
"Aku mencintaimu Ara. aku tidak memintamu untuk tetap berada disisiku hanya saja aku merasa bahagia bisa mengungkapkan semuanya. walau itu akan membuat jarak di antara kita semakin jauh. Terima kasih Ara terima kasih " kata Kenzo pelan dengan tetesan bening yang berhasil keluar dari sudut matanya yang tajam
"Assalamualaikum Ara" lirihnya lagi sambil membawa kedua kakinya melangkah perlahan menjauhi tubuh Ara yang masih terdiam kaku dengan tangisnya yang semakin deras.
"apa yang harus aku lakukan ya Allah..?? apa ini yang terbaik ..? tapi hatiku.." batin Ara memegang dadanya yang terasa berdenyut merasakan tubuh kenzo yang terasa semakin menjauh dengan tubuh kekarnya terlihat sangat lemas tak seperti tubuh seorang kenzo yang selalu terlihat dingin dan arogan
"aku juga mencintaimu tuan muda" kata Ara lantang membuat kenzo menghentikan langkahnya sebentar lalu kembali melangkah tanpa menoleh ke arah Ara sedikitpun.
"kau bilang kau mencintaiku tapi kau selalu saja meninggalkan aku . aku benci kamu kenzo.. aku benci..!!!! hikkzz hikkzzz" teriak Ara histeris kedua tangannya mencengkram pasir pantai dengan kedua kakinya yang juga bertumpu di pasir seakan tubuhnya tak mampu melakukan hal lain selain mengumpat dan menggenggam pasir dengan erat.
"bangunlah aku tidak suka melihat wanita menangis" suara kenzo kembali terdengar menyapu gendang telinga Ara.membuat wanita itu langsung mendongakkan kepalaya yang langsung bersitatap dengan kedua bola mata kenzo yang juga menatapnya dengan hangat.
"kenapa kau kembali.!! pergilah aku tidak butuh pria bodoh sepertimu" teriak Ara lagi membuat kenzo lembali menzzzzarik tangannya yang sudah terulur di hadapan Ara
"baiklah jika itu maumu aku pergi" timpal Kenzo kembali melangkah meninggalkan Ara yang masih setia dengan tangisnya.
"kenapa kau suka sekali membuatku menangis tuan muda hikkzzz hikkzzz" tangis pilu Ara terdengar sangat menyakitkan didada kenzo namun kedua bibir pria itu tertarik lebar membentuk sebuah senyuman yang mampu membuat setiap wanita terpesona merasakan dekapan hangat dari Ara yang tiba tiba memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"aku juga mencintaimu kenzo" sambung Ara lagi dengan kedua tangannya yang semakin erat memeluk tubuh kenzo.
"apa kau serius..?" tanya kenzo memutar tubuhnya menatap kedua bola mata Ara dengan wajahnya yang berbinar bahagia.
"apa kau sedang mengejekku tuan.." jawab Ara jengkel dengan isakan tangisnya yang masih terus berlanjut membuat kenzo langsung memeluk tubuh ramping Ara sangat erat.
"menikahlah denganku Ara " bisik Kenzo pelan sambil memeluk tubuh Ara dengan sangat erat membuat tangis Ara semakin pecah membasahi jas mahal kenzo dengan airmatanya bahkan cairan bening yang keluar dari hidung Ara juga nempel di sana.
"sudahlah jangan menangis seperti itu kau terlihat semakin jelek jika menangis" ujar kenzo membelai kepala Ara dengan lebut
"jangan pernah pergi menjauh dariku lagi"
"duduklah dulu kita habiskan malam ini dengan penuh romantis"
"aku tidak mau" dengan sisa isak tangisnya Ara masih saja keras kepala menepis tangan kenzo yang akan menuntutnya duduk.
"makanlah dulu setelah itu aku akan menjelaskan semuanya" kata Kenzo mencoba mengalah tak mau acara diner romantisnya hancur hanya karna fikiran Ara yang sudah melayang kemana mana.
__ADS_1
kenzo tau Ara pasti masih kesal dengan kejadian di restoran waktu itu maka dari itu kenzo langsung menceritakan semuanya pada Ara tanpa ada sedikitpun yang di sembunyikan.
hingga tak terasa waktu berjalan begitu cepat jarum jam sudah mengarah pada angka satu dini hari. kenzo tersenyum simpul menyentuh kedua alis hidung lalu turun pada bibir Ara yang ranum.
"kau berhasil membuatku gila nona" bisik kenzo pelan terus mengusap bibir Ara yang tengah terlelap dalam pangkuannya dengan pelan .rasa bahagia sangat terasa di hati kenzo bahkan tak ada kata yang mampu mewakili rasa bahagia yang terpancar di wajah pria dingin ini yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta.
sedangkan disisi lain yang tidak jauh dari pantai itu terlihat beberapa orang pria yang masih berdiri setia mengamati kedua sejoli yang terlihat duduk dihamparan pasir putih yang membentang luas di seluruh bibir pantai.
salah satu pria itu tersenyum lebar sambil berjalan perlahan mendekati kenzo.
"sudah dini hari apa tidak sebaiknya kita kembali ke hotel tuan" tutur Billy hati hati tak mau merusak aura bahagia yang terpancar di wajah tuan mudanya.
"pergilah segera siapkan pesta pernikahan yang sangat mewar di pantai ini undang para media aku akan mengumumkan pernikahanku pada seluruh dunia" printah kenzo tak terbantahkan membuat Billy terdiam seakan tidak mengerti apa yang sedang di ucap oleh kenzo.
"apa maksudmu bos.?" suara Billy terdengar ambigu antara mengerti dan tidak mengerti menatap wajah datar kenzo yang terus menatap wajah Ara yang terlelpa sangat nyenyak berada di pangkuannya. tak sedikitpub tatapan kenzo terlepas dari setiap inci wajah Ara.
"apa kau sudah kehilangan otak pintarmu Billy..? hingga aku harus mengulang printahku lagi"
__ADS_1
"tidak bukan begitu boss emmm baiklah aku mengerti sekarang. tapi pesta seperti apa yang kau inginkan tuan..?" sahut Billy bersemangat membuat kenzo kembali terdiam mengusap wajah Ara dengan lembut.
"termewah. " sahut kenzo singkat membuat Billy sedingit bingung tapi pria itu langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan segera berlalu.