Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Tidak di pecat


__ADS_3

Steffi menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya dan dia juga sangat sombong memandang rendah orang lain dan tidak menghargai orang lain .


sedangkan Edvan meskipun dia egois sombong dan keras kepala namun dia penuh dengan kasih sayang menghargai semua karyawan nya dan juga tidak merendahkan orang lain . Sifat itulah yang tidak di sukai Edvan terhadap Steffi .Edvan juga menghargai orang -orang yang bekerja keras dan tidak merendahkan harga dirinya sendiri . Apalagi orang yang mau mempertahankan harga dirinya karena dia merasa dia tidak seberani itu untuk mempertahankan harga diri dan melawan pak Richard papa Edvan .


***


" Apa kamu sudah menyiapkan semuanya ". tanya Steffi kepada kepala asisten rumahtangga nya .


" Sudah nyonya ". jawab kepala asisten rumah tangga di rumah Steffi


Nampak kebingungan diraut wajah Erwin " apalagi yang akan direncanakan oleh nyonya Steffi?". pikir Erwin asisten Steffi .


" Baiklah , kalau begitu aku akan berangkat dulu ". Kata Steffi raut wajahnya nampak ceria sambil beranjak dari kursi dan menenteng tas mewahnya .


" Maaf nyonya anda mau kemana ? ". tanya Erwin penasaran


" Sudah lah kau tenang saja aku akan mendekati orang yang bisa mengendalikan Edvan ".Steffi dengan senyumnya yang sinis kemudian berubah menjadi senyuman manis dia melenggang kan kakinya yang jenjang dan mulus pergi meninggalkan halaman itu menuju mobil yang sudah di siapkan oleh kepala asisten rumah tangga nya .


Erwin hanya menggelengkan kepalanya dia benar - benar tidak mampu mengendalikan sifat tuannya yang sangat licik dan pintar. Dia hanya sebagai asisten hanya bisa menuruti saja dan sesekali dia memperingatkan tuannya karena dia merasa sangat sayang kepada tuannya , entah berupa cinta atau hanya berupa kasih sayang ke majikannya. Namun ketika Steffi sedih dia merasa bingung dan cemas .


***


Steffi turun dari mobil mewahnya dia menurunkan kakinya dari mobil mewah itu menaikkan kaca mata hitamnya di atas rambut sudah seperti adegan di drakor ya yang tiba - tiba rambutnya tertiup angin nampak wajahnya yang cantik dan melenggangkan kakinya dengan anggun ke kantor pak Richard .


Kepala asisten rumah tangganya mengikutinya membawa kotak makanan yang besar .


tok...tok ..


Sekretaris pak Richard mengetuk pintu ruangan pak Richard mengantar Steffi. Pak Richard berdehem dan mempersilahkan masuk.


" Masuk ". kata pak Richard


ceklek ..


Pintu di buka nampak sekretaris nya membuka pintu menunduk sopan dan memberi salam kemudian mempersilahkan Steffi masuk .


" Silahkan nyonya ". sekretaris pak Richard mempersilahkan Steffi masuk

__ADS_1


Steffi masuk dengan senyum manisnya yang tersungging di bibir merahnya .


" Hai papa..". kata steffi menghampiri pak Richard dan memeluknya mencium pipi kiri dan kanan pak Richard.


" Hai ... menantu kesayangan papa ". sambil membalas pelukan Steffi


" Bagiamana kamu suka rumahnya ? ". tanya pak Richard


" I like it. "kata Steffi sambil tersenyum girang namun sesaat kemudian wajahnya terlihat masam.


" Oh iya papa aku sudah menyiapkan makan siang untuk papa " . kata steffi sambil mengambil kotak makanan yang dibawa oleh kepala asisten rumah tangga nya . Steffi memberikan kotak itu kepada pak Richard .


" Ini masakan kesukaan papa steffi pagi - pagi udah buatin buat papa".


" Benarkah , thank you Steffi ". jawab pak Richard dengan raut wajah yang bahagia.


" Oh iya gimana dengan Edvan apa kamu juga masak untuk dia ". tanya pak Richard berharap ada jawaban yang membahagiakan.


Namun raut wajah Steffi berubah masam dia memanyunkan bibirnya .


" Kamu kenapa , apa Edvan melakukan hal yang buruk padamu steffi? ".


" Apa ..?, baiklah kamu tenang ya biar papa yang akan atur dia . Kamu tenang aza ." pak Richard mencoba menenangkan steffi yang terlihat sedih .


Wajah Steffi berubah menjadi berbinar dia menyunggingkan senyum manis dibibirnya "Thank you papa". sambil menghampiri pak Richard dan memeluknya.


" Baiklah nanti aku akan menyuruh Edvan untuk makan malam dengan mu dan aku akan mengatur semua nya untukmu , kamu pulang saja sekarang atau bisa shoping ke salon atau yang lain ". Kata pak Richard membuat Steffi bahagia


" Baiklah papa , aku pergi dulu ya ". jawab steffi dengan raut wajahnya yang bahagia , kemudian beranjak meninggalkan ruangan .


Edvan sebentar lagi kamu tidak akan bisa menolak lagi keinginan ku .


Batin Steffi tersenyum dengan sinis .


***


Edvan yang tadi malam mabuk berat hingga siang ini masih pusing dia duduk di tempat kerjanya dengan memegang kepalanya yang masih pusing .

__ADS_1


Tok...tok..


" masuk ".


ceklek ...


pintu terbuka , Mila masuk kedalam ruangan dengan sedikit takut dan gemetar mengingat kemaren dia menampar Edvan . Mila memberanikan langkahnya untuk lebih masuk kedalam ruangan .


Edvan masih belum melihat siapa yang masuk kedalam ruangan nya dia masih memegang kepalanya yang masih pusing.


" Permisi pak , saya mengantar teh ini untuk pak Edvan karena tadi pak Riko meminta saya membuatkan ". kata Mila dengan hati- hati dan menaruh teh itu di meja Edvan .


Edvan kemudian mengangkat kepalanya menatap Mila dengan tajam , dahi Edvan mengernyit ketika dia tahu bahwa Mila yang membawakan teh nya . Ingatannya kembali mengingat kejadian saat dia menampar pipinya dan tanpa sadar dia memegang pipinya yang kemaren tertampar oleh Mila .


Hati Edvan berdebar mengingat kejadian kemaren karena baru kali ini dia ditampar oleh seseorang wanita apalagi dia menolak keinginannya.


Edvan termangu tidak mampu berkata - kata apapun . Sedangkan Mila masih ketakutan dan gemetar dia takut akan di pecat karena kejadian itu. Namun tidak ada tanda - tanda Edvan marah , hingga membuat Mila sedikit lega hingga dia berpamitan undur diri meninggalkan ruangan .


" Baik pak saya keluar dulu ,silahkan di minum teh nya . Jika ada perlu lain silahkan panggil saya pak ". kata Mila sambil menunduk tidak berani menatap Edvan .


Edvan hanya menatap Mila dengan sedikit kagum dan keheranan gadis seperti dia yang pernah menjual dirinya demi uang masih bisa sekuat tenaga mempertahankan harga diri nya kembali walaupun dalam keadaan seperti itu . Sedangkan dia tak mampu sedikit pun menolak keinginannya papa nya untuk menjadi bidak catur nya hingga dia tidak mampu memikirkan kebahagiaan nya .


" Baiklah ". jawab Edvan


Mila sedikit lega mendengar kata yang singkat tadi , dan ketakutan nya pun bisa di redamnya .


Ceklek ..


Mila menutup pintu ruangan Edvan kemudian tersenyum lebar .


" Berarti aku tidak jadi di pecat , asyik ". gumam Mila bahagia .


Nampak seseorang memperhatikan nya yaitu Riko yang akan masuk kedalam ruangan Edvan . Nampak Riko memandang Mila dengan heran sedangkan Mila tidak mengetahui jika ada seseorang yang sedang memperhatikan nya .


Mila berjalan gontai dengan senyum lebarnya menuju pantry. Nampak wajahnya sangat berseri - seri .


###

__ADS_1


bersambung


__ADS_2