(Bolehkah) Aku Jatuh Cinta

(Bolehkah) Aku Jatuh Cinta
Dia Milikku


__ADS_3

Di negara yang jauh disana, Nevan sedang berada di sebuah rumah sakit. Laki-laki itu sedang menemani seorang gadis cantik yang terbaring di sebuah ranjang pasien. Selang infus terpasang di salah satu tangan gadis itu. Alesha sedang di rawat disana.


Sudah satu minggu lamanya Alesha menjalani perawatan di salah satu rumah sakit terbaik di Sydney. Gadis cantik itu akan menjalani operasi jantung. Hal lainnya yang baru saja Nevan ketahui tentang Alesha. Ternyata gadis yang pernah mengisi hati Nevan itu sudah lama mengalami kelainan katup jantung. Selama ini Alesha juga menyembunyikan hal tersebut padanya.


Sudah lebih dari satu bulan lamanya Nevan berada di Sydney. Meskipun raga laki-laki itu berada di negara kangguru, akan tetapi pikiran Nevan selalu berada jauh disana, Indonesia, rumah dan keluarganya, sahabat-sahabatnya dan juga Haura Annisa.


Tidak pernah sekalipun Nevan melupakan Haura. Rasa rindu pada gadis yang di cintainya itu semakin menyiksa dirinya.


Satu bulan yang lalu Nevan ingin kembali ke Indonesia setelah mengakhiri hubungannya dengan Alesha. Namun sayangnya di saat dirinya ingin kembali, sambil menangis Alesha justru mengatakan bahwa dirinya sakit parah.


Gadis itu memohon pada Nevan untuk tinggal bersamanya dan menemaninya sampai operasinya selesai.


"Tolong tetap bersamaku... Aku mohon Van," pinta Alesha pada saat itu sambil berlinang air mata.


"Aku harus pulang... Maafkan aku Ale. Hubungan kita udah selesai." Dengan tegas Nevan menolak permintaan Alesha. Laki-laki itu benar-benar sudah mengakhiri hubungannya dengan Alesha untuk selamanya.


"Aku mohon Van. Aku sakit."


Itulah pertama kalinya Nevan mengetahui bahwa Alesha sakit.


"Satu bulan lagi aku akan menjalani operasi jantung. Aku mohon tetaplah bersamaku sampai saat itu tiba."


Nevan seperti kehabisan kata-kata untuk menolak permintaan Alesha. Apa lagi saat itu mommy dari Alesha sedang di sibukkan dengan proses perceraiannya. Hal itulah yang membuat Nevan masih belum juga kembali menemui Haura.


Semua yang Nevan lakukan bukan karena dirinya masih mencintai Alesha. Akan tetapi karena Nevan merasa kasihan pada Alesha. Nevan tidak tega meninggalkan gadis itu di saat-saat tersulit dalam hidupnya.


Pikir Nevan lebih baik saat itu dirinya tetap tinggal disana bersama Alesha dan nantinya akan memberikan penjelasan kepada Haura tentang apa yang sebenarnya terjadi. Juga tentang perasaan cintanya kepada Haura.


"Baiklah," jawab Nevan memenuhi permintaan Alesha.


"Bisakah satu bulan ini kamu hanya bersama aku? Ini akan jadi yang terakhir kalinya."


Nevan menatap Alesha dalam. Permintaan gadis itu tentu saja berkaitan dengan Haura. Laki-laki itu mengerti bahwa untuk satu bulan Alesha berharap bahwa dirinya melupakan Haura untuk sejenak.

__ADS_1


"Hanya satu bulan bersamaku dan hanya memikirkan ku," sambung Alesha lagi.


"Hanya satu bulan dan semuanya berakhir," ucap Nevan tegas.


...****************...


"Apa yang sedang kamu pikirkan Van?" tanya Alesha memecah lamunan Nevan.


Laki-laki itu mengalihkan pandangannya kepada Alesha yang ternyata sejak tadi memperhatikan dirinya.


Apa yang Nevan fikirkan? tentu saja semua yang ada di pikiran laki-laki itu adalah segala hal tentang Haura.


"Aku hanya memikirkan sesuatu."


Alesha tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam pikiran Nevan. Tentu saja itu adalah Haura dan semua tentang Haura. Tanpa sepengetahuan Nevan, ternyata gadis cantik itu sering mendapati Nevan sedang melihat foto-foto Haura di galeri ponsel miliknya.


Sempat Alesha berfikir bahwa selama satu bulan bersama Nevan, dirinya bisa merebut kembali hati dan cinta Nevan untuknya. Namun semuanya salah. Hati laki-laki yang masih dicintainya itu sepenuhnya telah di miliki oleh Haura.


Namun demikian, Nevan tetap menepati janjinya untuk menemani Alesha sampai operasi gadis itu selesai. Juga Nevan tidak menghubungi Haura sesuai dengan janjinya. Meskipun rindunya pada Haura begitu menyiksa dirinya, namun Nevan tetap berpegang pada janji yang telah di buatnya.


"Aku haus. Bisa tolong ambilkan minum untukku?" pinta Alesha.


Nevan beranjak dari sofa tempatnya duduk, mengambil air untuk Alesha. Nevan bersikap sangat baik pada gadis itu dan menuruti semua keinginannya.


"Kamu mau makan?" tanya Nevan.


"Nanti aja Van."


Untuk sesaat tidak ada terdengar suara dari keduanya. Nevan memilih kembali duduk di sofa tempatnya semula. Sementara Alesha masih menatap Nevan. Meskipun mereka selalu bersama, tetapi Nevan selalu saja menjaga jarak dengan gadis cantik itu.


"Apakah kita tidak bisa kembali utuh?" sebuah pertanyaan tidak terduga dari Alesha.


Nevan menatap tidak percaya pada apa yang di tanyakan oleh Alesha. Pasalnya laki-laki itu telah berulang kali mengatakan pada Alesha bahwa hubungan mereka telah berakhir selamanya.

__ADS_1


"Apa mungkin kita bersama bukan hanya untuk satu bulan ini. Tapi untuk selamanya," ujar Alesha lagi.


"Aku sangat berharap kita bisa bersama kaya dulu lagi."


Ternyata Alesha benar-benar sangat mengharapkan bahwa dirinya dan Nevan bisa merajut cinta mereka kembali seperti dulu. Sayangnya semua itu sudah tidak mungkin lagi.


"Aku bersama kamu hanya sementara. Kamu harus menerima kalau semuanya gak akan bisa kaya dulu lagi," ujar Nevan.


"Kita bisa mencobanya lagi," Alesha masih memaksakan keinginannya pada Nevan.


"Apa yang istimewa dari dia?" tanya Alesha akhirnya.


Selama ini gadis cantik itu menahan rasa cemburunya setiap kali mendapati Nevan memandang foto-foto Haura. Alesha juga merasa marah ketika Nevan sering menggumamkan nama Haura dalam tidurnya. Gadis cantik itu terus berusaha menyembunyikan semua rasa cemburu dan marahnya selama ini.


Bagi Alesha, tidak ada yang istimewa dari seorang Haura. Baginya Haura sangat biasa saja jika di bandingkan dengannya. Wajah Haura tidak secantik dirinya dan juga Haura bukan dari keluarga terpandang. Alesha sangat tidak terima jika Haura merebut Nevan darinya.


Nevan terlihat menahan amarahnya mendengar pertanyaan terakhir Alesha. Laki-laki itu paham bahwa pertanyaan itu adalah bentuk cemoohan Alesha untuk Haura. Sebisa mungkin Nevan menahan agar amarahnya tidak meledak saat itu juga. Apa lagi mengingat kondisi Alesha yang sedang sakit.


"Apa yang istimewa darinya?" Nevan mengulang kembali pertanyaan Alesha. Laki-laki itu menyunggingkan sebuah senyuman. Menatap lekat-lekat lawan bicaranya sebelum memberikan jawabannya.


"Yang istimewa darinya adalah karena dia Haura ku." Nevan menatap Alesha dengan tatapan dingin.


"Dan dia milikku," lanjut Nevan lagi.


"Nevan... aku..."


"Apakah ada yang lebih istimewa dari pada itu?" tanya Nevan mengintimidasi. Laki-laki tampan itu tidak akan pernah membiarkan satu orangpun menghina Hauranya.


Alesha tidak mampu menjawab sepatah kata pun dari setiap perkataan Nevan. Dirinya telah kalah dari Haura. Nevan sangat mencintai gadis itu. Bahkan Nevan dengan tegas mengklaim bahwa Haura miliknya. Selama dirinya menjalin hubungan dengan Nevan, tidak pernah laki-laki tampan itu mengatakan hal tersebut padanya.


Gadis cantik itu mempertanyakan apa yang istimewa dari Haura. Tentu apa yang di katakan Nevan adalah sebuah kebenaran. Tidak ada yang lebih istimewa dari pada mendapatkan cinta Nevan. Karena bagi Alesha dirinya sangat berharap menjadi gadis istimewa tersebut. Menjadi pemenang hati Nevan. Menjadi orang yang sangat berarti untuk Nevan.


Kini semuanya telah di miliki oleh Haura. Nevan dan cinta laki-laki itu adalah milik Haura secara utuh.

__ADS_1


__ADS_2