Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Kamu adalah adikku


__ADS_3

" Tapi aku dan juga kak Mila menganggap ibu adalah ibu kami. Kami menyayangimu Bu ". jawab Raisya penuh dengan kepedihan dan juga air mata sambil memegang tangan Bu Wati kembali .


Bu Wati kembali menitihkan air mata namun beberapa saat dia mengusap air matanya dengan penuh kekuatan dia menghalau rasa sedihnya dan kembali tegar dan tegas.


" Raisya aku sudah sangat menikmati duniaku saat ini , dunia dimana aku bisa mendapatkan uang dengan mudah . Dan aku sudah tidak perduli dengan rasa sayang mu terhadap ku . Karena rasa sayang mu tidak akan memberikan ku apa - apa. Lebih baik kau lakukan saja perintahku anggap itu adalah balas budimu terhadap ku karena telah merawat ku ". Kata Bu Wati yang menusuk hati Raisya yang berharap Bu Wati akan sadar dan akan menyayangi Raisya dan Mila seperti anaknya sendiri .


Kata-kata Bu Wati juga membuat geram Salsa dia ingin mengatakan yang sebenarnya dan memberikan uang yang di minta oleh Bu Wati .Dan meminta Bu Wati agar tidak menggangu kedua adiknya .


Salsa sudah ingin mengatakan sesuatu dari mulutnya untuk memaki-maki Bu Wati yang telah tega menjual adik-adiknya, namun lagi - lagi Brian memberikan kode untuk tenang dan diam .


" Baiklah. Sebaiknya kalian menyerah saja ! Aku akan mengambil gadis ini sesuai perjanjian awal . Jika kalian macam - macam dan akan menghalangi kami , kalian harus menanggung akibatnya". ancam pak Jero kepada Brian dan juga Salsa sambil menuding - nuding mereka dengan jarinya .


" Dan kau wanita licik jangan macam -macam kepadaku . Kau tahu sendiri akibatnya jika orang melawanku ". Ancam pak Jero kepada Bu Wati dengan tatapan tajam penuh amarah .


Bu Wati tak mampu berkutik dia hanya bisa menunduk .Karena dia tahu siapa yang dihadapinya . Dia pun tidak berani bertanya soal pembayaran nya , yang ada dibenak Bu Wati saat ini adalah keselamatan dirinya .


Tiba - tiba Pak Jero melempar beberapa gepok uang ke wajah Bu Wati . Walaupun kalau di hitung uang nya tidak sesuai perjanjian .


" Ambil itu ! Dan jangan tanyakan lagi sisanya . Aku sudah membayar mu dan membiarkan kamu hidup adalah keberuntungan bagi mu ".


" Terimakasih tuan ". jawab Bu Wati sambil meraih segepok uang yang jatuh di lantai dan melipat tangan nya di depan.


Pak Jero menyuruh anak buahnya membawa Raisya dengan paksa .


" Ayo ikut aku !". kata seseorang suruhan pak Jero sambil menarik tangan Raisya dengan keras.


Tiba-tiba ledakan senjata api di tembakan ke atas langit membuat semua yang ada di ruangan terkejut .

__ADS_1


" STOP !,angkat tangan jangan ada yang keluar dari ruangan ini . Ruangan ini sudah kita kepung dan serahkan diri kalian dan senjata tajam ". Suara keras terdengar dari mulut salah satu polisi yang sudah berjejer di depan pintu rumah Bu Wati . Dan beberapa polisi sudah berjaga - jaga di luar rumah Bu Wati .


Sontak kedatangan polisi membuat mereka kalang kabut dan mengangkat tangan mereka . Membuang senjata tajam mereka karena mereka sudah merasa terkepung dan tidak mampu melawan lagi .


Kemudian polisi masuk kedalam menggeledah seluruh ruangan dan memborgol pak Jero dan komplotan tak luput Bu Wati dan uang nya pun ikut di sita .


Pak Jero menyerah tanpa perlawanan saat tangannya di borgol namun tatapan tajam penuh dendam dia arahkan ke arah Brian. Pak Jero sudah mengira bahwa Brian lah yang telah melaporkan kejadian ini kepada polisi.


" Saya tidak bersalah pak , saya hanya korban ". Bela Bu Wati saat tangannya di borgol .


" Raisya ...Raisya tolong Ibu". pinta Bu Wati kepada Raisya sambil menitihkan air mata dan memelas.


" Ibu.. ibu .. " rengek Raisya dia tidak tahu akan berbuat apa . Dia ingin menolong Bu Wati namun dia tidak tahu caranya. Walaupun dia telah berbuat jahat padanya namun Raisya merasa kasihan karena dia juga pernah merawat nya .


"Sudah puas anda sekarang?. Anda telah menjual adik ku Mila dan sekarang ingin menjual adikku Raisya . Dan anda ingin meminta bantuan kepada adik ku Raisya setelah apa yang anda lakukan ?". kata Salsa membuat Bu Wati dan juga Raisya terkejut.


Sedangkan Raisya langsung menutup mulutnya benar - benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini .


" Iya mereka adalah adik-adikku , dan satu lagi jangan macam-macam lagi kepada mereka karena mulai hari ini aku kakaknya akan melindungi mereka dari orang - orang jahat seperti anda ". imbuh Salsa karena begitu geramnya terhadap Bu Wati .


Bu Wati masih terkejut dengan kenyataan yang dia dapat saat ini . Belum sempat dia membalas perkataan Salsa namun dia segera di tarik oleh polisi kedalam mobil polisi .


Sedangkan Raisya masih shock dengan apa yang dihadapi .


" Terimakasih pak Brian anda sudah menghubungi kami dan memberi informasi ini kepada kami. Mereka memang adalah salah satu target penangkapan kami. Dan ada beberapa kasus yang telah melibatkan mereka ". Kata salah satu polisi sambil menjabat tangan Brian .


" Baik pak. Sama -sama". jawab Brian sambil membalas jabat tangan pak polisi tersebut.

__ADS_1


" Baik Pak Brian sekali lagi terimakasih. Dan kami akan membawa mereka ke tempat yang seharusnya untuk mereka ".


" Siap pak ". Jawab Brian dengan tegas .


Kemudian pak Jero ,Bu Wati dan juga anak buahnya telah diangkut oleh mobil polisi meninggalkan rumah Bu Wati. Kini tinggal mereka bertiga .


" Raisya ". panggil Salsa membuat Raisya tersadar dari tangisannya.


Salsa mendekati Raisya yang terduduk di kursi dengan lemas yang nampak masih shock dengan kejadian hari ini. Salsa duduk di sebelah Raisya dan mengelus punggung Raisya dengan lembut .


" Apa kamu ingin bertemu dengan kakakmu Mila ?". pertanyaan Salsa membuat Raisya menegakkan punggungnya yang dari tadi membungkuk karena kesedihan dan kedua tangannya yang dari tadi mengusap wajahnya dengan kasar dan juga rambutnya Karena keputusasaannya.


Dia menatap Salsa dengan heran .


" Kak Mila ?". tanya Raisya penasaran


" Iya Mila kakak kamu dan dia adalah adik kandung ku dan kamu juga adalah adik kandungku ". Salsa mencoba memberi pengertian.


" Adik kandung ..? ". jawab Raisya tidak percaya , kemudian Raisya mengalihkan pandangan nya dari Salsa .


" Iya ...apa kamu tidak percaya ? Apa kita harus melakukan tes DNA agar kamu bisa percaya kepadaku ?". jawab Salsa sambil membalikkan badannya dan mengarahkan pandangan ke wajah nya .


" Maaf kak bukannya saya tidak percaya namun dari kecil yang saya tahu kakak kandungku hanya kak Mila dan papa tidak pernah menceritakan apapun tentang kakak kandung ku lagi . Dan Sekali lagi mohon maaf jangan mengarang cerita saya sudah shock dengan kejadian hari ini . Dan mungkin saya tidak akan mudah percaya kepada orang lain apalagi orang asing yang baru saya kenal ".


Kata-kata Raisya membuat hati Salsa teriris ,dia benar - benar tidak tahu harus menjelaskan kenyataan ini mulai dari mana


####

__ADS_1


__ADS_2