
kring kring kring
suara dering ponsel yang memenuhi ruangan itu menyadarkan Ara dari alam mimpinya. dengan mata terpejam ara meraba raba narkas yang berada di sebelah tempat tidurnya untuk mencari benda pipih yang sedari tadi berbunyi itu.
"halooo" kata ara menyapa sang penelfon
"halo ara assalamualaikum nak.." jawab si penelfon yang tak lain umi ara
"waalaikum salam umi ada apa pagi pagi begini sudah nelfon ara" kata ara lagi sambil mempererat pelukan gulingnya.
" heyyy ini bukan pagi raa. mata hari sudah tinggi raa" teriak si penelfon
"astagaaaa umi ara kesiangan umi. ya sudah dulu umi nantik ara telpon lagi yaa" jawab ara sambil mematikan sambungan telfonnya.
ara terkejut melihat jarum jam yang sudah menunjuk ke arah angka 9 .
Ara beranjak dari tidurnya dan segera berlari kekamar kenzo tampa cuci muka terlebih dahulu.
ara berlari memasuki kamar kenzo
"tuan muda... maaf ..maafkan saya tuan muda " kata ara pada kenzo yang sudah terlihat rapi dengan setelan jasnya.
"apa tidurmu sangat nyenyak Nona..?" kata kenzo sambil menatap ara dari atas sampai bawah.
"wanita ini bahkan seperti gadis berumur 17 tahun. benarkah dia seorang janda" kata hati kenzo yang terus berdesir saat didekat ara.
"hmm emmm sayaaa...." ara tersenyum kikuk dengan pertanyaan kenzo karna pada kenyataannya ara memang tidur sangat nyenyak barusan.
"maafkan saya tuan muda" kata ara lagi dengan memasang wajah memelasnya.
"aisss gadis ini kenapa menggemaskan begini"batin kenzo lagi yang terus membuat jantungnya berdetak tak karuan
"baiklah ..karna hari ini aku sedang berbaik hati maka kau ku maafkan.." kata kenzo lagi dengan senyumnya yang menggoda
"terima kasih tuan muda anda memang baik..." kata ara sambil memasang senyumnya yang lebar hingga menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi.
"dengan satu sarat." lanjut kenzo dengan senyum devilnya.
"aisssss dasar majikan garang. aku tarik kata kataku barusan tuan" gerutu batin ara sambil memanyunkan bibirnya
__ADS_1
"hey apa kau mengumpatku nona.." kata kenzo sambil berjalan dan memegang dagu Ara.
deg
kedua bola mata ara bertemu dengan kedua bola mata kenzo.
"ya tuhann kenapa kau berikan aku majikan secakep ini tuhan." kata hati Ara yang membuat pipi Ara merah merona.
"aisshh kenapa wanita ini sangat menggoda" kata hati kenzo yang terpesona dengan keindahan mata Ara. bibir Ara yang ranum membuat kenzo menelan salivanya.
kedua pasang Bola mata itu seakan tertarik satu samalain yang tampa sadar jarak di antara mereka terkikis oleh kenzo yang terus memajukan wajahnya senti demi senti.
hembusan nafas kenzo yang hangat membuat Ara memejamkan matanya.
pejaman mata Ara membuat kenzo merasa ada lampu hijau untuk terus mencicipi bibir ranum milik Ara. Kenzo terus mendekati Bibir milik ara
tapi
Khemmmmm Khemmmm
suara Billy menggelegar memenuhi kamar kenzo membuat kedua sejoli itu tersentak sadar. dari dunianya masing masing.
Ara langsung membuka matanya yang mendapati Billy tenggah berdiri sambil tersenyum.
"sialaaann loo Bill" upat hati kenzo yang kesal pada billy
"maafkan saya Tuan muda nyonya muda" goda Billy yang membuat wajah Ara bersemu merah seperti tomat
"Pergilah.." kata kenzo datar menatap Ara .
tanpa sepatah katapun Ara langsung berjalan dengan cepat melewati Billy yang terus tersenyum Menggoda.
sedangkan kenzo menghempaskan tubuhnya pada Sofa empuk yang berada di kamar itu.
"apa kau baik baik saja tuan muda.."kata Billy menghampiri kenzo dengan senyumnya yang terus menegembang .
Bily merasa puas melihat kenzo kesal.
"sepertinya kau yang sedang tidak waras di sini Billy.."jawab Billy dengan tatapan arrogannya
"ohhhh benarkah tuan sepertinya aku harus meminta My proncess ara merawatku.." goda Billy. dan benar saja emosi kenzo langsung memuncak sambik meraih kerah baju Billy dengan Kuat
__ADS_1
"hey bossss apa apain ini. aku hanya bercanda Bos..." kata Billy memasang wajah memelasnya.
"huuuhhf" kenzo menghembuskan nafasnya sambil melepas cengkraman kemeja Billy dengan keras
"sepertinya kau harus memeriksakan diri bos. akhir ahir ini ku lihat emosimu tidak setabil.."kata Billy sambil membetulkan kemejanya
"tidakk ... aku baik baik saja." jawab Kenzo datar.
"apa kau menyukai gadis itu..??" tanya Billy
"tidak ... dia bukan gadis Bil dia jan.."kenzo menggantungkan limatnya.
"heyy ayolahhh bos dia memang bukan perawan tapi aku yakin dia bukan wanita yang seperti kau fikirkan .
mungkin saja dia diperkosa.." kata Billy pada kenzo sambil menyodorkan beberapa berkas di hadapan kenzo
"ada pengeluar dana yang tidak kita ketahui selama 5 bulan terakhir tuan. dan itu bukan jumlah yang sedikit.." kata Billy lagi
kenzo meneliti stiap berkas di hadapannya.
"siapa yang berani bermain main denganku..." kat kenzo dengan nadanya yang berat sambil mengepalkan tangannya
"sepertinya dia sangat lihai tuan. kita harus cepat membereskannya..."
"tidak perlu Bill. kita akan bermain halus sepertinya aku tau siapa dalangnya.." kata kenzo dengan senyum devil.
"Baiklahhh" jawab Billy santay dengang jarinya yang terus menari di atas tombol laptopnya.
"bagaimana berkas berkas yang kemarin Bill..??"
"sudah beres bos. Ara yang handel semuanya aku hanya meating dan mengeceknya saja."
"hahhhh pelayan ituu" tanya kenzo penasaran
"iya bos Ara pelayanmu itu bahkan gadis itu juga Bos yang mendapati data penggelapan dana itu" jawab Billy datar.
"kau seriusss Bill"tanya kenzo tak percanya
"Ciiihhh sejak kapan aku berani berbohong padamu Tuan muda.." jawab billy singkat
"menarikk. sepertinya gadis itu bukan gadis biasa" ... kata hati kenzo yang terus di penuhi dengan bayangan Ara. hingga tampa kenzo sadari bibirnya sudah terangkat ke atas sangat tinggi😊
__ADS_1
"aiiishhh sembentar lagi bakal jadi BUcin looo bos" kata hati Billy yang melihat tuan mudanya senyum senyum sendiri