(Bolehkah) Aku Jatuh Cinta

(Bolehkah) Aku Jatuh Cinta
Melindungi


__ADS_3

Terimakasih untuk semua pembaca setia novel pertama aku🙏🌹


Jangan lupa untuk mendukung karya aku dengan cara vote, poin, dan tonton iklan yang ada di kolom gift supaya aku lebih semangat lagi nulisnya😊


Happy reading semuanya🥰🌹


...****************...


Di sebuah kamar apartemen Nevan terlihat sangat gelisah. Sejak tadi laki-laki itu terus memeriksa ponselnya. Padahal tidak ada kabar yang begitu penting disana.


Selama hampir dua bulan lamanya Nevan tinggal di sebuah apartemen. Laki-laki tampan itu memilih tinggal di apartemen karena tempat tersebut terletak dekat dengan rumah sakit dimana tempat Alesha di rawat.


Awalnya Nyonya Ana menolak permintaan Nevan untuk tinggal berpisah dengannya, apalagi ketika tahu bahwa Nevan melakukan itu semua untuk merawat Alesha. Nyonya Ana sangat tahu bagaimana hubungan cucunya itu dengan gadis bernama Alesha.


Namun Nevan mencoba memberikan pengertian kepada grandma nya itu. Laki-laki itu juga menjelaskan kondisi yang di alami Alesha dan berjanji ini akan menjadi akhir dari hubungannya dan gadis cantik itu.


Meskipun Nevan sudah tidak lagi mencintai Alesha, akan tetapi Nevan adalah seseorang yang memegang janjinya. Nevan bersedia menemani mantan kekasihnya itu sampai Alesha menjalani operasi. Hanya sampai saat itu dan kemudian hubungannya dan Alesha benar-benar berakhir selamanya.


Malam itu Nevan tidak menemani Alesha di rumah sakit karena gadis cantik itu di temani oleh Mommy nya. Nevan memilih menghabiskan waktunya beristirahat di apartemennya. Banyak pesan masuk dari teman-temannya di Sydney, mengajaknya untuk bertemu. Sayangnya mood laki-laki tampan itu sedang tidak baik, karenanya Nevan lebih memilih untuk beristirahat di apartemen miliknya.


Terlebih lagi memang Nevan merasa sangat lelah karena hampir setiap harinya menemani Alesha di rumah sakit. Sayangnya pikiran dan hati Nevan tidak bisa di ajak untuk bekerja sama untuk segera beristirahat. Nevan merasa seperti terjadi sesuatu pada Haura.


"Kenapa gue bisa gelisah kaya gini sih? Ada apa ini?" Nevan bermonolog dengan dirinya sendiri.


Lalu laki-laki itupun meletakkan ponselnya dan memilih menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Baru saja benda pipih itu Nevan tinggalkan, dering ponsel Nevan kembali terdengar dan ada juga ada sebuah pesan masuk disana. Dengan malas Nevan kembali meraih benda pipih itu. Namun setelah melihat pesan yang di terimanya, laki-laki itu segera duduk dan melihat pesan itu dengan seksama.


Ada sebuah video di sana dan juga pesan singkat yang di kirimkan oleh petugas security yang bekerja di sekolahnya.


Nevan tidak memperdulikan pesan yang di kirimkan oleh petugas tersebut. Laki-laki itu hanya tertarik pada isi video itu. Video yang memperlihatkan Haura disana. Gadis itu seorang diri datang ke sekolah dan di malam hari.

__ADS_1


Beberapa hari yang lalu Nevan menghubungi pihak keamanan sekolah untuk segera memberikan laporan padanya jika terjadi sesuatu pada Haura di sekolah. Hal itu di lakukan oleh Nevan karena dirinya merasa tidak tenang jika tidak mengetahuinya kabar tentang Haura. Laki-laki itu juga takut jika sesuatu yang buruk kembali terjadi pada Haura.


Nevan merasa bodoh karena baru terpikirkan olehnya untuk melihat seluruh rekaman cctv di sekolah mereka demi melindungi gadis yang di cintainya itu. Seharusnya dirinya melakukan hal itu dari dulu. Nevan ingin selalu bisa melindungi Haura dengan berbagai cara.


Laki-laki tampan itu terlihat memutar rekaman video yang di terimanya tanpa melewati sedetikpun rekaman tersebut. Nevan menyaksikan setiap detik video tersebut dengan sangat teliti.


"Apa yang kamu lakukan disana Ra?" gumam Nevan seorang diri.


"Apa yang kamu cari malam- malam kaya gini?"


Rekaman tersebut hanya memperlihatkan Haura yang baru saja tiba di sekolah. Beberapa menit kemudian video lainnya kembali di terima oleh Nevan.


Laki-laki itu semakin semakin gelisah melihat video Haura yang memasuki gedung sekolah seorang diri.


"Kamu mau apa sih Haura?" Nevan terlihat mengeraskan rahangnya. Laki-laki itu merasa marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa bersama Haura saat itu juga.


Terlebih lagi Nevan tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Haura disana. Akan tetapi Nevan sangat yakin bahwa gadis itu sedang mencari sesuatu yang sangat penting hingga rela kembali ke sekolah seorang diri di malam hari.


"Aku harus melakukan sesuatu. Aku harus tau apa yang kamu lakukan disana."


"Niko.... Lo dimana sekarang?" tanya Nevan pada Niko. Sepupunya itu adalah orang yang tepat untuk dimintai pertolongan.


"Gue lagi di luar. Ada apa, Van?" Niko menangkap ada rasa gelisah dari cara bicara Nevan.


"Gue minta lo sekarang ke sekolah."


Niko mengerutkan keningnya mendengar perkataan Nevan.


"Haura di sekolah sekarang. Dia sendirian disana. Gue takut terjadi sesuatu sama Haura," jelas Nevan.


Sekarang Niko paham kenapa sahabatnya itu terdengar begitu gelisah dan khawatir. Tapi untuk apa Haura di sekolah malam-malam begini. Sama seperti Nevan, Niko pun memikirkan hal yang sama.

__ADS_1


"Kalau lo se-khawatir ini, seharusnya lo balik. Dasar bodoh," ujar Niko. Sebenarnya Niko merasa kesal atas keputusan Nevan untuk tetap disana bersama Alesha.


Benar memang Alesha sakit, tapi bagi Niko itu juga merupakan trik Alesha untuk bisa kembali kepada sepupunya Nevan.


Niko sudah mencari tahu bahwa sebenarnya sakit yang di derita Alesha tidaklah separah apa yang gadis itu katakan kepada Nevan. Juga orangtua Alesha yang mengalami kebangkrutan juga karena kesalahan mereka yang sangat serakah dan menginvestasikan seluruh aset milik mereka tanpa berfikir panjang.


Nevan terdiam mendengar perkataan Niko. Benar apa yang di katakan oleh sepupunya itu. Seharusnya dia kembali tanpa harus mengikuti permintaan Alesha.


"Tolong gue," pinta Nevan lirih. Seorang Nevan yang sombong akhirnya meminta tolong dengan sepenuh hati. Haura benar-benar telah merubah dirinya.


"Oke... gue ke sekolah." Niko tahu bahwa Nevan meminta tolong padanya dengan sepenuh hati. Tanpa menunggu lama lagi, Niko pun segera memutar kemudi mobilnya menuju ke sekolah mereka dan membatalkan rencana awalnya yang hendak menemui seseorang.


Merasa hal buruk mungkin saja bisa terjadi, Nevan pun mencoba menghubungi Gian. Berharap satu sepupunya lagi bisa pergi bersama Niko dan bisa melakukan sesuatu jika hal buruk terjadi di sana.


Setelah mencoba beberapa kali menghubungi Gian, sayangnya sepupu Nevan itu tidak menjawab panggilan darinya.


"Semoga gak terjadi apa-apa sama kamu disana, Haura." Nevan kembali memutar video lainnya yang baru saja di terimanya dari petugas security di sekolahnya.


...****************...


Akhirnya disinilah Niko. Di sekolah mereka atas permintaan bodoh Nevan.


"Gue cuma mengikuti permintaan bodoh seseorang."


"Siapa?" tanya Haura dengan memicingkan kedua matanya.


Gadis itu sedang menuntut jawaban pada Niko. Permintaan bodoh siapa yang mampu membuat seorang Niko datang ke sekolah malam-malam begini. Begitulah pikir Haura.


Tidak pernah terpikirkan oleh Haura bahwa orang bodoh tersebut adalah Nevan yang sedang berusaha melindunginya. Nevan yang ia pikir telah melupakannya sedang memberikan perlindungan untuknya. Nevan yang sebenarnya sangat mencintainya namun belum bisa mengatakan perasaannya itu.


Niko tidak memperdulikan pertanyaan Haura dan justru memilih mengalihkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


Akhirnya Haura pun memilih menyerah mencari diary nya dan kembali pulang bersama Niko. Gadis itu berharap bahwa diary miliknya tidak akan di temukan oleh orang lain.


"Haura lo baik-baik aja." Sebuah pesan singkat Niko kirimkan untuk Nevan yang berada jauh disana.


__ADS_2