"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
cinta sayang dan Rindu


__ADS_3

🌞🌞🌞🌞🌞


"gara gara berdebat sama mommy. jadi telat jemput Ara huhhhh sial kenapa kemarin aku tidak menyuruh Billy membawa Willy bermain keluar ..?? astaga kenapa akhir akhir ini fikiranku kacau" gerutu Kenzo sambil membawa laju mobilnya dengan sangat cepat menuju kerumah sakit untuk menjemput Ara .


tiba di rumah sakit kenzo segera berlari menuju keruangan Ara yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Ara yang memang ingin cepat cepat pulang dan bertemu sang umi.


"kenapa gc datang besok aja tuan muda" kata Ara sinis yang hanya di jawab oleh kenzo dengan senyumannya yang lebar menampakkan deretan giginya yang rapi


"aiiisss malah ketawa.. kak Billy aku sudah boleh pulang sekarang kan"


"tentu saja bukankah sedari tadi kita hanya buang buang waktu saja disini" sahut Billy yang memang kesal sudah hampir satu jam menunggu kedatangan Kenzo sedangkan Aditia yang sedari pagi bersama mereka sudah berlalu untuk menangani beberapa pasiennya.


"ayokak aku sudah muak di sini" kata Ara sambil menarik tangan Billy keluar ruangan membuat wajah kenzo yang sedari tadi nampak bahagia melihat tubuh Ara yang sangat anggun di matanya kini berubah tegang denga bola mata yang terbuka lebar menatak tangan Billy yang sudah berada di dalam gengaman Ara


"Billy katakan padaku..? apa aku harus memotong tanganmu itu"


"sudah kuduga" bisik Billy dalam hati melihat kenzo sudah menampakkan taringnya.


"jangan hiraukan pria itu kak Billy.. astaga dia sangat menakutkan" bisik Ara di dekat telinga Billy yang membuat amarah kenzo semakin memuncak.


"Billy"


"astaga sepertinya aku harus segera pergi ada miting penting sebentar lagi ya ampun aku hampir lupa"


"tapi kak bagaimana denganku"

__ADS_1


Billy terus melangkah dengan cepat tanpa menghiraukan perkataan Ara lagi membuat bibir kenzo seketia tersenyum devil


"mari nona biar saya antar"


"tidak perlu" sahut Ara sinis membuat Kenzo terkekeh geli melihat wajah kesal Ara


"ayo aku antar" kata kenzo mencoba meraih tangan Ara namun yang di dapat hanyalah tepisan


"sudah aku bilang tidak perlu aku bisa pulang sendiri"


Kenzo tersenyum melihat wanita yang mampu mencuri hatinya berjalan di depannya dengan wajah yang sangat kesal.


"aahhhhh turunkan aku .. tuan muda tolong turunkan aku "


"teriak yang keras agar smua orang melihat keromantisan kekasihmu ini sayang.!!" bisik kenzo pelan terus berjalan menuju keluar rumah sakin dengan mengankan tubuh Ara seperti bridal style.


"alis yang tebal bulu mata yang indah hidung mancung bibir yang..."


"apa belum puas mengagumi ketampananku nona"


"ti.. tidak aku hanya melihat sesuati di wajahmu"


"benarkah..??"


"ap... apa yang akan kau lakukan tuan " kata Ara gelagabapan merasakan hembusan nafas kenzo yang beraroma mint berhembus tepat di wajahnya yang sudah bersemu merah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


"tu... tuan jangan macam macam cepat turunkan aku" kata Ara lagi segera turun dari gendongan kenzo yang sudah melonggar


"hahahaha kau lucu sekali nona hahaha"


"mau antar aku sekarang atau aku pulang naik taksi" ancam Ara yang langsung mampu membungkam tawa kenzo .


"hahaha maaf maaf mari silahkan nyonya smith" ujar kenzo membuat Ara langsung masuk kedalam mobil tak mempedulikan tuan mudanya yang membungkukkan layaknya seorang pengawal.


"dasar tuan muda tengik baru aja aku mengaguminya sekarang sudah kembali ngeselin . aku tarik lagi kata kataku barusan tuan" gerutu Ara kesal


suara deruman mesin sudah menyala ke empat roda perlahan menggelinding menyusuru aspal hitam yang mulai di penuhi kendaraan. kenzo membawa laju mobilnya menuju ke aparteman Ara dengan tatapannya yang sesekali mencuri pandang ke arah gadis yang sedang duduk di sampingnya. bibirnya terus tertarik memperlihatkan bentuk senyumnya yang menawan menatap Ara yang sedari tadi melihat keluar jendela seakan tak menghiraukan keberadaan pria tampan di sampingnya tapi tidak dengan hati dan fikirannya yang memang tak bisa di pungkirinya bahwa kenzolah yang sedang bertahta di sana.


"heyyy apa yang kau lakukan tuan muda" kata Ara lantang sambil menepis tangan Kenzo yang mencoba membuka setbel untuk Ara.


"aku hanya ingin membantumu nona. atau kau berharap bukan ini yang aku lakukan" goda kenzo setelah membuka setbel di tubuh Ara. perlahan tubuhnya maju mengikis jarak di antara wajahnya dan Ara yang semakin dekat semakin dekat dan


Cuppp


kedua bibir itu menyatu sempurna kenzo mengh*s*pnya dengan lembut membuat Ara memejamkan matanya menikmati tubuhnya yang berdesir hangat dengan jantung yang sudah berpacu sangat cepat dan lebih cepat lagi.


"aahhhh"


satu desahan lolos dari bibir Ara ketika kenzo mengigitnya dengan pelan.


"jadilah wanitaku Ara " bisik Kenzo pelan menyudahi pangutak bibirnya yang memaksa menuntut lebih lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ara

__ADS_1


"biarkan seperti ini sebentar saja" kata kenzo lagi yang membuat Ara kembali terdiam tanganya yang tengah mencoba menjauhkan tubuh kenzo kini malah mengusap punggung kenzo dengan lembut entah apa yang sedang berada di fikiran kedua sejoli ini hingga berpelukan layaknya sepasang kekasih saling cinta .tak menyadari ada sepasang mata yang menatapnya dengan nanar semenjak kedatangan mereka dari awal


"tuhan apa ini kenyataan yang sebenarnya. cinta sayang dan Rindu . ini semua tak terbalas..!!! katakan padaku tuhan bahwa ini hanya mimpi atau ilusiku semata..!!!! "


__ADS_2