
para petinggi perusahaan stargroup hanya bisa diam dengan fikirannya sendiri tak ada yang berani menentang perkataan kenzo sang pengusaha muda yang terkenal dengan kecerdasannya serta sifatnya yang kejam.
hingga Rafkipun mengumumkan Ara sebagi direktur utama dan pemilik sah perusahaan stargroup semua petinggi perusahan hanya bisa mengangguk setuju tidak satu orangpun yang berani menentang.
"baiklah jika sudah selesai kita ahiri pertemuan ini jangan pernah membicarakan hal ini pada orang luar jika di antara kalian yang hadir di sini menceritakan apa yang anda lihat di ruangan ini maka aku sendiri yang akan menghukum kalian" kata Kenzo tegas membuat semua orang hanya mengangguk dan segera keluar ruangan menyisakan Kenzo Ara Randi Rafki dan asisten Sam yang sudah berdiri di belakang Rafki.
"Ara terima kasih banyak " kata Rafki pelan membuat Ara tersenyum dan melangkah mendekati Rafki.
"jangan mendekat nak. aku sudah cukup puas dengan kreasi kekasihmu itu " kata Rafki memperlihatkan kedua tangannya yang kekurangan jari jemarinya karna ulah kenzo waktu lalu membuat Ara langsung terdiam melihat ke arah kenzo malas.
"dia bukan kekasihku paman.. " kata Ara memanyunkan bibirnya kesal membuat hati kenzo berdebar . sudah beberapa hari ini dia tidak melihat wajah Ara yang menurutnya sangat mengemaskan.
sedangkan di tempat lain terlihat Billy duduk di kursi taman bersama Willy menikmati sebuah cake coklat yang di dapatkannya dari toko yang berada di sebelah gedung stargroup
__ADS_1
"pa sebenarnya Willy anak siapa.?" tanya Willy menundukkan wajah polosnya membuat Billy tersenyum simpul merasa kagum pada sifat Willy yang terlihat sangat dewasa dengan usianya yang terbilang masih belia.
"kenapa kau tanya seperti itu hem..?"
"Willy hanya bingun siapa ayah Willy sebenarnya..? Willy baru bertemu dengan papa Billy dan ayah kenzo lalu kemarin kakak tampat itu juga bilang dia ayah Willy..??? jadi Willy bingung siapa ayah Willy sebenarnya. kata kak Fandi temen Willy waktu di desa dulu semua anak itu punya ayah dan ibu satu..?"
Billy tertengun melihat expresi wajah bocah kecil dihadapannya. Billy bisa merasakan apa yang di rasakan Willy karna dia juga pernah merasakan rindu pada kedua orang tuanya sedari kecil.
"kau tau semua orang punya ayah dan ibu hanya satu tapi tidak dengan Willy. kau anak yang terlahir dengam spesial maka dari itu kau bisa memiliki papa Billy ayah kenzo dan mungkin kau juga akan memilikia ayah Randi sebentar lagi."
"mungkin umi berfikir jika kakak tampanmu itu orang jahat seperti pèrtama kali bertemu dengan papa dulu. bukankah umi juga bilang kalau aku orang jahat"
"apa papa Billy tidak berbohong.?"
__ADS_1
"tentu saja tidak. apa kau tidak suka jika punya ayah lagi..??"
"tentu saja Willy suka pa. Willy akan memanggil kakak tampan dengan sebutan Daddy pasti teman teman Willy iri jika tau Willy punya papa Billy ayah kenzo dan Daddy tampan"
"Daddy tampan..?? apa dia benar benar tampan..?"
"sangat sangat tampat papa tau Willy merasa wajah Willy dengan kakak tampan itu mirip. apa paman tidak melihatnya..?"
Billy tersenyum mengusap kepala Willy Bagaimana mungkin seorang Billy tidak menyadari adanya kemiripan di wajah ayah dan anak itu. ya walaupun tidak nampak begitu jelas namun jika di perhatikan mata hidung dan bentuk wajah milik Willly memang sangat persis dengan Randi hanya saja bentuk bibirnya yang lebih condong ke bentuk bibir milik Ara.
"ini sudah malam bagaimana kalau kita pulang saja" kata Billy mengendong tubuh kecil Willy yang sudah memberinya jawaban dengan anggukan kepala.
tiba di depan gedung aparteman Billy menghentikan laju mobilnya dan melihat kerah samping di mana Willy tengah tertidur sangat pulas.
__ADS_1
"jadilah pria hebat Willy" batik Billy tersenyum simpul.