"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
perjaka tua yang kejam


__ADS_3

hari demi hari terus berlalu kini kehidupan Ara berubah drastis sejak malam itu Kenzo meminta Ara berhenti bekerja dengannya dan meminta Ara agar memimpin perusahaannya sendiri yaitu stargroup.


awalnya Ara menolak dan meminta Rafki untuk tetap memimpin perusahaan namun Rafki menolak dengan alasan dia ingin hidup damai menikmati sisa hidup bersama istri tercinta di tanah kelahiran istrinya yaitu malaysia.


hingga pada akhirnya Arapun terpaksa memimpin perusahaan itu sendiri dengan bantuan Randi yang bersedia menjadi sekertaris sekaligus asisten pribadinya



Ara duduk di kursi kebesarannya . ibu dengan satu putra itu tersenyum manis mengingat perjalanan hidup yang sudah dilaluinya.


"hidup ini adalah perjalan yang tidak selamanya lurus dan datar. sekarang mungkin kita tersenyum tapi besok dan lusa kita tidak tau senyum itu akan tetap merekah atau berubah sendu atau bahkan bisa lebih merekah lagi. tuhan maha adil" batin Ara tersenyum hingga suara decitan pintu yang terbuka menyadarkan lamunannya.


"apa aku mengganggumu nyonya smith..?" sapa pria tampan yang sudah berjalan ke arahnya .


"apa kau sedang mengejekku tuan Randi Aditia..???" sahut Ara yang membuat keduanya terkekeh bersama.


"aku bicara fakta nona bukankah sebentar lagi kau akan menjadi nyonya muda smith"


"ckkk sadarlah tuan adikmu ini tidak sederajat dengan tuan muda itu" sahut Tiara menghela nafasnya berat karna memang akhir akhir ini Kenzo seakan tak peduli lagi padanya. mungkin hanya Billy yang sesekali datang berkunjung ke aparteman untuk sekedar menyapa umi dan Willy saja.


"bukankah dia setiap pagi mengirimmu bunga dan coklat.??" tanya Randi penasaran karna setiap pagi dia selalu mendapat titipan untuk Ara namun siangnya Randi selalu melihat bunga itu berakhir di tong sampah

__ADS_1


"yaa kalie seorang kenzo smith sepertinya mau repot repot ngirim bunga"


"lalu...??"


"ahhh sudahhlah jangan di bahas. sekarang katakan ada apa tuan Rendi datang kemari..?"


"tak perlu seformal itulahh aku jadi ngeri dengernya"


"benarkah..??" kekeh Ara melihat Randi yang bergeding ngeri "baiklah kak Randi sayang sekarang katakan apa ada hal yang harus akulakukan..??"


Rendi tersenyum melihat wajah Ara yang kembali terlihat seperti gadis kecilnya yang dulu. bibir tipis hidung mancung serta matanya yang teduh kini Randi bisa menikmati ketulusan itu lagi


"sudah waktunya makin siang bagaimana jika makan di restoran XXX sekalian langsung ketemu klayen baru kita setelah itu"


"apa kakak yakin mau bekerja sama dengan tuan Marchel pemilik GMSHAN itu..?" tanya Ara membuat Randi menganggukkan kepalanya sambil meraih menu makan siangnya yang sudah terhidang rapi di atas meja.


"apa kau ragu..? atau kau takut terjerat oleh pesona raja bisnis itu..?"


"bukan begitu kak hanya saja aku tidak terlalu yakin dengan kemampuanku hingga membuat pengusaha hebat sepeeti tuan marchell tertarik dengan perusahaan kecil milik kita"


"aku fikir dia mungkin tertarik padamu bukan perusahaan kita"

__ADS_1


"apa maksud kak Randi..??" tanya Ara yang tidak faham dengan maksud pria di hadapannya itu. Ara berfikir bagaimana mungkin tuan marchell bisa tertarik dengannya sedangkan bertemupun tidak pernah. batin Ara


"iya mungkin tuan marchell sudah mendengar rumor tentangmu kalau tidak bagaimana mungkin perusahan kita bisa di ajak kerja sama oleh perusahan terbesar seperti GMSHAN. "


"apa dia tergolong pria hidung belang..?" tanya Ara tiba tiba yang membuat Randi langsung tersedak mendengar pertanya Ara.


"apa kau tidak pernah melihat wajah direktur utama GMSHAN..?" kata Randi serius yang langsung di jawab oleh gelengan kepala oleh Ara.


"sebaiknya simpan pertanyaan konyolmu itu. karna yang aku dengar dia pria dingin yang sangat angkuh dan tidak pernah dekat dengan wanita manapun. dia pria kejam yang tak pernah menerima bantahan."


"berarti dia perjaka tua yang kejam hihhhk" sahut Ara begiding ngeri membayangkan wajah seorang paruh baya dengan perut buncit sedangkan wajahnya terlihat menyeramkan.


....


"apa kak Randi yakin dia meminta kita datang ke gedung ini..?" tanya Ara ragu melihat keseluruh sudut gedung yang terlihat sangat nyaman dengan desainnya yang sangat elegan membuat Ara terkesima tak menyadari sepasang mata seorang pria yang sudah menatap kedatangannya dengan senyumnya yang memiliki arti.


"sepertinya benar" sahut Randi melihat keseluruh ruangan hingga indra penglihatannya melihat orang yang sedang ingin ditemuinya.


"mereka sudah munggu disana ayoo cepetlah " kata Randi lagi yang membuat Ara langsung menoleh dan tertengun melihat 1 pria yang berdiri takjauh dari tempatnya dan seorang pria yang tengah duduk dengan kedua tangannya yang terlipat di depan dada.


"astaga kak Randi ketampanan mereka di atas rata rata berbanding balik dengan perkiraanku" bisik Ara yang membuat Randi mengelengkan kepalanya melihat expresi Ara yang baru pertama kali terdengar memuji seorang pria.

__ADS_1


"ckkk dasar wanita " gerutu Randi yang langsung menarik tangan Ara agar segera mengikuti langkahnya.


__ADS_2