
semenjak kejadian di kantor Marchell waktu itu Ara tidak pernah lagi bertemu dengan Kenzo begitupun dengan Billy yang tiba tiba menhilang tanpa jejak.
hingga sampai hari ini dimana Ara berserta Umi dan Willy meninggalkan aparteman kenzo yang selama ini menjadi tempat tinggalnya sang pemilik itu tak juga menampakkan batang hidungnya. entah apa yang membuat kedua pria itu sangat sulit ditemui bahkan saat Ara datang ke aparteman dan mansion kenzo hanya kekecewaan yang di dapat oleh Ara.
hal itu membuat Ara semakin yakin untuk segera pergi dari ibu kota perasaannya pada kenzo yang mulai tumbuh harus secepatnya dimusnahkan kata Ara meyakinkan dirinya sendiri.
Wanita itu memilih kembali kerumahnya yang dulu dan akan mengelolah warung kulinernya bersama Rafki yang kini sudah memiliki beberapa cabang yang tersebar luas di beberapa daerah. walau usaha itu adalah peninggal ayah Ara namun Ara tetap menyerahkan semuanya pada Rafki Ara hanya akan membantu saja.
begitupun dengan perusahaan stargroupnya yang kini sudah di pasrahkan pada Randi Ara hanya akan memeriksa dan menyetujui berkas yang akan di kirim oleh Randi melalui amail.
__ADS_1
Ara tidak begitu peduli dengan perusahaannya apalagi sekarang stargroup sudah resmi bekerja sama dengan perusahaan marchell itu membuat Ara semakin enggan datang keperusahaan apalagi harus menghadiri rapat yang akan melibatkan pria tengik itu.
tepat saat matahari hendak terbenam mobil yang ditumpangi Ara sudah memasuki rumah lamanya dengan sambutan hangat dari Rafki beserta istri yang selama ini memang tinggal di rumah mewah itu.
"selamat datang kembali nyonya dan nona" sambut Rafki dan istrinya setelah membuka pintu utama dengan lembar layaknya seorang pembantu pada majikannya.
"ckkk paman bibi tidak lucu" decih Ara kesal namun tidak bisa di pungkiri hatinya sangat bahagi. itu terlihat dari bibirnya yang merekah walau kata yang keluar terdengar ketus.
"sudahlah tidak perlu di bahas . mari kita mulai semua dari awal" umi Ara tersenyum hangat memeluk adik iparnya itu lalu beralih menatap wajah Rafki pria paruh baya itu yang sangat mirip dengan almarhum suaminya
__ADS_1
"maafkan aku mbk selama ini sudah banyak membuat kalian menderita hanyakarna ketamakan dan keegoisan ku"
"aku bahagia bisa kembali merasakan kehangat ini.. aku berharap ini bukanlah tipu daya dunia "sahut umi Ara tersenyum tulus
"tidak mbak kita benar benar menyesal. kita berjanji tidak akan melakukan hal bodoh lagi"
Ara tersenyum bahagia melihat pemandangan hangat dihadapannya hingga tak sadar dengan airmatanya yang sudah mengalir perlahan.
"apa kau tidak ingin memelukku juga nona..?" goda Randi memecahkan suasana melo yang terjadi di sekitarnya. perasaan bahagia tak bisa di sembunyikan lagi di wajah tampannya. namun bagaimanapun suara tawa harus segera terdengar di rumah mewah yang entah dari kapan kehilangan kehangatan.
__ADS_1
"ayo mbak kita masuk yaaa walaupun aku yang menumpang di sini tapi setidaknya aku tetap akan bertingkah manis agar tidak terlempar keluar dari rumah senyaman ini" ujar istri Rafki yang entah kenapa membuat semua orang yang berada disana langsung terkekeh sambil memasuki ruangan lalu berbincang ria di deretan sofa yang tertata rapi di ruang tamu. semua orang di ruangan itu sangat bahagia hingga melupa keberadaan bocah cilik yang sudah terlelap dari perjalanan dan di bawa oleh supir pribadi Rafki menuju kamar yang sudah di siapkan terlebih oleh Rafki dan istrinya.