manjanya dan masih dengan pegangan tangannya yang erat kemudian menarik Erwin ke pelukannya.
" Maaf nyonya anda sedang mabuk apa tidak sebaiknya anda istirahat saja ". Erwin menolak halus ketika Steffi memeluknya erat .
Namun dia tidak menghiraukan nya ,malah memberikan ciuman mesra di leher jenjang laki-laki ini. Membuat Erwin mabuk kepayang dalam kenyamanan.
Steffi melanjutkan nya ke bibir seksi nya membuat Erwin mengerang . Erwin membalasnya dengan penuh kasih sayang dan juga kenikmatan. Membuat keduanya terbuai dalam kesyahduan malam ini .
Steffi membuka satu persatu kancing kemeja nya hingga terbuka dan nampak bidang dada yang datar dan juga kotak-kotak membuat Steffi menggebu hingga mendaratkan semua tanda di tubuh kekar nya.
Erwin pun pasrah hingga mengikuti irama yang serasi hingga menjadikan lagu kenyamanan ini berlangsung begitu indah dengan penuh kehangatan .
Menyatukan satu goyangan dengan sentuhan hingga menjadikan satu atraksi indah bergairah. Hingga tidak terasa keduanya mencapai puncak kenikmatan yang Meraka inginkan hingga mereka terlelap dalam satu selimut kehangatan.
.πΌπΌπΌπΌ
Bersambung ..
__ADS_1