"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
bocah tengik


__ADS_3

Ara berlari memasuki mansion dengan wajah yang merah merona


"huhhhf ya ampun jantung ku.." bisik Ara pelan memegadi dadanya.


"bisa kenak serangan jantung bendadak kalok gini truzz" kata Ara terus nyerocos sambil berjalan sampai tidak menyadari ada orang yang duduk di sofa ruang tamu.


"pelayan..." terik nyonya besar melihat Ara berjalan dihadapannya dengan mengoceh tidak jelas


"nyonya besar hemm" sapa Ara tersenyum kikuk


"dari mana saja kau itu. ..tunggu...." nyonya besar mendekati Ara dan meneliti penampilan Ara dari atas sampai bawah


"kenapa penampilanmu berbeda..? apa kau sudah menggoda pria hidung belang " sambung nyonya besar menunjuk wajah Ara


"aiiss apa katanya hidung belang. putramu nohhh yang singa belang " bisik Ara dalam hati sambil memanyunkan bibirnya.


"kenapa bibirmu manyun begitu... apa kau mau menciumku juga.. iiiihhhh aku masih waras " ujar nyonya besar menjauh dari Ara.


"astaagaa anak sama ibu kok sama sihh" bisik hati Ara kesal.


" hey kau mau kemana..??" teriak nyonya besar melihat Ara akan pergi


"saya mau ke kamar nyonya" jawab Ara pelan


"enak saja.. sini pijetin kaki saya. kamu itu disini untuk bekerja bukan malah keluyuran gak jelas" omel nyonya besar


"huuuuf orang kaya mahh bebas" gerutu Ara jengah.


"heyyy kenapa kau duduk disini" ujar nyonya besar melihat Ara akan duduk di sofa sampingnya


"duduk dibawah" sambungnya lagi.


" baik nyonya besar" jawab Ara tersenyum terpaksa .

__ADS_1


Ara memijat kaki nyonya besar yang sedang berselonjor di sofa.


"momm**y** " panggil kenzo yang baru masuk


"heyyy kau sudah datang. kenapa dengan wajahmu.. apa kau memenangkan tender besar..?" uja nyonya besar melihat wajah kenzo tersenyum lebar


"kau tau mom . kenzo baru saja memenangkan tender madu yang sangat maniez " sahut kenzo tersenyum lebar melirik Ara yang sedang memijat kaki momynya.


"tender madu ...?? " kata nyonya besar bingung


" iya mom itu... maksud kenzo tender yang besar dan keuntungan yang manis seperti madu begitu" kata kenzo lagi


"ohhhh begituu" nyonya besar menganggukkan kepalanya.


"oea momy kaki kenzo pegel nih dari tadi kerja capek mom" kata kenzo duduk di sofa memegangi kakinya


"benarkah .. apa kau mau merasakan pijatan pelayan ini rasanya rilexz .apa kau mau" tanya nyonya besar menatap kenzo


"kau.. sana pijat kaki putra ku " katanya nyonya besar menoleh ke Ara. dengan tangan yang masih fokus pada majalahnya.


" baiklah nyonya" jawab Ara singkat sambil pindah posisi kehadapan kenzo dan mulai memijatnya.


"kaliann ibu dan anak yang sangat cocok.." kata hati Ara jengah melihat kedua majikannya


kenzo tersenyum lebar melihat Ara memanyunkan bibirnya dengan tangan bergerak memijat kakinya dengan pelan.


"nantik kekamar pijat tubuhku sekalian" bisik kenzo di dekat telinga Ara


"singa sialann" kata Ara dalam hati sambil memijat kaki kenzo dengan keras.


"awww aww sakit tauk" ujar kenzo memegangi kakinya


"hey kenapa kau memukul putra kesayanganku " teriak nyonya kenzo meletakkan majalah yang sedari tadi di lihatnya

__ADS_1


"saya saya..."


"ngapain kau disini kau mau menggoda putraku yaaa" kata nyonya besar membuat kenzo dan Ara mengerutkan kening


"saya hanya memijatnya saja nyonya" kata Ara pelan menundukkan kepalanya


" heyyyy memangnya kau siapa berani beraninya kau pegang pegang putraku. sana cepat pergi " ujar nyonya besar lagi


"apa apaan nyonya ini tadi dia yang nyuruh sekarang gue jugak yang salah " kata Ara dalam hati sambil berjalan meninggalkan nyonya besar dan kenzo.


"mommy kenapa kau marah marah" ujar kenzo kesal melihat mommynya melantangkan suaranya.


"momy tidak mau pelayan itu terus menggodamu ken" ujar nyonya besar duduk di sebelah kenzo


"dia tidak menggodaku momy. dia hanya memijat kakiku" jawab kenzo lembut


"memangnya dia pikir dia itu tukang pijat apa.. seenaknya aja pegang pegang putra kesayanganku . dia hanya pelayan di mansion ini ken" kata nyonya besar kesal


"looh kan momy sendiri tadi yang nyuruh gadis itu mijitin kenzo mom"


"benarkah..?? kapan momy yang bilang ken"


"astagaaa momyy.sepertinya daya ingat momy sudah berkurang mom" ujar kenzo menepuk jidatnya


"apa kau pikir mommymu ini sudah pikun begitu.." teriak nyonya besar menarik telinga kenzo


" ahh sakit momy .. bukan begitu maksud kenzo..


sudahlahhh ribet ngomong sama mommy yang labil" ujar kenzo beranjak dari duduknya


"heyyy kau mau kemana bocah tengik" teriak nyonya besar pada Kenzo yang sudah berlari menaiki tangga.


"kapan aku yang menyuruh gadis itu memijat kenzo..?? mana mungkin pelayan itu aku biarkan mendekati putraku... sepertinya benar aku mulai sedik tua" kata nyonya besar memegangi pipinya yang masih tetap mulus walau sudah sedikit memperlihatkan garis halus

__ADS_1


__ADS_2