"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
pinang terbelah dua


__ADS_3

"Willy" ucap Kenzo dan Ara bersamaan sambil melepas pelukannya.


"maafkan bunda sayang " kata Ara menciumi pipi Willy yang sudah cemberut sedangkan kenzo terkekeh melihat wajah Willy yang sangat lucu.


"ayah apa kau mau aku bunuh. " ucap Willy menatap mata kenzo tajam .


"apa.... kau yakin akan membunuhku hahaha " sahut kenzo sambil tertawa lebar mendengar celoteh Willy


"apa Willy mau bermain. ayo kita main bersama"kata Ara mencoba merayu Willy


"Tidak .. Willy sudah mau pulang Willy kesal sama ayah kenzo" terik Willy kesal dengan melipat kedua tangannya didepan dada


"ohh yaaaa ampun .. "ucap Ara kesal yang melihat kenzo terus tertawa" bujuk dia atau kita pulang sekarang" sambung Ara sambil mencubit lengan kenzo dengan keras.


"astagaaa.. pantas saja anaknya kayak gini. iduknya udah begini" ujar kenzo mengosok lengannya yang terasa panas oleh cubitak Ara.


"baikklahh huhhhhf... Wily kau lihat permainan itu . itu sangat seru apa kau mau mencobanya" kata kenzo membujuk Willy karna Ara sudah menatapnya dengan sangar.


"benarkah. ayoo kita kesana ayah" kata Willy senang sambil menarik tangan kenzo dan Ara menuju wahana putar yang seperti sedang menaiki kuda pada masa kerajaaan.


Ara tersenyum sangat bahagia menghabiskan sorenya bersama Willy dan kenzo. hingga tanpa mereka sadari langit diluar sudah berganti hitam pekat.


Ara mengendong Willy yang terlihat sangat lelah.


......


"Willy sangat nyenyak " kata kenzo melihat Willy yang langsung tertidur dengan nyenyak.


"yaa...pasti dia sangat lelah "sahut Ara melihat ke kursi belakang tempat Willy tertidur.

__ADS_1


"Terima kasih untuk hari ini tuan"


kenzo tersenyum menatap Ara sangat dalam. membuat jantung Ara berpacu lebih cepat seperti biasanya.


"tolong jaga tatapan anda tuan. agar aku tidak jatuh lebih dalam lagi" bisik hati Ara menatap manik milik kenzo yang selalu mampu membuat hati dan fikirannya kacau.


"apa ini.. kenapa semakin dekat" kata hati Ara lagi yang melihat kenzo semakin mendekat. membuat tubuh Ara menegang dengan kedua mata yang perlahan menutup.


kenzo menyeringai licik melihat Ara memejamkan matanya.


pltukkk


"awww .. kenapa kau malah menyentil jidadku " kata Ara kesal sambil mengusap jidadnya.


"hahaha... kau itu lucu sekali nona. apa aku harus menciummu..??" ujar kenzo tertawa terbahak bahak melihat wajah Ara yang langsung cemberut kesal.


"hey apa kau marah padaku" kata kenzo lagi melihat Ara yang langsung membuang mukanya keluar jendela.


"tidak "


"tidak "


"hey lihat aku "


"Tidak !!!!"


"hey "


Deggg

__ADS_1


kenzo menarik bahu Ara dengan kasar membuat Ara tertengun menatap manik mata milik kenzo. tubuhnya menegang merasaka hembusan nafas yang beraroma mint terasa hangat menerpa wajah Ara yang hanya berjarak beberapa senti.


"sabarlah dulu nona. " kata kenzo dengan senyumnya yang licik membuat Ara terkesiap


"lihat wajahmu itu . kau terlihat seperti pencuri yang tertangkap basah haha" kenzo kembali tertawa terbahak bahak melihat wajah Ara yang sudah memerah seperti tomat.


"astagaa Ara kenapa kau memalukan sekali" kata Ara dalam hati


"aku... aku ingin pulang tuan . ini sudah malam " kata Ara gugup


"baiklah "


kenzo menghidupkan mesin mobil dan membawanya menempuh jalur yang menuju ke aparteman Ara. tidak ada percakapan diantara kedua hanya deruman gas yang terdengar sangat kencang.


kenzo melirik Ara yang tengah asik menikmati pemandangan kota melakui jendela mobil. bibirnya tersenyum entah kenapa wajah Ara terasa tidak asing di mata kenzo.


🌻🌻🌻🌻


di gedung stargroup tuan Rafki tengah memimpin rapat dengan semua staf perusahaan hingga larut malam.


data perusahannya tiba tiba kacau balau . harga sahamnya menurut drastis .bahkan beberapa kontraktor sudah memutuskan kontrak kerja samanya.


"bubar semua .kalian tidak ada yang becus" teriak Rafki sambil memukul meja didepannya dengan kepalan tangannya yang sangat keras. membuat para staf terbirit birit keluar dari ruangan itu.


"Brengsekkk" teriak Rafki lagi sambil mengepalkan tangannya dengan kuat wajahnya yang terlihat teduh kini berubah merah padam dengan tatapan mata yang sangat dingin.


tapi tiba tiba Rafki menghidupkan layar ponselnya.


"aku tau kelemahanmu kenzo " kata Rafki datar dengan seringai liciknya. kedua bola matanya menatap tajam ke arah foto seorang wanita yang sedang berpelukan dan disampinnya seorang anak kecil.

__ADS_1


"aku tidak peduli kau cucuku atau bukan. yang aku tau... aku adalah pemilik stargroup satu satunya dan putraku belum pernah menikah" ucap Rafki tersenyum licik. mengusap wajah seorang anak kecil di dalam foto itu yang memang sangat mirip dengan Rendi putranya seperti buah pinang yang terbelah dua.


__ADS_2