
Edvan menghentikan mobilnya di samping Mila yang berjalan dengan menyepak botol minuman kosong .
Edvan membuka kaca jendelanya , Mila yang mengetahui mobil berhenti di sampingnya menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mobil .
"Masuk ..!." kata Edvan dengan tegas sambil memberi isyarat dengan menggerakkan kepalanya .
Mila masih tidak mengerti dengan isyarat Edvan dan Mila juga sedikit takut juga marah karena kejadian tadi di cafe juga trauma atas perilaku pelecehan Edvan terhadapnya . Mila sedikit mendekat dengan gemetar sebenarnya dia ingin mencacinya karena dia tidak membelanya ketika waktu di cafe . Namun dia berfikir lagi yang melakukan itu adalah istrinya mana mungkin dia akan membelanya .
" Masuk lah ..! ". kata Edvan lagi sambil memberi isyarat lagi .
" Maaf tuan , tubuhnya saya kotor sehabis buang sampah dan juga bau saya takut mengotori mobil mewah tuan ". jawab Mila menolak dengan sopan karena dia sedikit takut dan trauma terhadap Edvan .
" Benar juga tubuhmu bau ". jawab Edvan sambil menutup hidungnya karena bau yang keluar dari tubuh Mila .
" Pakai ini ..! ". perintah Edvan sambil menyodorkan sebotol parfum kepada Mila
Mila sedikit ragu dia masih terpaku dan tercengang menatap sebotol parfum itu.
" Ambil dan pakailah ! ". Edvan kembali menyodorkan botol parfum untuk meyakinkan Mila
Mila masih sedikit malu dia dengan ragu mengambil botol parfum itu kemudian menyemprotkan ke tubuhnya .
" Pakai ini untuk membersihkan sepatu mu ...!". perintah Edvan lagi menyodorkan tisu kepada Mila .
Mila lagi-lagi terpaku dan tercengang dia masih merasa ragu
" Ayo ambil ..! ". Kata Edvan sedikit keras
Dengan segera Mila mengambilnya dan membersihkan sepatu nya.
" Masuklah ..! ". perintah Edvan setelah melihat Mila selesai membersihkan sepatunya .
Mila sedikit ragu berjalan ke arah mobil namun dia sedikit ragu untuk membuka handle mobil .
" Apa kamu ingin di pecat ayo cepat masuk ..! ". kata Edvan lagi sedikit tidak sabar dengan melihat Mila yang ragu-ragu sambil menghela nafasnya panjang .
__ADS_1
" Baik pak ". kata Mila dengan segera dia membuka handle mobil dan duduk di kursi mobil namun dia duduk di belakang.
" Hikss... ". Edvan merasa kesal kemudian menghela nafasnya dengan panjang .
" Kamu pikir aku sopir kamu ? duduk di sini ! ". Edvan dengan sedikit geram sambil melihat kaca spion yang menghadap kebelakang ke arah Mila .
" Maaf tuan ". Mila dengan polosnya meminta maaf dan tersenyum malu .
" Apa kamu takut padaku ? ".
" Oh.. eh...tidak tuan ". jawab Mila gugup
" Kalau begitu duduk di sini ! ".
" Baik tuan ". Mila segera membuka handle pintu mobil dan beralih tempat didepan .
" Pake sabuk pengaman !". perintah Edvan dengan tegas tanpa menoleh ke arah Mila .
Mila sedikit kebingungan mencari sabuk pengaman karena baru pertama naik mobil mewah punya Edvan , dia meraba-raba di pinggir tempat duduknya namun dia tidak menemukan nya .
Edvan mulai melirik tonjolan yang tepatnya sudah berada di depan matanya yang nampak turun naik turun naik lagi ketika Mila menghembuskan nafasnya . Gairahnya mulai muncul.
" Terimakasih tuan ". kata Mila sedikit gugup membuyarkan gairah Edvan yang mulai bangkit .
Edvan segera menarik badannya dari depan dua tonjolan itu dan dengan terpaksa harus memadamkan gairah yang mulai terbakar. Kemudian dia memfokuskan ke setir mobilnya .
" Dimana tempat mu ? ". tanya Edvan datar yang sebenarnya tubuhnya mulai gemetar karena gairahnya yang muncul tiba -tiba dan terhenti secara tiba -tiba pula.
"Dekat tuan dari sani tinggal lurus saja kemudian belok kanan kemudian lurus lagi ". kata Mila sambil menunjuk arah jalan .
Edvan tidak menjawab kemudian mengikuti arah yang di tunjukan mila hingga memasuki kawasan rumah yang terbilang cukup mewah walaupun lebih mewah rumah Edvan dan keluarganya namun untuk kalangan Mila itu sudah sangat mewah .
Apa dia tinggal di salah satu rumah ini ? siapa dia sebenarnya? apa dia salah satu simpanan orang kaya ? .
Batin Edvan berkecamuk dan penasaran.
__ADS_1
"Apa kau tinggal disini ? ". tanya Edvan penasaran sambil memandangi rumah mewah di sekelilingnya kemudian menoleh ke arah Mila Dangan tatapan yang curiga .
Oh iya .. Jika aku mengatakan bahwa aku tinggal di rumah kak Salsa pasti tuan muda akan bertanya hubungan ku dengan kak Salsa dan akan mencari tahu apa tujuan ku sebenarnya bekerja di perusahaannya. Walaupun sebenarnya aku tidak ingin dan tidak akan melakukan nya karena aku merasa tidak mungkin membuat dia jatuh cinta apa lagi dia sudah ber istri aku tidak ingin menjadi pelakor. Sedangkan aku sendiri tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari kak Salsa yang memberi ku misi ini ? lebih baik aku berpura pura saja .
Pikir Mila mencari jalan aman untuk dia .
" Ee..ee.. sebenarnya di sebelah rumah besar ini ada gang kecil tuan menuju kampung tempat kost aku tuan ". kata Mila sedikit gugup sambil memperhatikan sekeliling rumah mewah itu mencari gang kecil yang dia maksud .
Mila melihat gang kecil tidak jauh dari rumah Salsa , Mila langsung menghela nafas lega .
" Itu tuan ..". Mila secara refleks menuding gang kecil itu dengan raut wajah yang sangat senang karena dia merasa terbebas dari masalahnya.
Sontak Edvan menoleh dan mengerem mobilnya .
" Kenapa kamu mendadak sekali ? ". Edvan dengan raut wajahnya yang kesal .
"Maaf tuan karena malam hari jadi aku sedikit lupa tuan ". kata Mila mengelak sambil tersenyum merasa bersalah .
" Turunlah ! ". perintah Edvan dengan datarnya dan tanpa ekspresi.
" Baik tuan , terimakasih ". Kata Mila dengan sopan sambil menunduk dan membuka pintu mobilnya .
Mila masih berdiri di samping mobil itu dan menunduk dengan sopan . Edvan sedikit kuatir sebenarnya dia ingin melihat Mila masuk kedalam tempat tinggalnya agar rasa kuatir nya bisa terbayar lunas ,namun karena dia sedikit gengsi maka dia memutuskan untuk melajukan mobilnya tanpa berbasa-basi lagi.
Mila masih di pinggir jalan itu menatap mobil Edvan sambil terus menunduk sopan . Edvan masih merasa kuatir hingga dia memantau dari balik kaca spion mobilnya hingga Mila pun tak terlihat lagi di kaca spion itu. Sedangkan Mila masih dipinggir jalan menatap mobil Edvan hingga mengecil dari pandangan dan melanjutkan langkahnya ke rumah Salsa yang tidak jauh dari tempat dimana dia berdiri .
Mila menatap rumah mewah Salsa dengan lega karena dia bisa pulang dan tidur lagi disana . Nampak suasana sepi dan lampu sudah banyak yang dimatikan tinggal satpam saja yang berjaga di samping gerbang . Kemudian membukakan pintu untuk mila.
" selamat malam non , kenapa nona pulang larut malam ? ". tanya satpam kepada Mila .
" Maaf pak saya baru pulang dari kerja , apakah kak Salsa mencari ku?". kata Mila dan berbalik bertanya kepada satpam tersebut.
" Beberapa hari ini nona salsa terlihat sibuk sehingga dia tidak memperhatikan keadaan rumah non ". jawab pak satpam tadi dengan senyum nya yang tulus dan polos .
" Baik pak , terimakasih". jawab Mila sambil membalas senyuman itu kemudian beranjak masuk kedalam rumah.
__ADS_1
***