"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
hati


__ADS_3

Deggg


jantung Ara langsung berdetak 3kali lebih cepat. darah yang mengalir ditubuhnya terasa sangat hagat dengan kedua bola yang menatap pria yang sedang tersenyum melihat pricilia . begitupun dengan Kenzo dan Billy yang tiba tiba terkejut melihat tamu yang dimaksud pricilia.


"heyy kak Rendi . akhirnya kita bisa ketemu lagi. " kata pricilia tersenyum hangat melihat Rendi datang dengan senyumannya yang menawan .


"ohh iya kenalin ini temanku yang aku maksud" kata Pricilia pada Ketiga orang yang sudah menatap tajam ke arah Rendi. begitupun dengan Rendi yang langsung terkejut melihat Ara dan kenzo.


"Araa" kata Rendi menatap kedua bola mata Ara yang sangat ia rindukan


"kalian sudah kenal..??" sahut pricilia


"dia..."


" ahh yaa kau pria yang di bandara waktu itu kan. ..?" ucap Ara memotong kata Rendi.


"senang bertemu lagi dengan anda tuan .." sapa Ara sambil tersenyum kecut .sedangkan kenzo dan Billy saling bertatapan entah apa yang sedang mereka diskusikan melalui tatapan mereka.


"kak Rendi ayoo duduk . hari ini kita sedang beruntung ...karna tuan kenzo sendiri yang akan mentraktir kita " ucap pricilia senang tanpa menegerti apa yang sudah terjadi di wajah keempat orang di sekitarnya itu.


"ayoo duduk kak.." kata pricilia lagi yang melihat Rendi tetap terdiam menatap Ara yang sudah kembali menatap makanan di hadapannya.


"yaa .. senang bertemu bertemu denganmu tuan kenzo. " sapa Rendi sedatar mungkin melihat ke arah kenzo dan Billy yang sudah menyantap makanannya.


" ayoo duduklah jangan sungkan" sahut Billy ramah mewakili kenzo yang tetap fokus dengan makanannya.


" ohh yaa kenzo Ara bagai mana hubungan kalian " tanya pricilia yang membuat Ara terbatuk dengan makanan yang sedang di telannya


"uhukk uhuuukkk"


"aku akan ke toilet dulu permisi" kata Ara tiba tiba karna perasaannya sudah bercampur aduk.


....


tiba di toilet Ara menyandarkan kepalanya di pintu . dadanya bergemuruh dengan Hati yang terasa nyeri.


"yaa tuhan... apa yang harus aku lakukan..? kenapa hati ini harus menyimpan rasa benci dan sayang yang begitu besar... tuhan tolong bantu hamba menghadapi kenyataan ini .." bisik Ara dalam hati


"aku harus kuat. aku tidak mau orang lain melihatku lemah. sudah cukup penderitaan yang mereka berikan untukku dan Umi" ucap Ara pada dirinya sendiri sambil mencuci mukanya dengan air kran yang dingin.


setelah beberapa menit Ara terlihat sudah membuka pintu dan berjalan namun tiba tiba seseorang menarik tangannya ke balik tembok.

__ADS_1


" kak Rendi" ucap Ara yang terkejut melihat Rendi.


"kenapa kau menghidariku " kata Rendi menatap kedua bola mata Ara


"aku tidak menghindar aku hanya melakukan apa yang seharurnya aku lakukan " ucap Ara tersenyum kecut


"apa maksudmu Ra..?"kata Rendi sambil memegang pundak Ara.


"jangan pernah menyentuhku tuan " kata Ara datar sambil menepis tangan Rendi dari pundaknya.


"apa kau marah padaku karna malam itu..?" kata Rendi menatap Ara.


"marah..??? itu tidak akan merubah apapun tuan " kata Ara tersenyum mengejek membuat Rendi terdiam menatap punggung Ara yang sudah melangkah


"tolong maafkan aku Ara. aku tidak bermaksud seperti itu. aku hilang kendali.." kata Rendi memeluk tubuh Ara dari belakang.


"kenapa kau meninggalkan aku seperti ini.. kau tau aku hampir putus asa mencari keberadaanmu Ara. aku sangat merindukanmu" lirih Rendi mengeratkan pelukannya.membuat Ara terdiam .


sedangnya di ujung lorong terlihat kenzo berjalan dengan wajah yang sudah merah padam membawa sorot matanya seperti singa yang siap mencabik cabik mangsanya .


kenzo menarik Ara dari pelukan Rendi dengan kasar.


"berani sekali kau memeluk wanitaku" kata kenzo geram dengan melayangkan dua tinjuan tepat di wajah Rendi.


"Tuan muda hentikan" teriak Ara yang melihat amarah kenzo. "tuan kenzo.." kata Ara pelan memeluk kenzo dari belakang.


"arrrgghhhhh" teriak kenzo melepas cengkramannya dengan kasar.


"kali ini kau lolos. tapi tidak untuk lain kali..." ujar kenzo geram pada Rendi yang sudah tergeletak dilantai tak berdaya.


"hiduplah di masa ini jangan pernah lagi melihat kebelakang.." bisik Ara pelan namun masih dapat terdengar oleh Rendi .


"maafkan aku kak." bisik hati Ara sambil berjalan mengikuti kenzo dengan airmata yang mengalir deras.


"kenzoo .. Ara.. kenapa kalian kacau begini.. apa yang terjadi..?" ujar pricilia yang melihat kenzo dan Ara datang dengan wajah yang sulit di artikan.


"kita pulang sekarang" sahut kenzo datar membuat Billy langsung berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar mengikuti kenzo. begitupun dengan Ara yang hanya diam dengan perasaan yang hancur entah harus sedih atau senang melihat orang yang membuat hidupnya hancur kini tengah tergeletak dilatai dengan luka lebab yang parah.


.........


pricilia yang heran melihat kenzo dan Ara hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"kenapa dengan mereka. astaggaaa apa mereka sedang bertengkar....??" kata pricilia kembali duduk di kursinya.


"yaa ampun kak Rendi kemana ..?? ketoilet lama banget.. gue susul aja kali yaaa..??" kata pricilia sambil berjalan menuju toilet pria .


"kak Rendi... kak Rendi.."


pricilia memanggil Rendi namun tak ada jawaban dari Rendi . tiba tiba mata pricilia terkejut melihat Rendi sudah berjalan sempoyongan di lorong toilet wanita dengan luka lebah disekujuh wajanya.


"kak Rendi apa yang terjadi...?" ujar pricilia sambil memapah Rendi menuju pintu Restoran.


"kita kerumah sakit sekarang kak.." kata pricilia setelah memasuki mobilnya.


" tidak perlu. aku baik baik saja.." jawam Rendi lirih merasakan bibirnya yang tersa perih saat digerakkan.


"tapi kak..." pricilia menggantung ucapannya saat melihat Rendi menggelengkan wajahnya. " baiklah kalok gitu biar aku obati saja " ujar pricilia sambil mengambil kotak obat yang selalu siap di dalam mobilnya.


pricilia mengobati luka Rendi dengan lembut . walau hati dan fikirannya dipenuhi dengan pertanyaan namun pricilia tak mau membebani Rendi dengan pertanyaannya.


"apa yang sebenarnya terjadi. apa ini ada hubungannya dengan kenzo dan Ara..?? " bisik pricilia menatap bola mata Ŕendi


"kenapa ..?" tanya Rendi pelan membuat pricilia sadar dari lamunannya.


"tii.. tidak . apa masih perih kak..?" tanya pricilia gugup


"terima kasih pricil " sahut Rendi pelan melepas tangan pricilia yang masih berada di wajahnya.


"maaf kak . bukan maksud.."


"tidak apa apa.." ujar Rendi memotong perkataan pricilia dengan senyumnya yang tulus.


"kau tidak mau bertanya..?"


"tidak kak. aku tidak akan bertanya . tapi jika kak Rendi mau bercerita aku siap menjadi pendengar yang baik" sahut pricilia memandang wajah Rendi yang sudah mampu memikat hatinya saat pertama bertemu 3 tahun yang lalu.


"baiklah aku akan menceritakan semuanya padamu. tapi tidak untuk sekarang" ucap rendi datar menatap lurus kedepan


"aku akan pulang" ujar Rendi lagi


"aku akan mengantarmu kak. mobilmu biar orangku yang membawanya."


"baiklah " sahut Rendi datar.

__ADS_1


"aku akan menunggu waktu itu kak.walau aku tidak menjamin untuk memiliki seluruh hatimu. tapi aku yakin . aku bisa merebut sebagian ruang di hatimu walau hanya sebuah ruang yang sangat kecil" bisik pricilia dalam hatinya.


__ADS_2