"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
pembelaan berharga


__ADS_3

"heyyy"


Ara dan Randi terkejut bukan main ketika seseorang tiba tiba berteriak dan menepuk bahunya di waktu yang sangat tidak tepat.


"pricilia.!!"


"pricilia..!!"


suhut Ara dan Randi yang terdengar seperti berbisik sambil menyembunyikan tubuhnya di balik tembok.


"apa kalian ingin merampok..??"


fikiran Pricilia yang melenceng membuat Randi dan Ara tercengang bagaimana mungki wanita cantik itu berfikir bahwa seorang direktur dan asistennya akan merampok sebuah restoran.


"apa aku semiskin itu " ketus Ara melipak kedua tangannya didepan dada karna kesal.


"lahhh teruss ngapain kalian ngumpet kayak begitu..?"


"diamlah..!!! kita sedang...."


ucapan Ara terhenti begitu saja kedua matanya terbuka lebar saat kembali menoleh ke Arah kenzo ternyata gadis yang sedari tadi duduk di samping nyonya smith kini mendaratkan bibirnya tepat di pipi kenzo. sedangkan sang punya pipi hanya diam tampa ekpresi seakan tidak terjadi apapun.


"kita harus kembali kekantor kak" lirih Ara melangkah pergi

__ADS_1


"jika Cinta kejarlah ketika kau tetap tak bisa meraih maka relakanlah setidaknya kau sudah berusaha " kata priclia membuat Ara menghentikan langkahnya.


"aku tau kalian saling suka tapi kalian tidak bisa merasakannya satu sama lain" sambung pricilia menatap wajah Ara yang langsung menghembuskan nafasnya berat entah apa yang tengah melintas di pikiran wanita cantik ini .


sedangkan Randi hanya diam bukan karna sedih atau kecewa melihat Ara yang terlihat cemburu pada pria lain namun bibir Randi tiba tiba menyunggingkan senyum mendengar perkataan pricilia yang terlihat sangat dewasa tidak seperti pricilia yang biasanya memperlihatkan tingkah manjanya.


" aku tidak mencintainya .!!gadis sepertiku tidak pantas untuk tuan muda kenzo pricilia"


"lalu kenapa kau harus bersedih melihat wanita itu mencium kenzo"


"itu..."


"sekarang ikut aku"


"apa yang kau lakukan pricilia. aku harus pergi kekantor.!!!"


"aku ingin lihat sejauh mana kau tidak menyukai tuan muda itu" sahut pricili terus menarik tangan Ara membuat si empunya tangan hanya bisa pasrah mengikuti apa yang akan di lakukan si penarik itu.


"mommy ... kak kenzo .. kebetulan sekali" teriak pricilia pura pura terkejut menyapa nyonya besan dan tuan muda smith yang langsung mendapan tanggapan hangat dari sang nyonya namun tidak dengan Ara yang langsung merasakan aura mencekam dari ketiga wajah di hadapannya.


"selamat siang nyonya " sapa Ara membungkukkan kepalanya namun yang di sapa hanya menganggukkan kepala


"dasar orang kaya plinpan . apa dia sudah hilang ingatan" gerutu Ara dalam hati merasa kesal melihat nyonya besar itu kembali bersifat dingin.

__ADS_1


"kak ken apa kabar..?" sapa Pricilia basa basi membuat kenzo yang merasa di sapa tersenyum sebentar lalu kembali menikmati makanannya.


"lihatlah tuan muda ini... apa dia juga hilang ingatan hingga melupakan perkataannya sendiri..bahkan dia tidak melirikmu sedikitpun Ara..!!!" batin Ara merutuki kebodohannya sendiri sudah percaya dengan perkataan cinta kenzo pada waktu itu.


Ara tidak tau saja bagaimana rasanya kenzo menahan rindunya


"pricilia. benarkah ini kau.."sapa gadis yang sedari tadi berada di tengah tengah kenzo dan nyonya smith


"aku Widia prawijaya pricil kita satu sekolah dari SMP hingga SMA tapi setelah lulus SMA tidak pernah ketemu lagi karna orang tuaku memaksaku kuliah di luar negri. mereka ingin aku menjadi wanita karir yang berpendidikan tinggi" sambung gadis yang bernama Widia itu membuat Ara dan pricilia mekutar matanya malas melihat tingkah gadis itu yang sangat terlihat sedang mencari muka di hadapan kenzo yang tak menanggapi perbincangan di sekitarnya.


"astagaa... kau terlihat tetap angkuh seperti dulu Widia"sahut pricilia mengibarkan bendera peperangan.


"kalau aku angkuh lalu bagaimana dengan wanita sepertimu yang selalu iri dengan apa yang aku punya..!!!"


"cihhhh iri maaf aku gc sederajat denganmu nona.!!"


Plakkkk


Randi yang sedari tadi hanya diam melihat adegan demi adegan yang tayang secara live di hadapannya kini langsung mencengkram lengan Widia yang terangkat sudah siap mendarat di pipi mulus Pricilia yang benar benar sudah menyulut emosi teman lamanya itu.


"lepaskan akan ku beri pelajaran gadis murahan ini" teriak Widia yang membuat Randi semakin mengeratkan cengkramannya.


"seujung jari sekalipun aku tidak rela wanitaku di sentuh oleh manusia sepertimu..!!!" kata Randi tegas melepas tangan Widia dengan kasar sedangkan pricilia terus mengembangkan senyumnya berasa di atas awan mendapat pembelaan berharga dari seorang Randi pria pujaan hatinya selama kuliah di luar negri.

__ADS_1


berbeda pula dengan Ara yang terus berjalan pelan mengikuti langkah pricilia dan Randi dengan tatapan kosong. wanita ini sudah berfikir buruk tentang kenzo yang seakan tidak peduli sedikitpun padanya.


__ADS_2