
"Nevan kemana Ra?" tanya Luna kepada Haura ketika mereka berjalan bersama menuju perpustakaan.
Tadinya Luna dan juga Adel mengajak Haura untuk pergi ke kantin. Akan tetapi Haura lebih memilih untuk pergi ke perpustakaan. Namun karena alasan solidaritas kedua sahabat Haura juga memilih pergi ke perpustakaan. Haura sungguh sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Luna dan Adel.
"Kamu tau Nevan kemana?" kali ini Adel yang bertanya pada Haura.
Sebenarnya pertanyaan itu sudah di tanyakan oleh kedua sahabatnya itu sejak jam pelajaran berlangsung, tetapi Haura belum juga memberikan jawaban. Hal tersebut membuat Luna dan Adel sangat penasaran. Kedua sahabatnya itu sangat yakin pasti Haura tahu kemana hilangnya Nevan, juga sebab hilangnya Nevan.
Bukan hanya Luna dan Adel yang penasaran karena tidak melihat Nevan di hari pertama mereka bersekolah, tetapi seluruh siswa di kelas tersebut bahkan di sekolah tersebut sangat ingin tahu tentang keberadaan Nevan.
Pasalnya remaja tampan yang selalu menjadi pusat perhatian itu adalah seorang siswa baru yang baru bersekolah di sekolah mereka belum genap satu semester. Tetapi sekarang Nevan kembali menghilang tanpa kabar.
Bahkan beredar desas desus bahwa Nevan telah kembali ke Sydney karena ayah Nevan pemilik Sander Grup tidak suka melihat Nevan bergaul bersama Haura.
Sebagian siswa lainnya bahkan secara terang-terangan menyalahkan Haura atas tidak adanya Nevan di sekolah mereka.
Meski baru hari pertama sekolah dan baru satu hari Nevan tidak terlihat di tempat itu, banyak siswa yang kembali berani mem-bully Haura. Meskipun bukan serangan fisik, hanya lewat kata-kata saja namun perkataan mereka sungguh sangat menyakiti hati siapa saja yang mendengarnya. Untungnya Luna dan Adel selalu siap membela Haura. Lain halnya dengan Haura yang tidak mau ambil pusing lagi dengan cemoohan banyak siswa tentang dirinya.
"Nevan mungkin masih di Sydney," jawab Haura. Sengaja Haura menyematkan kata mungkin dalam jawabannya karena memang dirinya tidak tahu dimana pastinya Nevan berada sekarang.
"Mungkin? Maksudnya Ra?" tanya Luna masih menginginkan sebuah jawaban yang pasti dari Haura.
"Entahlah... Aku sendiri gak tau."
__ADS_1
Kedua sahabat Haura memilih tidak melanjutkan lagi pertanyaan mereka. Luna dan Adel sangat yakin pasti terjadi sesuatu di antara Haura dan Nevan. Keduanya memilih mengakhiri rasa ingin tahu mereka.
Ketika ketiganya hampir sampai pada tujuan mereka, tanpa terduga Haura dan kedua sahabatnya bertemu dengan Niko, Gian dan juga Rhea. Seperti sebuah komando, baik Haura maupun Niko dan kedua sahabatnya tiba-tiba menghentikan langkah mereka. Kedua sahabat Haura tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada mereka.
Di satu sisi Luna sangat bahagia bertemu Niko kembali setelah libur panjang mereka. Binar bahagia terpancar jelas di kedua mata sahabat Haura itu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Luna sudah lama mengagumi Niko. Namun Luna merasa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menyapa Niko.
Jika Luna menatap Niko dengan kebahagiaan, lain halnya dengan Haura yang menatap Niko seperti mengisyaratkan ada sesuatu yang ingin di tanyakan oleh gadis itu. Keduanya saling menatap satu sama lain. Begitu pun dengan Gian dan Rhea. Ketiga sahabat Nevan itu menatap penuh arti kepada Haura.
Sejak awal Haura ingin menanyakan perihal Nevan kepada Niko. Namun gadis itu tidak mungkin menghubungi Niko mengingat hubungan mereka yang memang tidak dekat sebagai teman. Pertemuan secara tak terduga inilah yang di harapkan oleh Haura. Namun sayangnya saat ini baik Haura maupun Niko sedang bersama teman mereka masing-masing. Haura pun mengurungkan niatnya itu.
Alasan Haura memilih bertanya kepada Niko bukannya Gian adalah karena Niko lebih bisa menjaga rahasia dibandingkan Gian. Semua orang juga tahu akan hal itu. Juga Haura lebih sering berbicara pada Niko di bandingkan Gian.
Haura kembali mencoba bersikap biasa saja dan melanjutkan langkah kakinya menuju perpustakaan yang hanya berjarak beberapa langkah lagi.
Pertanyaan Niko sontak saja menghentikan langkah kaki Haura. Pun begitu juga dengan kedua sahabatnya.
Gian dan Rhea menatap dalam pada Haura, ada sesuatu yang seakan ingin mereka sampaikan pada Haura saat itu juga.
Berbeda dengan Luna yang tidak menyangka bahwa Niko secara tiba-tiba mengajak Haura untuk berbicara secara khusus dengannya . Ada sesuatu yang sedang Haura sembunyikan dari mereka. Begitulah hal pertama yang terlintas dalam pikiran Luna.
Adel yang lebih peka dengan keadaan yang sedang terjadi mengajak Luna untuk segera pergi bersamanya dan meninggalkan Haura disana.
"Kayanya kita harus pergi dulu," ucap Adel sambil merangkul pundak Luna. Mengajak sahabatnya itu untuk ikut dengannya.
__ADS_1
"Ayolah," Adel pun menarik paksa Luna karena sahabatnya itu tidak juga bergerak untuk ikut bersamanya.
"Luna..." panggil Haura. "Tolong percaya," ucap Haura. Gadis itu tersenyum pada kedua sahabat baiknya itu. Begitu pun dengan Luna yang sangat mengerti apa maksud dari perkataan Haura. Haura hanya tidak ingin Luna salah paham padanya perihal Niko.
Tinggal lah disana Haura seorang diri. Gadis itu bingung bagaimana cara memulai pembicaraan mereka. Jika hanya Niko mungkin keadaan tidak akan secanggung sekarang ini.
"Ayo," ajak Niko setelahnya.
Tidak ingin banyak bertanya Haura pun langsung mengikuti ajakan Niko. Meskipun gadis itu belum tahu apa yang ingin di bicarakan oleh Niko, tetapi Haura sendiri memang ingin bertanya tentang tidak kembalinya Nevan kepada Niko.
Tiba-tiba Rhea menahan tangan Haura. Membuat Haura terpaksa menghentikan langkahnya sejenak. "Gue harap lo bisa mempertahankan dia," ujar Rhea. Kata-kata yang penuh dengan teka-teki.
Rhea tahu bahwa Nevan dan Haura saling mencintai. Sekarang Rhea telah menerima sepenuhnya bahwa sejak awal di hati Nevan tidak pernah ada namanya. Meskipun ada rasa sedih karena gagal pada cinta pertamanya, namun Rhea tidak ingin Haura gagal pada cintanya. Cinta Nevan hanya untuk Haura. Sejak dulu.
"Dan percaya padanya," Gian ikut menimpali.
"Maksudnya?" tanya Haura tidak mengerti.
"Kita bicarakan nanti," tutup Niko.
Haura pun mengikuti langkah kaki Niko. Gadis itu belum mengerti apa maksud dari perkataan Rhea dan Gian. Mempertahankan dan percaya. Apa yang sebenarnya terjadi.
Semuanya terus berputar di dalam kepala Haura. Bersamaan dengan itu tanpa bertanya apa pun lagi Haura terus berjalan tanpa tahu kemana tujuan Niko membawa dirinya. Berbagai pertanyaan muncul dalam benak gadis itu. Satu yang pasti di yakini oleh Haura bahwa semuanya berhubungan dengan Nevan.
__ADS_1