"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
pria melo


__ADS_3

"dari mana saja kau itu. aku datang kesini jauh jauh tapi kau malah tidak menghiraukan kehadiran kita ..!!! apa kau sudah bosan menjadi tuan muda Smith anak muda..!!!"


"huhhhhf" kenzo menghembuskan nafasnya kasar memilih duduk di samping Daddynya yang terlihat santay dengan secangkir teh hangat tidak menghiraukan sang mommy yang sudah menyambutnya dengan ocehannya yang terdengar melengking di telinga kenzo.


"heyyy apa telingamu ini sudah tidak berfungsi lagi hahhh"


"mommyy sakit sekali.. astagaa kau sangat kejam mom" sungut kenzo memegangi telinganya yang di tarik oleh nyonya besar smith dengan keras.


"sudahlah mom jangan marah marah begitu. putra kita ini sudah dewasa janganlah samakan dia seperti bocah nakal seperti itu" sahut tuan Alberto smith yang membuat kenzo tersenyum senang tapi malah semakin menyulutkan emosi nyonya besar yang terlihat melebarkan kedua bola matanya.


"mommy jangan perlihatkan wajah jelekmu itu mom. bagaimana kalau ada orang yang lihat astaga... itu akan berdampak buruk pada popularitas kenzo mom"


plakkk plaakkkk


"kalian ini ayah sama anak sama saja .!!!"


tuan Alberto smith dan Kenzo memegangi pipinya yang mendapan tamparan tiba tiba dari mommynya.


"hahahahaha"


"hahahahah"


kenzo dan tuan Alberto tertawa sangat keras melihat punggu mommynya yang sudah menghilang di balik tembok.


"kau lihat mommymu itu tidak pernah berubah dari dulu dia selalu saja menggemaskan" ucap tuan Alberto keras yang membuat kenzo semakin tertawa terbahak bahak hingga terdengar keseluruh ruangan mansion yang begitu luas.


Dretttt Dretttt Drettttt


tiba tiba suara getaran ponsel kenzo terdengar dari saku celana kenzo membuat kedua tuan itu menghentikan tawanya seketika.


"ya Bill ada apa..??" Tanya kenzo pada Billy yang berada dalam panggilan ponselnya.


......


"ya sudah lakukanlah"


.....


tuttttt tutttt tuttttt


kenzo langsung memutuskan telfonnya


"aku permisi dulua Dad" ucap kenzo yang di jawab oleh anggukan kepala oleh Tuan Alberto.


sedangkan Billy langsung membawa laju mobilnya dengan cepat menuju ke aparteman Ara yang harus menempuh jarak beberapa menit.


"apa mereka ada di dalam..?" sapa Billy pada kedua pengawal yang berjaga di depat aparteman Ara.


"nyonya ada di dalam tapi tuan muda sedang berada di luar tuan." sahut seorang pengawal yang membuat dahi kenzo mengerut.

__ADS_1


"iya tuan saya sempat menemaninya tapi tuan muda menyuruh saya kembali kesini "


"kemana dia.?"


"bermain ke aparteman seorang pemuda yang kemarin bertemu dengannya tuan"


"pemuda..? apa dia mencurigakan..?"


"sepertinya tidak tuan "


"baiklah.. antar aku menemuinya sekarang sam"


"baik tuan" sahut seorang pengawal yang bernama sam tersebut sedangkan pengawal satunya yang bernama Hen itu tetap terdiam dengan wajah datarnya melihat punggu Billy dan Sam yang sudah hilang di balik tembok.


Ting tong ... Ting tong...


suara bel aparteman Randi berbunyi nyaring oleh pencetan Sam yang sudah berdiri di depan pintu bersama Billy yang sudah memperlihatkan wajah dinginnya.


"apa kau yakin mereka di sini.?" tanya Billy datar yang membuat hati Sam sedikit ragu.


"iya tuan saya yakin. "


Ting tong... Ting tong...


Sam kembali memencet tombol bell di hadapannya dan melihat handel pintu sedikit berputar yang membuat Sam bernafas sangat lega.


"pricill..!!"


Billy tetkejut melihat pintu yang terbuka memperlihatkan Angel yang berdiri dengan baju seksinya yang terbuka.


"sedang apa kak Billy di sini..??"


"kau sendiri ngapain disini..?"


"aisss kau ini aku bertanya malah tanya balik." dengus pricilia kesal mengibaskan tangannya di depan wajah Billy.


"papa Billy.." teriak Willy lantang membuat Randi yang sedang sibuk memasak di dapur segera berlari mengikuti langkah Willy yang sudah berlari kencang.


"heyy jagoan. apa kau merindukanku..?"


"aku sangat merindukanmu pa. apa papa Billy datang bersama bunda..?"


Billy tersenyum manis membawa tubuh mungil Willy kedalam gensonganya dengan kedua bola mata yang langsung menatap wajah Randi dengan tatapan membunuhnya.


"Randi.!!! Willy..!! apa dia sudah mengetahui semuanya..!!?" ucapnya dalam hati .


"apa ini anak mu kak..?? astagaa..!!! bagaimana mungkin bukankah kak Billy belum menikah..??" tanya pricilia yang mulai penasaran.


"ahhhh yaaa " sahut Billy datar

__ADS_1


"terima kasih tuan sudah menamani putraku bermain..??"ucap Billy senetral mungkin membuat Randi tersadar dari fikirannya sendiri.


"ahh yaaa tuan sama sama. apa ini benar putramu tuan..?"


Billy terdiam menatap wajah Randi dengan tajam


"aku permisi tuan Randi. sekali lagi terima kasih sudah menjaga putraku dengan baik"


"dada paman.. lain kali kita bermain lagi yaaa"


Randi terdiam melihat wajah Willy yang terlihat sangat persis dengan wajahnya semakin menjauh oleh langkah Billy yang terus melangkah pergi.


"papa Billy Ayah kenzo..!!! siapa anak kecil itu sebenarnya..??? kenapa hati kecilku merasa ada yang janggal ..!!! Araa.... iya Araaa bukankah Ara berada di tengah tengah kedua pria itu..!!! apa mungkin...."


"apa kau baik baik saja.." ucap pricilia mengibas ngibaskan tangannya membuat Randi tersadar dari fikirannya sendiri.


"aahhh yaaa "


"apa ada yang kau fikirkan..??"


"Tidak..!!! aku hanya berfikir tentang anak itu. kau lihat dia memanggil Tuan Billy dengan sebutan Papa dan tadi aku mendengarnya menyebut ayah kenzo. aku hanya berfikir siapa ibunya..??"


"mungkin dia anak yatim piatu yang di rawat oleh mereka berdua. setahuku kak Billy dan kenzo belum pernah menikah apalagi memiliki seorang putra.."


"apa kau yakin..?? atau mereka pernah membuat seseorang hamil "


"aku rasa itu tidak mungkin.. aku sangat mengenal siapa mereka. mereka itu sangat anti dengan wanita. bahkan aku pernah berfikir mereka berdua saling terikat satu sama lain"


"maksudmu gay "


"hahahahaha itu kau yaa yang bilang bukan aku hahhaa"


"aiissss kau ini" dengus Randi kesal membawa langkah kakinya menuju ke arah dapur meninggalkan pricilia yang masih tertawa terbahak bahak di ambang pintu.


"astagaa.!!!!! penggorengan kesayanganku..!!!" teriak Randi berlari melihat dapurnya yang sudah mengepulkan asap yang berbau membuat pricilia terkejut ikut berlari mengikuti arah Randi.


"yaaa ampun Rendi kenapa kau ceroboh sekali huhhhf bau sekali..!!!"


" wajan kesayanganku..!!"


"astaga kenapa kau lebai begitu..!!' ujar Pricilia mengelengkan kepalanya melihat Randi yang tengah memegangi penggorengannya yang sudah gosong.


"ini wajan kesayanganku kau tau !!! sekarang sudah gosong seperti ini "


"yaaaa tinggal beli yang baru.. kenapa harus repot."


"ini wajan satu satunya di dunia kau tau... aku tidak akan pernah mendapatkannya dimanapun yang seperti ini..!!"


"astagaaa.... kenapa pria ini melo seperti ini..!!! yaa ampun..!!!!" gerutu Pricili menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa menatap Randi heran.

__ADS_1


__ADS_2