"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
gedung tua


__ADS_3

Ara mengerjap ngerjapkan matanya melihat keseliling ruangan yang gelap dengan kedua tangannya yang terikat disebuah kursi besi yang sudah berkarat.


"tolong.. tolong... seseorang tolong aku" teriak Ara dengan keras mencoba melepas ikatan tangannya yang menyakiti pergelangannya.


Brakkkk


suara pintu terbuka sangat keras membentur tembong tua yang masih berdiri dengan kokoh.


"tuan. anda siapa.? kenapa anda membawaku ketempat ini" kata Ara pada seorang pria yang memasuki ruangan itu dengan beberapa pria berbadan kekar mengikutinya di belakang.


"aku sedang menunggu seseorang yang akan menolongmu nona" sahut pria itu tersenyum sambil membelai wajah Ara yang terlihat sangat cantik


"aku tidak punya siapapun di dunia ini tuan. aku hanya punya seorang ibu dan seorang anak yang masih balita. tidak akan ada yang mau menolongku seperti yang anda fikirkan tuan. anda salah orang" kata Ara keras menatap mata pria di hadapannya yang terlihat sangat tampan.


"apa kau yakin nona..? atau kau sudah lupa dengan tuan mudamu itu.?"


"maksudmu tuan kenzo hahahaha" Ara tertawa mendengar pria itu menyebut kenzo


"kau fikir dia itu siapaku tuan hingga kau berfikir dia yang akan menolongku ke tempat mengerikan seperti ini"


" aku yakin dia sudah tau dengan posisimu sekarang ini nona. kita tinggal menunggunya sebentar lagi dan aku akan segera mengirimnya keneraka.!!" ucap pria itu dengam tatapan dinginnya membuat tubuh Ara merinding melihat kedua bola matanya yang terlihat memancarkan dendam yang sangat besar.


"apa kau punya masalah dengan tuan kenzo.?" tanya Ara lirih namun masih terdengar jelas di telinga pria itu.

__ADS_1


"aku tidak punya masalah dengan ******** itu tapi ******** itu yang punya salah pada diriku"


"kenapa tidak kau bicarakan baik baik tuan. aku yakin tuan kenzo pasti punya alasan untuk semua kesalahannya"


"jangan mengajariku nona "


"Aww aww sakit tuan sakit.." rintih Ara yang merasakan dangunya sangat sakit karna cengkraman pria itu yang sangat keras.


"jangan membela tuanmu di depanku nona. atau aku akan menghabisimu juga " ujar pria itu geram melepas cengkraman tangannya dengan keras membuat kedua pipi Ara merah dengan bekas jari jari yang terlihat jelas.


"Renaldoo.!! kenapa kau menyakiti keponakanku Renal.!!" suara keras seorang pria bergema memasuki ruangan membuat Ara langsung menoleh menatap seorang pria berjalan kearahnya dengan setelan jas lengkapnya.


"paman.!!" ujar Ara pelan


Ara terdiam menatap wajah paman Rafkinya yang tersenyum seakan akan bahagia melihat rasa sakit yang dirasakan Ara.


"sedang apa kau disini Ara."


"jangan berpura pura lagi paman. aku keponakan paman yang licik"sahut Ara tersenyum miring menatap kedua pria yang sedang duduk dihadapannya dengan kaki yang bersilang seperti seorang penguasa.


"hahaha ternyata kau juga mewarisi sifat licikku sayang hahaha"


Rafki tertawa terbahak bahak melihat expresi Ara yang seakan tidak merasakan takut sama sekali

__ADS_1


"apa itu kak Billy" bisik hati Ara yang sekilas melihat seseorang menyelinap masuk keruangan gelap yang hanya diterangi oleh beberapa titik cahaya dari atap yang sudah mulai bolong.


Ara tersenyum hatinya mulai merasa aman


"sepertinya paman tidak selicik itu." ujar Ara tersenyum mengejek Rafki yang sedang menertawakannya.


"yaaa sepertinya begitu... karna kau lebih licik.!! memanfaatkan kenzo untuk merebut perusahaanku" kata Rafki datar dengan tatapannya yang tajam membuat Ara tersenyum kecut.


"apa kau yakin itu perusahaanmu paman. apa kau masih ingat aku Nayra putri Aditia putri satu satunya tuan Rizki Aditia pemilik sah stargroup " sahut Ara lantang membuat amarah Rafki memuncak


"stargoup hanya milikku tidak akan ada yang bisa merebutnya dari tanganku sekalipun kau putri kakakku yang bodoh itu"


"jangan lupa..kau hidup terpandang dengan hasil keringat pria bodoh itu paman.!!!" sahut Ara tersenyum sinis menatap Rafki yang berjalan menghampirinya dengan wajahnya yang merah padam.


plassshhh


sebuah tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Ara yang mulus.


"bahkan kau menyakiti putri pria bodoh yang sudah membuat dirimu bergelimangan harta tuan Rafki.!!" ucap Tiara datar dengan tetesan airmata yang lolos dari pelupuk matanya membuat kenzo yang sedari tadi berada di balik pintu mengangkat senjata apinya


Dorrrrr


sebuah peluru panas lolos menenbus telapak tangan Rafki yang terangkat sudah siap mendaratkan tamparannya sekali lagi di pipi Ara. membuat Rafki dan anak buahnya terkejut melihat kenzo yang tiba tiba menyerangnya. sedangkan Renaldo hanya tersenyum licik karna memang sudah mengetahui kedatangan kenzo yang dilaporkan oleh anak buahnya

__ADS_1


__ADS_2