
Hai... Hai.... Hai.... readers tersayang
Author balik lagi dengan bab baru.... Maaf ya masih banyak typo dimana-mana
Semoga suka yahhh.... Jangan lupa like, comment dan tambahkan ke rak buku kalian
Nantikan terus update terbaru dari author
Seperti biasanya suasana kantin sekolah selalu ramai oleh siswa-siswa. Hampir tidak ada kursi kosong yang tersisa. Saat ini hampir semua siswa yang berada disana sangat antusias membahas rencana liburan mereka.
Ya, liburan semester akan tiba beberapa hari lagi. Tentu saja waktu libur sekolah adalah hal yang sangat dinanti-nanti oleh mereka. Banyak rencana yang telah mereka susun baik itu bersama keluarha maupun teman untuk mengisi waktu liburan dengan berbagai hal yang menyenangkan.
Suara riuh santer terdengar di setiap sudut kantin. Semuanya sangat antusias membahas perihal perjalanan terbaik mereka.
Lain halnya dengan Nevan dan teman-temannya. Mereka memilih membicarakan rencana kegiatan liburan mereka ruangan pribadi mereka di rooftop. Jauh dari kebisingan siswa lainnya.
Disana ada Nevan, Gian, Niko, Rhea dan Bella. Yang sedang menyusun rencana untuk liburan adalah Gian, Rhea dan Bella . Ketiga remaja tersebut sangat antusias menyusun rencana liburan mereka. Beberapa negara menjadi piilihan utama mereka menghabiskan waktu liburan sekolah. Korea, Jepang dan Australia adalah pilihan utama tujuan mereka nantinya.
Berbeda dengan Nevan dan Niko. Nevan memilih tidur di sofa favoritnya di ruangan tersebut. Tepatnya bersebelahan dengan posisi duduk Rhea. Sementara Niko seperti biasanya membaca buku tanpa memperdulikan diskusi antara ketiga temannya.
"Van, lo mau liburan kemana?" tanya Rhea karena sejak tadi Nevan tidak memperdulikan pembicaraan mereka meskipun jarak meraka begitu dekat. Nevan memilih memejamkan kedua matanya. Sama sekali tidak tertarik pada renacan liburan yang disusun oleh mereka.
__ADS_1
Rhea sangat berharap liburan kali ini dirinya bisa pergi berlibur bersama Nevan. Meskipun bukan hanya mereka berdua, tetapi hal itu sudah cukup membuat gadis cantik itu bahagia. Rhea masih berharap suatu hri nanti Nevan akan memandangnya lebih daripada seorang sahabat.
Rhea tahu meskipun Nevan terlihat memejamkan kedua matanya, akan tetapi laki-laki itu tidak benar-benar tidur. Rhea yakin dengan pasti bahwa Nevan mendengar seluruh pembicaraan mereka.
"Nevan.... Lo mau kemana liburan nanti?" tanya Rhea lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari orang yang di tanyanya.
"Gue mau di rumah aja," jawab Nevan tanpa membuka matanya. Nevan pun mengubah posisi baringnya. Meletakkan satu tangannya menutupi dahinya.
Jawaban Nevan tentu saja membuat Rhe sangat kecewa. Namun Rhea tidak menyerah begitu saja pada penolakan Nevan.
"Ayo dong Van kita liburan. Masa iya sih liburan dua minggu kamu mau di rumah aja. Lagian ini liburan pertama kita berlima setelah beberapa tahun lamanya kita gak pernah liburan bareng," jelas Rhea panjang lebar.
Sementara Bella hanya diam dan menatap iba pada Rhea. Bella sangat mengetahui bahwa sahabatnya itu sangat berharap bisa menghabiskan waktu bersama Nevan.
"Gimana kalau kita ke Sydney," potong Bella mencoba mencairkan suasana. "Kita berkunjung ke rumah grandma. Gimana?"
Tapi Rhea hanya diam. Sama sekali tidak merespon ucapan Bella.
"Grandma mau balik kesana?" tanya Gian. Dirinya tidak mengetahu perihal tersebut. Seperti biasanya perihal persoalan keluarga, Gian selalu menjadi orang terakhir yang mengetahui informasi apapun itu. Ketidak peduliannya itu terkadang membuat orangtuanya begitu marah pada Gian.
Sementara Niko hanya mengedikkan bahunya sebagai jawaban atas pertanyaan Gian.
"Lo udah tau Van kalau grandma mau balik?" tanya Gian kepada Nevan yang masih nyaman dengan posisi tidurnya.
"Hmmmm..." jawab Nevan mengiyakan.
"Kalau begitu liburan ini kita ke Sydney." Niko mengambil keputusan. Tentu saja hal itu disetujui oleh mereka semua. Terlebih lagi Rhea dan Bella sudah lama tidak berkunjung ke tempat Grandma.
Rhea merasa ada secercah harapan bahwa Nevan akan bersedia ikut bersama mereka ke Sydney.
__ADS_1
"Lo ikut kita kan, Van?" tanya Rhea lagi mengharap Nevan akan menjawab iya.
Namun Nevan masih bergeming. TIdak ada respon sedikitpun atas pertanyaan Rhea kepadanya. Niko, Gian dan Bella juga mengharap Nevan akan ikut bersama mereka. Mengingat liburan terakhir mereka bersama-sama dalah saat mereka masih kanak-kanak.
"Gue minta maaf karena gue gak bisa ikut sama kalian," jawab Nevan setelah hening beberapa saat karena menunggu jawaban darinya.
"Kenapa?" Rhea begitu kecewa dengan jawaban Nevan. Namun Rhea tetap ingin tahu kenapa Nevan tidak mau ikut bersama mereka. Terlebih lagi mereka akan pergi bersama-sama mengantar grandma kembali ke Sydney.
"Iya Van. Kenapa lo gak ikut?" tanya Gian. Sama seperti Rhea, Gian juga ingin tahu alasan penolakan Nevan.
Lagi-lagi Nevan enggan menjawab pertanyaan mereka. Walau bagaimanapun Nevan sudah memutuskan bahwa dirinya tidak akan ikut ke Sydney. Bukan tidak ingin mengantarkan grandma kesana. Terlebih lagi beberapa tahun terakhir Nevan tinggal bersama grandmanya. Tidak mungkin rasanya Nevan menolak mengantarkan grandma tersayangnya itu.
Namun tanpa teman-temannya ketahui bahwa Nevan telah memiliki rencana lain. Ada seseorang yang sangat ingin Nevan kunjungi. Seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Seseorang yang sangat dia rindukan di setiap malamnya. Seseorang yang ingin dia peluk dan bermanja dalam dekapannya. Seseorang yang ketidakhadirannya telah mematahkan sebagian hatinya.
"Gue udah punya rencana," jawab Nevan singkat. "Gue titip grandma sama kalian semua."
"Apa rencana lo mau liburan bareng Haura?" tanya Rhea lagi. Akan tetapi kali ini bukanlah pertanyaan penuh kemarahan. Tapi ada terselip rasa sedih dan kecewa. Gadis cantik itu merasa kalah telak jika dibandingkan dengan Haura. Bukan karena fisik ataupun materi, tapi Haura telah memenangkan hati Nevan. Hati laki-laki yang menjadi cinta pertamanya itu. Dan ini adalah kedua kalinya Rhea merasa kalah.
Sementara itu Bella yang duduk di samping Rhea hanya menatap sendu pada sahabatnya itu. Bella adalah orang yang sangat tahu seberapa besar rasa cinta Rhea pada Nevan. Dan sehebat apa Rhea menaruh harap agar suatu hari nanti Nevan akan membalas cintanya.
Nevan mendudukkan tubuhnya. Menatap lurus kearah Rhea. Tentu saja hal itu membuat Rhea khawatir. Rhea takut perkataannya salah diartikan oleh Nevan.
"Bukan karena Haura," jawab Nevan singkat. TIdak ada nada marah disana. Nevan menatap Rhea penuh makna. Meskipun sekarang hubungan Rhea dan Haura terbilang cukup baik, namun laki-laki itu tahu betul bahwa Rhea masih merasa cemburu pada Haura.
"Rencana gue sama sekali gak ada hubungannya dengan Haura." Nevan menjeda ucapannya sejenak. Menatap lekat wajah cantik Rhea.
"Gue mau mengunjungi seseorang dan gue beneran minta maaf gak bisa ikut sama kalian. Jadi jangan pernah berfikir bahwa penolakan gue karena Haura. Kamu dan Haura itu sama. Sama-sama seseorang yang penting dalam hidup gue," jelas Nevan panjang lebar.
"Kalau gue punya waktu, gue janji bakalan nyusul kalian ke Sydney," ucap Nevan diikuti dengan senyuman hangat pada sabahat cantiknya itu.
__ADS_1
Satu janji yang mampu memenangkan Rhea. Janji yang entah akan di tepati atau tidak oleh Nevan. Namun Rhea merasa tenang bahwa dirinya masih cukup berarti dalam hidup Nevan. Dan sebuah senyuman sederhana dari Nevan namun begitu menenangkan untuk Rhea. Setidaknya sekarang Nevan kembali bersikap hangat pada dirinya. Hal itu sudah lebih dari cukup untuk Rhea.