
Wajah Steffi makin memerah karena malu dengan godaan yang di lontarkan oleh Erwin dan membuat Steffi tidak mampu menjawab lagi .
" Hahaha... Apa kamu malu ?". Tanya Erwin sambil tertawa dan meraih dagu Steffi
" Buat apa malu.."jawab Steffi berpura -pura menyembunyikan rasa malunya .
" Tuan semua sudah siap ". Kata seseorang perempuan yang memakai baju seragam assisten rumah tangga sama dengan seragam yang ada drama Korea hitam dan putih .
" Ok bi Tuti "jawab Erwin .
" Ayo kita makan dulu !". Ajak Erwin sambil menarik tangan Steffi diikuti oleh bi Tuti assisten rumah tangga nya .
Mereka sudah Sampai di tempat makan dan sudah tersedia beberapa hidangan makanan dan juga ada beberapa asisten yang sudah berdiri di samping meja makan mempersiapkan hidangan untuk mereka .
" Oh iya Steffi aku perkenalkan ini bi Tuti . Dia adalah kepala assisten rumah tangga disini jadi jika kamu butuh apapun tinggal Panggil bi Tuti saja ". kata Erwin sambil menunjuk ke arah bi Tuti ". Ini Rika dia adalah bodyguard kamu sekaligus dia yang akan menemani kamu kemana saja ". Lanjut Erwin sambil menunjuk ke Rika yang berada di sebelah bi Tuti pakai celana dan juga topi . Terlihat tomboy dan gagah meskipun dia seorang wanita .
" Buat apa pakai bodyguard segala emang nya aku buronan harus dijaga terus ?". tanya Steffi merasa itu sangat berlebihan .
" Bukan maksud ku membatasi kamu tapi saat ini memang lebih baik kamu di jaga oleh seorang bodyguard aku takut papa kamu akan mencari kamu dan memaksa kamu untuk pergi bersama dia dan memaksa kamu untuk melakukan hal yang tidak kamu inginkan ". Tutur Erwin agar tidak curiga padanya padahal dia sangat kuatir dan takut Steffi akan kehilangan steffi .
" Iya sudah lah ". jawab Steffi dengan lemas .
" Kok lemas banget sih ,ayo dong semangat!. Apa perlu malam ini aku kasih energi yang memuaskan agar kamu lebih semangat". Imbuh Erwin dengan tatapan menggoda.
" Apaan sih kamu ?". jawab steffi memerah lagi pipinya.
" Kamar kamu ada di sebelah kamar ku tapi kalau kamu mau kita tidur bersama pintu kamar ku tidak aku kunci tiap malam kamu boleh masuk sesuka mu ". Canda Erwin lagi semakin membuat pipi Steffi memerah .
" Apa sih kamu ". sambil mencubit paha Erwin .
." Ah sakit ". Jerit Erwin sambil mengelus paha yang sudah di cubit oleh Steffi.
Sedangkan para asisten dan juga Tika pura - pura tidak mendengar dan tidak melihat kejadian yang menggemaskan itu .
####
__ADS_1
Salsa segera berlari ke kamar Mila saat sudah sampai di rumah . Dia melihat seluruh sudut ruangan kamar Mila yang separo dari barang nya sudah tidak ada . Pakaian nya pun separuh sudah tidak ada di lemari . Salsa sangat cemas melihat ini .
" Kemana dia ? kenapa dia tidak bilang apa pun ?". Gumam salsa sambil memeriksa semua sudut ruangan Mila .
" Kamu sabar ,aku akan mencari informasi tentang keberadaan mila !". Sahut Brian sambil merangkul salsa yang mulai panik hingga tangisannya pecah di dalam pelukan Brian.
.
" Aku mohon temukan dia aku tidak mau kehilangan dia lagi !, aku sudah mencari sejak dulu dan baru bisa bertemu dan berkumpul dengan kedua adik kandungku saat ini dan aku tidak mau kehilangan mereka lagi ! Aku mohon bantu aku menemukan adik kandungku !". pinta salsa sambil menangis dan memelas dihadapan Brian .
Brian pun nampak kasihan dan sedih melihat salsa seperti ini hingga dia terus memeluknya dan mengusap rambutnya, dan tanpa sadar mereka di perhatikan oleh seseorang di depan pintu kamar Mila .
" Apa kak Mila hilang ? ,dan kamu adalah adik kandung kak salsa ?". Teriak Raisya sambil menutup mulutnya dan butiran airmatanya yang mengalir begitu saja ." Tidak mungkin ..kenapa kalian tidak pernah bilang padaku ?". Sambung Raisya dan kemudian berlari menuju kamar tidak bisa menerima kenyataan yang ada di hadapannya.
Tentunya membuat Brian dan Salsa terkejut melihat Raisya yang sudah mendengar percakapan mereka .
" Tunggu Raisya !!, Kakak bisa jelasin!". teriak Salsa sambil mengejar Raisya di ikuti oleh Brian .
Bruuuk...
Tok ... Tok .. Tok ..
" Raisya tolong buka pintu kakak akan jelasin semuanya !". Kata Raisya sambil mengetuk pintu dan menangis,namun tidak ada jawaban dari Raisya hingga beberapa kali ketukan .
" Sudah salsa kita tunggu dia tenang dulu , nanti biar aku bantu jelasin ,kamu sabar dulu !". Tutur Brian .
" Tapi... ?".
"Sudah ayo istirahat dulu !". Ajak Brian sambil merangkul salsa ke kamarnya .
" Kenapa mereka tidak mengatakan sejak awal kenapa mereka menyembunyikan hal sebesar ini kepadaku , mereka penipu ,aku benci kalian !". umpat raisya sambil memukul bantal di depannya dengan di iringi suara tangisan yang masih menjadi .
" Kenapa kita bisa berpisah dan kenapa kak salsa meninggalkan aku dan papa mama bagaimana dengan mereka ?". gumam Raisya lagi yang benar - benar tidak tahu kejadian masa kecilnya karena dia terlalu kecil untuk mengingat semua kejadian masa lalu .
" Sungguh kejam mereka menyembunyikan fakta yang sangat besar ini . kenapa ?? Kenapa?". kata Raisya lagi . pikirannya berkecamuk antara benci karena mereka merahasiakan nya dan bahagia karena Salsa yang dia harapkan menjadi kakaknya ternyata memang benar kakak kandung nya .
__ADS_1
Beberapa jam berlalu dan sudah menunjukkan pukul 8 malam Raisya belum keluar dari kamarnya.
.
" Bi apakah Raisya belum keluar kamar ?". Tanya salsa kepada asisten rumah tangga nya saat berada di ruang makan .
" Belum non, non Raisya juga belum makan dari siang ". jawab asisten rumah tangga salsa .
" Bagaimana ini aku kuatir padanya atau aku akan ketuk lagi pintunya ?". Tanya salsa kepada Brian
Sebelum Brian sempat menjawab pertanyaan dari salsa terlihat raisya turun dari atas tangga terlihat matanya yang sembab dan wajahnya yang sedih .
" Raisya kamu mau kemana ?". tanya salsa saat Raisya berlalu begitu saja dari ruang makan menuju ke depan .
Raisya hanya diam dan melanjutkan langkahnya.
" Raisya tunggu kakak ingin bicara !". sambung Salsa lagi .
" Tolong Kak beri aku waktu biarkan aku keluar mencari angin segar !". jawab raisya sedikit emosi dan kemudian pergi dari hadapan mereka .
..
" Bagaimana ini Brian aku tidak mau kehilangan Raisya juga ?". nampak salsa sangat sedih dan frustasi .
.
" Jangan kuatir kamu tenang saja aku akan mengawasi dan menjaga dia !". jawab Brian lalu mengambil jaketnya dan memakai nya .
." Bi tolong jaga salsa !". perintah Brian kepada asisten rumah tangga salsa .
Kemudian Brian mengikuti Raisya dari belakang karena kuatir dia melakukan hal yang tidak seharusnya karena pikirannya yang kalut dan frustasi.
###..
Happy reading 😘
__ADS_1