"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
nyaman


__ADS_3

"Ara kau kenapa . mondar mondar seperti setrika..??" tanya bik sari yang melihat Ara sedang gelisah di ruang tamu itu.


"haduhhh bik sari ini mengagetkanku saja. " ujar sara mengusap dadanya


" ya ellaaaa gitu aja udah kaget. kau itu kenpa..? " tanya bik sari lagi


" gak tau bik dari tadi perasaan Ara kok gak enak ya. apalagi tuang belom pulang sampek jam segini.." kata Ara duduk di sofa sambil memegangi dagunya.


" oooh tak kira lagi kesambet" celut bik sari tertawa sambil berjalan memasuki kamarnya.


"aiiisss bibik itu huhh" kata Ara kesal pada Bik sari sambil cemberut.


Druuuumm


suara mobil berhenti tepat di depan mansion. Ara yang mendengarnyapun langsung berlari dan


Brakkkkk


"ya ampun.. tuan kenzo " kata Ara yang melihat Billy sedang membopong tubuh kenzo.


"apa yang terjadi kak.?"tanya Ara sambil membantu Billy membopong kenzo.


"entahlahh" jawab Billy singkat


"aaahhhh merepotkan saja." kata Billy sambil meletakkan kenzo di atas kasurnya.


"huhhhhhf" Billy menghembuskan nafasnya kasar.


"apa yang terjadi kak..??" tanya Ara lagi pada Billy


"jangan khawatir dia akan baik baik saja. dia hanya butuh istirahat ."kata Billy memegang pundak Ara.


"hmmm " jawab Ara tersenyum


"aku akan pulang . kau jangan lupa istirahat jugak" kata Billy lagi yang di jawab dengan anggukan oleh Ara.

__ADS_1


"yaaaa tuhan kenapa dengan perasaanku ini .." kata Ara yang merasa hatinya tidak tenang.


"ya Allah lindungi semua orang orang yang aku sayang. aku sangat rindu umi dan Willy" kata Ara sambil memejamkan matanya di sofa kamar kenzo.


Ara terlelap di kamar kenzo dengan posisi duduknya.


🌝🌝🌝


"ukhuuk ukkhuukkk"


kenzo terbatuk membuat Ara kembali terbangun dari tidurnya.


"Tuan ... tuan.." panggil Ara sambil menggoyang goyangkan bahu kenzo.


"huuhhff" Ara membuang nafasnya kasar melihat kenzo masih setia dengan matanya yang terpejam.


"sebaiknya aku tidur lagi" bisik Ara lagi yang hendak menuju sofa tapi tiba tiba


"maaffff... maafff maaf.." lirih kenzo dalam tidurnya yang membuat Ara duduk disampin kenzo.


"kau sangat tampan tuan muda" bisik Ara mengagumi pesona wajah kenzo.


"aiiisss apa apaan aku ini . maafkan aku tuan muda." kata Ara yang menyadari kelancangannya.


"jangan pergi " kata kenzo memegangi tangan Ara yang akan melangkah menuju sofa.


"hhaaa." teriak Ara terkejut " aiiisss tuan ini masih tidur apa gimana" kata Ara lagi yang melihat mata kenzo masih terpejam.


"cihhhh mana ada orang tidur cekramannya kuat begini. hey tuan muda jangan pura pura lagi cepat bangun" kata Ara yang menyadari kenzo hanya pura pura



"heemmm kau pintar juga ternyata" sahut kenzo membuka matanya sambil tersenyum.


"kau ini suka sekali bikin orang jantungan.." kata Ara kesal melihat expresi kenzo yang merasa tidak bersalah

__ADS_1


"benarkah cobak aku lihat" kenzo meletakkan tanggannya di dada Ara


*Bb**uuuk*


"awww kenapa kau memukulku" kata kenzo memegang tangannya yang di pukul Ara.


"kau kurang ajar tuan" jawab Ara sambil menutupi dada dengan kedua tangannya


"heyyy aku hanya memastikan kau jantungan apa tidak" kata kenzo tak mau kalah


" aiiisss kau ini . ya sudah aku akan kembali kekamarku aku harus istirahat." kata Ara sambil berjalan meninggalkan kenzo.


"tunggu" teriak kenzo


"ada apa lagi tuan muda" tanya Ara sedikit kesal


"sini dulu " kata kenzo


"huhhhf" Ara membuang nafasnya kasar sambil kembali menghampiria Ara.


"kenapa lagi tuan muda"kata Ara kesal


"tidurlah denganku " kenzo menarik tangan Ara hingga Ara terjatuh tepat disampin kenzo.


"tuan apa yang kau lakukan . jangan macam macam tuan" Ara memberontak dari pelukan kenzo.tapi nihil kenzo tetap memeluk Ara dengan erat.


"tuann muda" kata Ara pelan dengan jantung yang berdetak tak karuan.


"diamlahhh biarkan seperti ini " kata kenzo datar sambil memejamkan matanya.


Ara diam tak bergerang sekalipun. jantungnya beroprasi dengan cepat tubuhnya menegang entah harus bahagia atau sedih dengan pelukan kenzo yang terasa hangat.


hembusan nafas kenzo terasa beraturan di puncuk kepala Ara pelukannya yang erat kini berubah menjadi lembut.


Ara menegadahkan wajahnya menatap lekat wajah kenzo yang hanya berjarak 5senti.

__ADS_1


"tuan kenapa kau buat aku besar kepala seperti ini. apa kau ingin membuatku merasa nyaman lalu kau akan mencampakkan aku. pricilia maafkan aku. aku tidak bermaksud menggoda kekasihmu. kau tau kekasihmu ini yang membuatku nyaman .rasanya sayang jika harus pergi dari pelukannya maafkan aku pricilia aku pinjam malam ini saja" bisik hati Ara sambil menenggelamkan wajahnya kedada bidang milik kenzo.


__ADS_2