"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
diabetess


__ADS_3

"silahkan masuk nyonya muda" kata Billy sambil membukakan pintu untuk Ara.


"kak Billy jangan menggodaku" ujar Ara kesal dengan pipi yang merona


" apa kalian sudah selesai"teriak kenzo kesal melihat kedekatan Billy dan Ara


Ara dan Billy saling pandang dan tersenyum mendengar suara kesal kenzo dari dalam mobil.


Billy kembali membawa laju mobilnya menuju hotel primid yang bertaraf internasional.


tidak ada percakapan di dalam mobil membuat Billy tersenyum melihat expresi kenzo yang sekali kali melirik Ara. sedangkan Ara malah fokus pada jalanan kota yang ramai.


###


kenzo berjalan tegap menuju ruang VVIP dengan diikuti Billy dan Ara tepat dibelakangnya. persis seorang pengawal yang setia.


Ara berjalan dengan anggun berdampingan dengan Billy yang berbadan tegap


"selamat sore tuan kenzo " sapa rekan bisnis yang sudah lama menunggu kedatangan kenzo diruangan itu.


"ya selamat sore tuan rafki " jawab kenzo menjabat uluran tangan rekan bisnisnya itu


Deg


Ara tertengun melihat pria yang sedang berjabatan tangan dengan kenzo.


"paman" kata Ara lirih namun masih terdengar jelas di telinga Billy yang berada tepat disampingnya.


"ohh ya perkenalkan ini sekertaris saya dan ini asisten pribadi saya " kata kenzo memperkenalkan Billy dan Ara


seketika wajah tuan Rafki berubah pias melihat Ara yang sedang berdiri tepat di belakang kenzo.


"apa kau baik baik saja tuan" kata Billy melihat rafki yang tertengun


"ahh yaa senang bertemu dengan anda tuan Billy " kata rafki mengulurkan tangangnya dihadapan Billy.


"terima kasih tuan Rafki saya juga begitu" sahut Billy menjabat tangan rafki


"senang bertemu denganmu nona" kata Rafki mengulurkan tangannya di hadapan Ara.


" ahhh yaaa terima kasih tuan " kata Ara tersenyum mengacuhkan uluran tangan tuan Rafki yang sudah terulur.


kenzo dan Billy saling pandang melihat reaksi Ara yang seakan jijik pada pria di depannya itu.


"baikklah silahkan duduk tuan nona.." ujar asisten Rafki yang sedari tadi merasakan ada keganjalan dalam pertemuannya kali ini.


Billy menata wajah rafki dengan teliti lalu menoleh keArah Ara yang berada tepat di sampingnya.


"sepertinya pria ini memang paman Ara" bisik hati Billy yang menyadari ada kemiripan di wajah keduanya.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu kami akan mempertimbangkannya lagi tuan" kata Billy setelah mendengar presentasi dari Rafki dan asistennya.


"baiklah tuan kami sangat menantikan investasi dari perusahaan tuan" kata Rafki tersenyum senang.


kenzo dan Billy tersenyum dan beranjak dari duduknya sedangkan Ara hanya diam hati dan pikirannya sudah di penuhi oleh kejadian dimasa lalunya. dimana saat Rafki mengusir Ara yang sedang hamil hingga menyebabkan jiwanya terguncang hebat.


###


"apa kau baik baik saja ..?" tanya kenzo menoleh ke Ara yang berada tepat disebelahnya.


sedangkan Billy fokus mengemudi sesakali melihat ke kaca spion melihat 2 penumpangnya di belakang.


"ahh ya" jawab Ara singkat terus melihat ke luar jendela.


"apa kau sedang berbicara dengan kaca " kata kenzo manarik sedikit rambut Ara yang terurai


"heyyy sakit taukk... " teriak Ara memegangi kepalaya "dasar singa sialan" bisik Ara kesal


*pl**tuuuukh*


"heyyy kenapa kau malah menyentil jidadku " ujar Ara kesal memegangi jidadnya.


"apa tadi kau bilang singa sialan..!! kau tau bagai mana jika singa mengamuk " kata kenzo dengan senyuman devilnya.


"astaagaaa apa yang akan dilakukan singa ini. kenapa tersenyum begitu" bisik Ara dalam hati melihat kenzo yang tersenyum penuh arti


"cu.. cukup tuan jangan mendekat" kata Ara manahan kepala kenzo yang sudah sangat dekat


"hey kenapa kau memegangi kepalaku nona. apa kau sedang menggodaku" ujar kenzo tepat diwajah Ara.


" astagaaaa " kata Ara menjauhkan tangannya dari kepala kenzo


" Kak Billy " teriak Ara melihat ke Arah Billy yang ternyata sudah memakai handset dengan kaca spion yang sudah berbalik


" Dia pengertian nona" bisik kenzo mendekatkan wajahnya ke wajah Ara


" tu.. tuan.."


Cuppp


kenzo membungkam bibir Ara dengan sebuah kecupan. kedua tangannya mencengkram kedua tangan milik Ara.


Ara menggerak gerakkan kepalaya berharap kenzo melepas pangutan bibirnya.


"ahhhhg"


kenzo menggigik bibir bawah Ara dengan sedik keras.


"kau sangat menggoda Ara.rasanya aku ingin memakanmu saat ini juga" bisik kenzo sambil menggigit daun telinga Ara dengan lembut membuat tubuh Ara berdesir hangat.

__ADS_1


" ki...kita sudah sampai tuan " kata Ara mendorong tubuh kenzo menjauh


"huhhhhhf" kenzo menghembuskan nafasnya kasar lalu menyeringai menatap Ara.


Ara keluar dari mobil lalu berlari memasuki mansion dengan wajah merah merona.


sedang kenzo tertawa terbahak bahak melihat Ara berlari seperti seorang pencuri yang tertangkap basah


"kau puas tuan muda " kata Billy datar sambil membuka pintu mobil untuk kenzo.


"sangat puas. hahaha " jawab kenzo tertawa


" kau tau Bill bibirnya sangat manis. " sambung kenzo menepuk bahu Billy


" yaa seperti madu" jawab Billy kesal karna sedari tadi harus menjadi penonton yang terus melirik penasaran.


"nasib jomblo" bisik hati Billy kesal


"lebih manis dari itu Billy. kau harus mencobanya." kata kenzo lagi


"yaa baiklah besok aku akan minta izin pada Ara untuk mencicipi bibirnya yang manis"


Buggggh


"kenapa kau memukulku" ujar Billy kesal memegangi perutnya yang sakit karna tinjuan kenzo tiba tiba


"kau ingin mencicipi bibirnya..!!" kata kenzo mengepalkan tangannya.


" lahhhh kan kau sendiri tadi yang menyuruhnya Bos" ujar Billy kesal


"aku menyuruh mencari wanitamu sendiri bukan malah nikung gue" kata kenzo menyikut kepala Billy.


"siaaaalan loo"


"aiiiissssss oke oke kau bosnya " jawab Billy kesal


"saya pamit undur diri tuan muda" kata Billy lagi sambil membungkukkan kepalanya


"sana looo pergi jangan balik lagi" sahut kenzo ketus


"kau yakin bos ... apa kau tidak butuh seseorang untuk mencicipi bi...."


"sudah sana cabut. asiisten sialan loooo" teriak kenzo memotong pembicaraan Billy.


"hahahaha jangan sering sering bos takut diabetes hahhahaha" Billy tertawa terbahak bahak memasuki mobil.


"huhhhhhf "kenzo menghembuskan nafasnya kasar.


"untung gue butuh loo kalok gc udah gue kubur hidup hidup looo Bill. "kata Kenzo dalam sambil berjalan memasuki mansion .

__ADS_1


__ADS_2