"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
labil


__ADS_3

" sayang apa kau marah padaku..?" kata pricilia pada kenzo yang sedang duduk di kursi kerjanya.


"sayang.." kata pricilia lagi


"pergilah aku sedang banyak pekerjaan.." jawab kenzo ketus


" sayang kau kan Bos disini. berikan saja pada Billy" kata pricilia duduk di pangkuan kenzo sambil memainkan dasinya.


"perrgiiii..!!!" bentak kenzo mendorong pricilia dari pangkuannya


"kenzo kau mengusirku" kata pricilia terjatuh di lantai dengan mata berkaca kaca.


"apa karna pelayan murahan itu " kata pricilia lagi yang membuat amarah kenzo semakin memuncak.


"jangan pernah menghinanya pricil" ujar kenzo mencengkram lengan pricilia dengan kuat.


"ken kau menyakitiku " kata pricilia dengan tangisnya yang pecah.


"cukup pricilia aku sudah muak dengan wajah polosmu itu" kata kenzo melepas cekramannya dengan kasar.


"apa maksudmu ken." kata pricilia berdiri


"pergilah pricil sebelum aku semakin menyakitimu. jangan pernah usik kehidupanku ..!!" teriak kenzo dengan mengertakkan giginya.menghadap ke arah jendela di ruanggannya dengan tatapan yang kosong.


"tidak... tidak ken... aku mencintaimu kenzo " kata pricilia sambil memeluk kenzo dari belakang.


" kau tidak mencintaiku pricil. kau hanya sebatas adik bagiku pricil" kata kenzo melepas tangan pricil yang melingkar di perutnya. "kita cukup sebatas adik kakak kau paham " kata kenzo lagi sambil berjalan dan duduk kembali di kursinya.


"tapi kita sepasang kekasih ken.."


" kau sendiri dan orang tua kita yang menganggap kita kekasih tidak denganku pricil . bukankah sudah berkali kali ku bilang kau hanyalah adik kecil yang selalu ingin aku lindungi pricil"jawab kenzo datar


"kenapa baru sekarang kau katakan itu ken apa karna hatimu sudah tergoda oleh pelayan itu..?? apa pelayan sialan itu lebih menggoda dari pada aku " teriak pricilia


plasssss


tangan kenzo mendarat di pipi pricilia membuat pipi pricilia menjadi merah padam

__ADS_1


"sudah ku perigatkan jangan menghina wanita itu di depanku pricilia..!!!! pergii..!!!!" amarah kenzo sudah memuncak wajahnya yang datar kini berubah merah padam. tatapan matanya seperti elang yang siap menerkam mangsanya.


"aku tidak akan tinggal diam ken. kau lihat saja." kata pricilia sambil berlalu dari ruangan kenzo.


"Arrrggghhhhhh" kenzo melempar semua benda di mejanya . membuat ruangannya berantakan.


kenzo mengacak acak rabutnya kasar.


"Arrrggghhhh" teriak kenzo lagi sambil meletakkan kepalanya ke tembok



####


Billy berjalan memasuki gedung perusahan alberto group dengan tubuh tegap atletisnya .memasang wajah datarnya seperti biasa.


Ting


suara pintu lift terbuka


"Pricill apa yang terjadi kau kenapa..??" tanya Billy khawatir melihat pipi wanita itu memerah.


"asstaaga si rubah licik itu kenapa..?" kata biliy pelan sambil memasuki lif khusus Ceo.


Ting


pintu lift kembali terbuka. dengan langkah cepat Billy langsung menuju ke ruangan kenzo.


"apa yang terjadi. bukakan tadi mereka baik baik saja . atau jangan jangan si boz marah karna aku yang mengantar Ara pulang." batin Billy terus menerka nerka melihat ruangan kenzo yang selalu tertata rapi kini berubah menjadi kapal pecah.


Billy melihat kenzo berdiri memejamkan matanya.


Billy merasa bersalah pada boz sekaligus sahabatnya itu.


"Apa kau baik baik saja..?" tanya Billy pelan memegang bahu kenzo


"hmm" jawab kenzo tersenyum miring

__ADS_1


"ada apa..??" tanya Billy lagi sambil berjalan mengambil barang barang yang terjatuh dilantai.


" aku menamparnya .." kata kenzo lirih


" kenapa..??" ujar Billy singkat sambil terus membereskan ruangan itu.


" entahlahh " jawab kenzo singkat sambil melangkah untuk duduk di sofa.


" huuhhhf" Billy menghembuskan nafasnya .


Billy membiarkan kenzo menenangkan diri.


Billy terus membersihkan ruangan itu seperty sedia kala . karna memang ruangan kenzo tidak pernah di masuki karyawan kecuali orang tertentu. Billy sendiri yang selalu menjaga ruangan kenzo agar tetap bersih


setelah selesai Billy duduk di sofa samping kenzo.


"apa karna Ara..? " kata Billy menebak. yang di jawab dengan anggukan Oleh kenzo.


Billy tersenyum.


"apa kau menyukai gadis itu..??" tanya Billy lagi


" entahlahhhhh" jawab Kenzo singkat dengan kepalanya yang tersandar di sofa


"aku tau kau menyukai gadis itu sejak awal. aku tau siapa kau kenzo" kata Billy menepuk pundak kenzo seperti seorang kakak yang baik walau kadang Billy suka menggoda kenzo.


" dia gadis yang baik .yaa walaupun dia bukan perawan yang bahkan dia sudah punya putra. tapi harus kau tau dia gadis baik dan polos. ada kejujuran pada dirinya yang tak semua orang bisa lihat. kejarlah jika kau mau jika tidak...." Billy menggantungkan kata katanya yang membuat kenzo mengerutkan keningnya.


" aku sendiri yang akan memperjuangkannya." kata Billy datar sambil tersenyum


" Hhmmm" jawab kenzo dengan senyumnya yang ironis


"kau mau kemana..??" tanya Billy yang melihat kenzo berjalan keluar.


"tempat Biasa. looo handel smua pekerjaan gue" jawab kenzo sambil berjalan keluar dengan kemeja yang berantakan


__ADS_1


"bos itu masih saja labil. aku lagikan yang kenak getahnya." gerutu Billy sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


__ADS_2