
Tik tok ... Tik tok ..
Suara jam yang terdengar sedikit keras ditelinga Mila dan juga sinar matahari pagi yang silau membuat mila mengerjap. Dia membuka mata dengan pelan melihat langit-langit ruangan yang berwarna putih. Kemudian terdengar suara kran air di kamar mandi.
Mila masih terbaring karena tubuhnya sangat capek , dia masih tidak ingin bangun dari tidurnya kemudian menarik selimut nya menutup wajah dan seluruh tubuhnya.
" Hah... ". Mila terkejut ketika melihat tubuhnya yang sudah berganti pakaian.
" Siapa yang mengganti baju ku ? apakah tuan Edvan ? hah... tidak ? ". Mila bergumam sendiri dia penasaran .
." Hah tidak ... berarti dia sudah membuka baju dan apa yang dia lakukan padaku ? ". gumam Mila lagi nampak frustasi sambil menggaruk -garuk kepalanya dan membuat rambut Mila berantakan .
Terdengar aliran air berhenti dari kamar mandi Edvan keluar dari kamar mandi ,Mila menatap Edvan sangat sinis karena dia telah berani membuka bajunya ketika dia tidur .
Edvan yang melihat tatapan sinis Mila tersenyum manis kemudian mendekat ke arah Mila hingga dia duduk disebelah Mila .
Mila merasa takut dia mengeratkan selimutnya dana sedikit bergeser dari posisinya. Edvan mengelus lembut puncak kepala Mila dia mendekat ke wajah Mila hingga berjarak beberapa centimeter kemudian berbisik di telinga Mila .
" Tubuhmu sangat indah .. dan kamu menikmati nya semalam hingga kamu merasa malam ini adalah mimpi indah". bisik Edvan kemudian tersenyum dan menarik tubuhnya beranjak meninggalkan ruangan dengan senyum genitnya .
Mila nampak frustasi dia melempar bantal kearah pintu ketika Edvan sudah keluar ,Mila nampak frustasi dan sangat kesal hingga dia memukul-mukul ranjang .
Tok... tok..
Suara ketukan pintu terdengar di luar kamar .
ceklek ...
Pintu terbuka , Mila memfokuskan pandangan ke arah pintu dengan pandangan yang sangat kesal . Sosok perempuan paruh baya datang menghadap ,dia sangat sopan dengan senyum nya yang sangat ramah . Dia mendekati Mila sambil membenahi tempat tidur Mila .
" Selamat pagi Nona ? , bagaimana keadaan nona baik kah ? , oh iya bagaimana baju yang dipakai nona nyaman kah ? ". tanya wanita itu .
" Baju ..? ". tanya Mila tidak mengerti maksudnya
" Iya Nona baju yang anda pakai, tuan menyuruh saya untuk mengganti baju nona Karena dia kuatir anda kedinginan . Dan karena nona terlihat capek maka saya tidak berani membangunkan nona dan memakaikan nya tanpa permisi , saya mohon maaf kan saya nona !". kata wanita itu menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya.
" Jadi ..? " . Kata Mila sedikit menyesal karena dia menyangka bahwa Edvan yang melakukannya. ..
__ADS_1
Wanita itu tersenyum kemudian memperkenalkan diri
" Oh iya Nona kenalkan nama saya inem panggil saja Bi inem saya pelayan di rumah ini. Jika Nona butuh sesuatu Nona bisa panggil saya ".
" Oh baiklah bi .. ". jawab Mila.
" Nona mau sarapan dulu atau mandi ? ". tanya bi inem sebelum dia keluar dari kamar .
" Saya mandi dulu Bi ,makasih ". sambil keluar dari selimut yang dari tadi dia eratkan ditubuhnya .
" Baiklah bibi tinggal buat sarapan ya ! . Oh iya Nona di lemari itu sudah ada beberapa baju untuk nona dan jika Nona membutuhkan baju lagi tuan sudah menitipkan kartu kredit ini untuk nona ". kata Bi inem sambil menyodorkan kartu kredit kepada Mila .
" Apa kartu kredit ? ". tanya Mila sedikit tidak mengerti dan tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan kartu kredit .
" Iya nona , kartu ini bisa anda pakai untuk belanja keperluan Nona dan untuk pin nya nanti nona di hubungi ke ponsel anda ".
" Tapi saya tidak mengerti cara menggunakan Bi ?". tanya Mila karena dia dari desa dia tidak mengerti mengenai kartu kredit .
" Nanti bibi ajari non ". jawab Bi inem.
Walaupun bi inem pembantu rumah tangga tapi dia sudah di ajarkan banyak hal oleh Edvan dan juga Riko jadi bisa di bilang dia adalah pelayan sekaligus mata-mata untuk Mila .
πΌπΌπΌ
" Habis sarapan apakah nona ingin membeli sesuatu misalnya Baju atau tas yang anda inginkan , atau barang lainnya ?. Tanya Bi inem
" Ah .. tidak bi . Sudah cukup baju yang tadi . saya juga masih ada tas ". jawab Mila tersipu malu .
" Tidak apa non ,tuan menugaskan saya hari ini untuk mengajak anda belanja dan juga pergi ke salon , jadi saya mohon nona bisa membantu saya untuk melaksanakan tugas ".
" Hemmm... baiklah bi ". jawab Mila malu-malu tapi dia mau .
πΌπΌπΌ
Edvan duduk di kursi kebanggaan nya berkutat dengan Komputer didepannya . Mengecek satu pekerjaan nya .
Tok .tok ...
__ADS_1
" Masuk ". kata Edvan tanpa melihat ke arah pintu.
Riko masuk kedalam ruangan berdiri didepan meja Edvan dan memberikan berkas kepada Edvan dengan sopan .
" Tuan ini yang anda minta tentang informasi gadis itu ". Kata Edvan sambil memberikan berkas yang ada ditangannya.
" Baiklah ". jawab Edvan sambil menerima berkas itu .
Dia membuka dan mengamati tiap lembar yang ada di dalam berkas .
" Jadi dia tidak ada hubungannya dengan tuan besar dan juga Brian ?".
" Benar tuan . Mereka baru bertemu dan berkenalan saat nona Mila sudah bekerja disini . Sedangkan dengan tuan besar dia tidak pernah bertemu sama sekali ". kata Edvan menjelaskan isi dari berkas itu secara singkat .
" Oke ". Edvan sambil menutup berkas tadi dan menaruhnya di meja .
" Satu tugas lagi untuk mu , aku ingin kamu mencari informasi tentang tempat tinggal Mila sebelumnya! ". perintah Edvan .
" Baik tuan ". Riko mengangguk sopan dan juga mengundurkan diri dengan sopan pula .
Edvan masih termenung dia masih merasa curiga dengan Mila karena dia merasa bahwa Mila bukan lah wanita biasa saja dan juga bukan wanita dari desa.
" Baiklah Mila sekarang aku belum mendapatkan identitas mu yang sebenarnya tapi sebentar lagi aku kan mendapatkan nya ". gumam Edvan pelan .
πΌπΌπΌ
Mila dan bi inem belanja di sebuah mall , Mila sangat canggung karena dia tidak pernah ke tempat seperti ini cuma satu kali di ajak salsa waktu itu. Mila menatap sekeliling dengan tatapan berbinar kekaguman .
" Non tuan menyuruh saya untuk mengantar nona ke butik didepan , nona bisa ambil baju yang nona inginkan ". kata Bi inem sambil mengarah ke arah butik besar nan mewah didepannya.
" Bi .. kayak nya barangnya mahal - mahal . Apa tidak sebaiknya kita ke pasar saja lebih murah ?". Kata Mila sambil menarik tangan bi Ina yang lebih dulu melangkah ke arah butik mewah .
" Tenang saja non , tuan tidak akan marah malahan dia akan marah jika saya mengajak anda ke pasar dan membelikan barang murahan ". jawab Bi Ina sambil tersenyum sambil meneruskan langkahnya .
" Tapi Bi .. ? ". Mila merengek seperti anak kecil namun Bi Inem tidak menghiraukan nya hingga akhirnya Mila mengikuti langkah Bi Ina yang maju ke arah butik .
πΌπΌπΌ
__ADS_1
bersambung