
adzan shubuh sudah berkumandan umi Ara tersenyum melihat Ara sang tengah terlelap sangat nyenyak.
"sudah saatnya kau bahagia nak. semoga prasaan umi benar... sudah cukup penderitaan yang kau Alami..." bisik umi dalam hati sambil mencium kening Ara
"umiii" kata Ara yang terbangun merasakan setetes air terjatuh tepat dipipinya.
"umi kenapa menangis..?" kata Ara bangun dari posisi tidurnya
"umi tidak menangis nak. umi hanya bahagia melihat putri kecil umi sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik" ujar umi mengelus puncuk kepala Ara.
"umi jangan katakan itu. Ara bukan gadis lagi umi lihatlat putra Ara yang tampan ini..." sahut Ara mengelus rambut Willy yang sedang terlelap disampinya.
"berbahagialah nak. sudah cukup penderitaan yang kau alami " kata umi memeluk Ara dengan lembut
"maafkan Ara umi. seandainya .."
"sudahlahhh jangan di ingat lagi.. semua terjandi atas kehendak Allah. percayalah Allah selalu tau apa yang terbaik untuk hambanya " tutur lembut umi mengelus bahu Ara sangat pelan.
"ayo bangun kita sholat shubuh berjamaah" sambung umi melepas pelukan Ara . sedangkan Ara hanya mengangguk pelan. tidak dapat di pungkiri perasaannya sedang berkecamuk antara benci dan kecewa.
.....
jarum jam terus berputar mengitari angka angka yang telah di tetapkan.
Ara dan uminya sedang asik menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya yang kembali berkumpul.
"Umi apa ini sudah cukup..?" ujar Ara memperlihatkan semangkok sayuran yang sudah di potongnya.
"sudah nak. sekarang kamu cuci " ujar umi Ara sambil memotong bawang untuk menumis.
"umiii umiii"
tiba tiba terdengar suara Willy yang menggelegar di seluruh ruangan aparteman yang tidak terlalu luas itu
"astaaaga anak itu biar Ara yang menghampirinya umi"ujar Ara sambil berlari menuju kamar Willy . sedangkan umi tersenyum melihat Ara yang berlari seperti gadis remaja.
"selamat pagi willy sayang" sapa Ara sambil mencium kening putranya yang sudah duduk dengan memanyunkan bibirnya.
"kenapa bunda tidak membangunkanku. apa bunda mau kabur lagi dariku..??" celoteh Billy yang membuat tersenyum simpul.
"bunda tidak akan pernah meninggalkan willy lagi. bunda akan selalu ada untuk Willy" sahut Ara memegangi kedua pipi willy yang tembeb
"bunda janji" ujar willy tersenyum memperlihatkan gigi putihnya yang kecil
"iyaa bunda janji... apa Willy lapar..??" ucapa Ara memegang perut Willy yang datar. sedang willy hanya tersenyum
"baiklah ayo kita mandi lalu sarapan " sambung Ara sambil mengangkat tubuh Willy kedalam gendongannya.
__ADS_1
...
"selamat pagi umi" sapa Willy yang masih betah berada di dalam gendongan Ara.
"selamat pagi cucu umi . aiiiss kau tampan sekali dengan baju itu." puji umi yang melihat Willy memakai baju barunya.
"benarkah umi Willy tampan..? Willy mau turun bunda"
"aissh kau ini" ucap Ara menurunkan willy dari gendongannya.
"Apa sudah seperti papa Billy umi..?" kat Willy menirukan gaya Billy saat melipat kedua tanggannya di depan dada.
Ara dan umi saling pandang lalu tertawa melihat exprexi Willy seperti Model fashion .
"bunda umi ...kenapa kalian menertawakanku.. apa aku jelek hikkz hikzz" Willy menangis dengan kedua tangan menutupi wajahnya.
"astagaaa .. apa yang kau katakan.. bunda dan umi tertawa karna bangga melihat Willy saaaangattt tampan lebih tampan dari paman Billy " kata Ara pelan sambil menghapus airmata Willy
"papa Billy bunda bukan paman " ujar Willy lagi sambil memanyunkan bibirnya.
"astagaa.. baiklah baiklah papa Billy hemm" ucap Ara tersenyum kesal melihat putranya yang memanyunkan bibirnya. sedangkan umi ikut tersenyum bahagia
"sarapan sudah siap ayo kita makan " kata umi sambil menarik kursi untuk Ara dan Willy.
"wahhh enak sekali ..Willy mau yang mana nak..?"tanya Ara melihat ke arah Willy
"Willy mau ambil sendiri bunda. Willykan sudah besar" celetuk Willy yang membuat Ara dan bundanya saling pandang lalu menghembuskan nafasnya bersamaan.
Ting tong
suara bel terdengar di aparteman Ara.
"siapa yang datang sepagi ini" kata Umi
"biar Ara yang membukanya umi" kata Ara sambil berjalan menuju pintu
"Kak Billy..?" sapa Ara yang melihat Billy sudah berdiri didepan pintu dengan setelan jas yang lengkap
"ada apa.." sambung Ara
"tuan kenzo memintaku untuk menjempun nona Ara sekarang juga." ucap Billy datar layaknya seorang pengawal yang kejam
"aisss kau ini .. pagi buta begini .. apa kak Billy yakin..??" tanya Ara memastikan karna matahri belum sepenuhnya menampakkan diri.
"huhhhf apa kau lupa bosmu itu siapa. ayolahh jangan membuatku salah lagi" ucap Billy kesal
"baiklah.. aku ganti baju dulu..kak Billy tidak masuk..?"
__ADS_1
"Tidak kau cepatlah aku tunggu 1menit" kata Billy lagi dengan nada sperti mengancam
"asaataga baiklah baiklah.."sahut Ara lalu berlari menuju kamarnya. menganti baju tidurnya dengan celana jeans panjang dan baju kasual polos
"Willy sayang bunda brangkat kerja dulu yaa. umi Ara berangkat" ucap Ara mencium pipi willy dan pipi uminya
"pelan pelan Ara " kata Umi mengelengkan kepalanya melihat Ara berlari melewati ruang tamu dengan cepat.
"ayo kak huhhhf huhhfff" ujar Ara saat keluar dari pintu dengan nafas yang tersengal senggal. sedangkan Billy menatap Ara sambil menggelengkan kepalanya.
"gadis cantik yang polos" kata Billy dalan hati sambil terus melangkah menjauhi aparteman dengan di ikuti Ara di belakangnya.
"silahkan nona" kata Billy mempersilahkan Ara masuk layaknya seorang nyonya.
"ahhh tidak. aku akan duduk di depan saja kak . tidak sopan berada terlalu dekat dengan tuan muda" ucap Ara tersenyum melirik kenzo yang sedang duduk di dalam mobil dengan wajah datarnya.
"entahlah apa yang akan terjadi sebentar lagi" bisik Billy dalam hati sambil menutup kembalu pintu belakang beralih membuka pintu depan.
"terima kasih kak" kata Ara sambil masuk kedalam mobil dengan senyumnya yang manis. sedangkan kenzo sudah geram melihat adegan yang ditontonnya.
"Billy" kata kenzo geram membuat Billy mengurungkan niatnya untuk menyalakan mesin mobil.
"katakan pada asistenku ..!! dia yang akan pindah ke belakang atau aku sendiri yang akan pindah kedepan.." kata kenzo datar menatap Willy dengan tajam
"ckkkk bilang saja kalau kau sudah rindu pada gadis ini tuan" kata Billy dalam hati.
"Billy " panggil kenzo lagi dengan suara yang lebih keras.
"nona Ara sepertinya kau harus pindah kebelakang sebelum singa ini mencabik cabik tubuhku" kata Billy kesal
"dukkk"
"heyy tuan muda kenapa kau memukul kepalaku . apa kau sudah tidak membutuhkanku" ujar Billy kesal sambil memegangi kepalanya yang mendapat jitakan dari kenzo
"pastikan gadis itu pindah atau aku yang akan melemparmu kedalam neraka" kata kenzo geram
"huhhhf seperti malaikat maut saja. baiklahh..." sahut Bill kesal
" heyy kau pindah kebelakang atau aku akan melemparmu ke dalam neraka." kata Billy menatap tajam ke arah Ara yang sedari tadi seperti penonton setia.
"yaa ampun kak . tatapanmu lebih menakutkan dari pada singa itu" bisik Ara pelang di dekat telinga Billy
"Benarkah "
"Billllyyy sepertinya aku harus menyuruh mommy membawamu kenegara N" ucap Kenzo tersenyum Devil membuat Billy tegang
"Ara cepat pindah kebelakang cepat" kata Billy keluar dari mobil dan membuka kedua pintu mobil dengan cepat.
__ADS_1
"ayo pindah ke belakang" kata Billy datar seperti mengancam. sedangkan kenzo tertawa melihat Billy ketakutan.
"aiiisss kau ini .. cepat sekali berubah" kata Ara kesal