"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
restoran Xxxx


__ADS_3

matahari bersinar sangat cerah berada tepat ditengah tengah langit yang berwarna biru cerah.


tuan Rafki tersenyum devil melihat tubuhnya dari cermin besar di ruangannya itu.


"sepertinya kita harus sedikit bermain anak muda" kata Rafki pelan dengan seringai liciknya


"ayah "


seketika Rafki membalikkan tubuhnya menatap putranya yang sudah berdiri di ambang pintu dengan setelan jasnya yang lengkap.


"sepertinya kau sudah siap putraku. kita akan bertemu seorang rekan bisnis yang sangat penting hari ini"


"untuk apa ayah...?! tumben sekali kau mengajakku seperti ini"


"ayahmu ini sudah tua nak. kau harus belajar.. mengelolah perusahaan ini karna hanya kau satu satunya putraku yang akan mewarisi semuanya.."


"tidak ayah..!!!! sudah berapa kali aku bilang. aku tidak tertarik dengan bisnis perusahaan ini ayah. ini bukan hak kita. aku berjanji akan membangun kerajaan bisnis mengunakan tanganku sendiri ayah. bukan merebutnya dari orang lain."


"Cukup ..!!!!! aku tidak mau mendengar apapun dari mulutmu itu. atau aku sendiri yang akan menghancurkan usahamu itu dalam waktu satu malam." ujar Rafki dengan tatapannya yang tajam


"huuuuhhf" Rendi menghembuskan nafasnya kasar . hatinya sangat kesal melihat ayahnya yang selalu saja mengancam dengan kekuasaannya.


🌻🌻🌻🌻🌻


di restoran Xxxx Ara dan Billy duduk dengan jari jemarinya yang lincah berjelajah di atas keyboard laptop dihadapannya .


sedangkan kenzo hanya duduk menatap dokumen yang telah Billy bawa dari kantor.


tidak ada percakapan yang terdengar diruangan itu. ketiganya membiarka bibir mereka tetap terdiam dengan fikirannya masing masing.


hingga suara tarikan pintu yang terdengar nyaring membuat kenzo Billy dan Ara menoleh dan melihat Rafki dan asistennya yang sudah berada di ambang pintu dengan senyumnya yang berbinar.


"selamat siang tuan muda smith" sapa Rafki sambil melangkah kekursi yang berada tepat dihadapan kenzo.


"yaa. duduklah " sahut kenzo dingin menatap satu pria lain yang baru masuk menyusul Rafki.


begitupun dengan Ara dan Billy. yang merasa aneh dengan kehadiran Rendi yang tiba tiba. karna memang putra seorang Rafki aditia tidak pernah tercium oleh awak media. Rendi selalu menutup dirinya dari kehidupan sosial ayahnya.


"perkenalkan ini putraku satu satunya tuan. dia baru selesai dengan studynya di negriN. dan dia yang akan menjadi ahli waris satu satu stargroup" ucap Rafki tersenyum bangga memperkenalkan Rendi. sedangkan Rendi sudah terdiam dengan fikirannya menatap rekan bisnis yang dimaksud ayahnya.


"apa maksud ayah sebenarnya... rasanya tidak mungkin jika ayah tidak mengenali Ara" bisik Rendi dalam hati.


sedangkan Ara tersenyum kecut mendengan kata Rafki. hatinya bergetar hebat berada ditengah tengah situasi yang menurutnya sangat menegangkan. namun Ara berusaha semaksimal mungkin untuk tidak memperlihatkan kegugupannya.

__ADS_1


"aku harus terlihat kuat" bisik Ara dalam hati.


"senang bertemu dengan anda tuan" ucap Rendi memaksakan senyumannya melihat sang ayah sudah memasang tatapannya yang tajam.


"yaa silahkan duduk" sahut Billy datar ketika melihat wajah kenzo yang sudah mengeras melihat Rendi yang terus menatap Ara.


"ada keperluan apa kau memintaku bertemu" kata kenzo datar dengan wajahnya yang terlihat arogan.


"ahhh jangan terlalu seriuz tuan muda.. santay saja dulu"


"jangan menguji kesabaranku tuan Rafki..!!!"


kenzo mengeramkan suara nya.melihat senyuman Rafki yang penuh makna.


"kembalikan data data perusahaanku seperti semula tuan muda. aku tidak punya urusan denganmu jadi jangan coba coba mengganggu ketenanganku. ..!!"


kenzo tersenyum devil melihat tatapan Rafki yang terlihat sangat marah.


"ternyata kau lebih licik dari perkiraanku. baiklah kalau begitu" bisik kenzo dalam hati.


"aku punya kejutan untukmu tuan" kata kenzo tersenyum menang. "beruntung sekali kau membawa putramu dalam pertemuan kita kali ini".


kenzo menyandarkan punggungnya dengan kedua kakinya yang menyilang menunjukkan keangkuhannya.


"Billy. berikan hadiah kita" sambung Kenzo menatap wajah Rafki yang sudah merah padam menahan amarah.


sedangkan asisten Rafki dan Ara hanya bisa diam merasakan aura mencekam di sekitarnya.


perlahan tangan Rendi terulur meraih map tersebut namun dengan kasar Rafki merebutnya.


"huuuuuhhhhhf" Rendi menghembuskan nafasnya kasar melihat berkas itu sudah berada di tangan ayahnya .


"kenapa tuan..?" suara kenzo terdengar lantang di telinga Rafki yang sudah diselimuti amarah besar setelah melihat berkas yang di berikan Billy.


"aku tidak akan membiarkanmu merebut apa yang sudah menjadi milikku...!!"


kenzo tersenyum mendengar ancama Rafki


"aku tidak akan merebutnya darimu tuan. tapi kau yang harus menyerahkannya pada pemilik sahnya. apa perlu aku bacakan bukti itu. agar kau paham..!!!!"


"itu tidak akan pernah terjadi anak muda..!!! pemilik sah perusahaan itu sudah mati karna kebusukan putrinya sendiri. apa kau tau gadis yang sedang kau perjuangkan itu hanyalah seorang jand..."


Dooorrrr

__ADS_1


kenzo menarik pelatuk pistol lipatnya hingga sebuah peluru meluncur cepat dijari telunjuk kanan Rafki yang sedang menunjuk ke arah Ara.


"jangan pernah menunjuk wanitaku dengan tangan kotormu itu paman"kata kenzo dengan aura dinginnya. membuat smua orang yang berada diruangan itu terkejut melihat serangan kenzo yang sangat tiba tiba tanpa sedikitpun meleset .


"ayahh kita harus kerumah sakit sekarang" kata Rendi yang sudah sadar dari keterkejutannya dan melihat darah segar mengucur deras dari jari sang ayah.


"ayahmu ditembak di depan matamu sendiri. tapi kau malah mau kerumah sakit untuk mengobatiku. dasar anak tidak berguna."


"apa aku harus diam melihat ayahku terluka seperti ini"


"balas orang yang sudah membuat ayahmu terluka bodoh...!!!. aku bisa mengobati lukaku sendiri" teriak Rafki sambil keluar dari ruangan itu dengan diiringi asisten pribadinya.


Rendi terdiam menatap kenzo yang tengah duduk dengan santay seakan akan tidak terjadi apapun.


"kenapa kau menatapku seperti itu..?" tanya kenzo yang merasa kesal melihat tatapan Rendi.


"tidak ada tuan. " sahut Rendi pelan karna sejatinya Rendi adalah pria yang berhati baik dan lembut tidak sekalipun dia berkata kasar pada orang lain kecuali dengan sang ayah yang memang selalu menentang jalan pikiran Rendi.


"saya permisi tuan" ujar Rendi sambil berjalan keluar.


membuat kenzo seketika tertawa terbahak bahak.


"Billy kau lihat pria itu. sepertinya si Rafki itu salah bahan saat pembuatan adonan untuk putranya itu" ujar kenzo keras sambil tertawa terbahak membuat Billy hanya menggelengkan kepala melihatnya. sedangkan Ara yang sedari tadi kini mengepalkan tangannya mendengar ocehan kenzo yang meremehkan Rendi.


"Cukup..!!!!" teriak Ara


"kau kenapa nona..?apa kau masih mau membela pria setengah wanita itu " ujar Kenzo kembali tertawa terbahak bahak.


"cukup tuan muda.. " teriak Ara lagi sambil menatap mata kenzo dengan tajam.


"jangan pernah menghina kak Rendi di..."


Cuppppp


Kenzo langsung membekam mulut Ara hingga tak bisa berbicara lagi dengan bola mata yang terbuka lebar karna terkejut.


"astagaaa... tuan muda kau sangat keterlaluan " kata Billy dalam hati saat .


......melihat adegan dewasa secara live dihadapannya.


"brengsekk...!!!!"


Ara mendorong tubuh kenzo dengan keras.

__ADS_1


"kau menikmatinya nona..!" ujar kenzo tertawa terbahak bahak melihat wajah Ara yang sudah merah padam entah karna senang atau kesal hanya Ara dan author yang tau😊😊


πŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2