"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
nyonya muda smith


__ADS_3

"maafkan umi nak. bukan maksud umi untuk memisahkanmu dengan ayah kandungmu sendiri nak maafkan umi"


Tangis umi Ara pecah memeluk tubuh mungil Willy yang tengah tertidur pulas dalam depakannya. rasa bersalah terus mengiris hatinya mengingat wajah Willy yang terlihat sangat bahagia berada di pangkuan Randi ayah kandungnya sendiri.


"suatu saat kebeneran pasti terungkap dengan sendirinya. tolong bantu hambamu ini ya Allah. tuntun dan bimbing Kami semua untuk mengikuti arus yang seharusnya kami lalui" ucap umi Ara lirih mencium pincuk kepala Willy lalu ikut terlelap mengunjungi alam bawah sadarnya.


sedangkan di rumah sakit utama Alberto Ara tersadar mengerjap ngerjapkan kedua pelupuk matanya menelisik setiap sudut ruangan hingga tertuju pada sebuah sofa yang berada di samping tempat tidurnya.


perlahat bibir Ara yang ranum terangkat pelan menampakkan senyumnya yang terlihat manis menatap kenzo yang tengah tertidur sangat pulas dengan pakaian kerja yang masih lengkap.


"terima kasih tuan" bisik Ara pelan dalam hati kembali memejamkan matanya melihat handel pintu yang berputar dan terbuka menampakkan dokter Aditia dan Billy yang datang dengan wajah datarnya.


"kenapa..?"


suara Billy terdengar datar di telingat Tiara yang masih setia memejamkan kedua matanya.


"semuanya normal..."


"heyy!!! dokter bodoh kenapa kau menyentuhnya.!!" suara kenzo terdengar seperti barinton membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut menatap tubuh kenzo yang sudah duduk menyilangkan kedua kakinya memotong pembicaran Aditia yang tengan memerika denyut nadi di pergelangan Ara.


"Cckkkk" decak kesal Aditia yang langsung melepas tangan Ara dengan kasar. membuat Ara yang sebenarnya sudah sadar sedikit kesal merasakan perlakuan Aditia.


"apa kau mencari kesempatan dalam kesempitan.!!"


"Billy sepertinya aku akan membawa kabur pasien ini. aku ingin tau bagaimana reaksi tuan muda yang bucin ini..!!!" sahut Aditia kesal mendengar perkataan kenzo yang menyulutkan api kesal di otaknya.


"lakukan saja jika kau sudah bosan untuk hidup..!!!"


"ohhh benarkan..?? kenapa aku harus takut pada pria over posesif sepertimu..!!"


"kau berani sekali..!!"


"nona cepat buka matamu.!! kau lihatlah pria bodoh ini..!! apa kau yakin ingin hidup dengan pria seperti ini..!!" teriak Aditia di samping Ara melihat kenzo yang berjalan ke arahnya dengan kepalan tangannya yang siap melayangkan tinjuan ke wajah Aditia seperti biasa.

__ADS_1


"tuan muda " suara Ara pelan yang langsung mendinginkan kepala kenzo yang sudah mulai memanas.


"Ara kau sudah sadar. aku sangat khawatir..."


"Cihhhhh dasar bucin.!!!" gerutu Aditia pelan melihat wajah kenzo yang langsung berubah 180 derajat membuat kenzo langsung menghentikan ucapannya menatap Aditia dengan tatapan membunuhnya.


"astagaaa.. nona kau lihat tatapannya horor sekali" bisik Aditia di telinga Ara membuat Kenzo langsung menarik tangan Aditia dan mendorongnya kasar.


"kau ini semakin berani.!!! apa kau sudah bosan bekerja denganku.!!!"


"tuan muda ayolahh kenapa kau posesif sekali "


"aku bukan posesif tapi aku tidak suka milikku di sentuh orang lain.!!"


"itu sama saja tuan muda. kau tidak usah khawatir aku tidak akan pernah merebut milikmu.!!'


"apa kau yakin..?" ujar kenzo mengangkat kedua alisnya membuat Aditia langsung menganggukkan kepalanya pelan.


"bagaimana dengan mainan mainanku..? bahkan kau selalu saja iri dengan barang barangku"


sedangkan Ara hanya bisa diam memperlihatkan senyumannya yang manis merasa terhibur melihat perdebatan kedua pria dewasa di hadapannya.


"apa kau masih ingat itu..??"


"itu sudah dulu sekali tuan muda. kenapa kau mengungkitnya di sini.!!!" gerutu Aditia meletakkan tubuhnya di sofa empuk yang berada di ruangan itu.


"aku hanya waspada saja pada benalu "


"astaga tuan muda.. baiklah aku tidak akan pernah menyentuh wanitamu itu. dan jangan pernah kau memintaku untuk memeriksanya.!!"


"apa kau sudah gila.!!! lalu aku membayarmu mahal untuk apa bodoh!!!"


"hufhhh terserah kau saja tuan muda aku lelah berdebat denganmu.!! Billy kau ikutlah denganku.!!"

__ADS_1


"kalian mau kemana..??!" teriak kenzo yang melihat Billy langsung berjalan mengikuti langkah Aditia.


"mungkin dokter Adit akan menjelaskan keadaan nyonya muda tuan muda"sahut Billy datar langsung mengikuti langkah Aditia yang sudah berlalu di balik pintu tanpa mendengar jawaban kenzo yang sudah mengerutkan kening mencerna kata kata Billy.


"apa kau mau menjadi nyonya muda smith Ara..?"


Ara mengerutkan kening menatap wajah kenzo yang terus mendekatkan wajahnya mengikis jarak di antara mereka.


"Tuan muda..!"


"jadilah nyonya muda smith Ara "


Ara menelan salifanya mendengar ucapan kenzo yang terdengar serak dengan wajah yang sudah berada sangat dekat membuat jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.


Ara memalingkan wajahnya cepat membuat bibir kenzo mendarat di bantal yang sedang di gunakannya.


"kenapa kau menghindar Ara.!!"ujar kenzo kesal


"saya.. saya..."


"huhhhf baiklah aku tau kau pasti malu kalau begitu kita akan melakukannya lain kali" ujar kenzo sambil merebahkan tubuhnya di samping Ara.


"tuan muda.."


"jangan bergerak tetap diam seprti ini atau kau akan membuat lukamu itu kembali terbuka dan lebih lama berbaring di tempat ini... atau kau memang ingin tetap di sini agar aku terus menjagamu..!!!"


"astagaa kenapa kau berfikir seperti itu tuan muda.!!!"


"memang seperti itu isi otakmu nona."


"terserah kau saja tuan " sahut Tiara kesal yang selalu kalah jika berdebat dengan kenzo.


"kau tau aku sangat menghawatirkanmu Ara"

__ADS_1


Ara tersenyum manis mendengar perkataan kenzo yang terdengan sangat tulus membiarkan tangan kekar kenzo melingkar sangat erat di perutnya dengan hembusan nafas yang beraroma mint menerpa ceruk lehernya membuat darah yang mengalir di tubuh Ara terasa berdesir hangat merasaka sensari yang berbeda berada di dalam pelukan kenzo yang selalu mampu membuat hatinya bahagia walau dengan perlakuannya yang sederhana


"hamba pasrahkan semuanya padamu ya Allah. jika memang pria ini jodoh hamba tolong permudahkanlah jalan kami. jangan biarkan kami terus bergelanyut dengan zina seperti ini" bisik Ara pelan menatap wajah Kenzo yang sudah tertidur pulas dengan hembusan nafasnya yang terasa hangat dan beraturan di ceruk lehernya.


__ADS_2