"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
princess


__ADS_3

"permisi nona" kata seorang pria berjas hitam kenghampiri ara dan beberapa pelayan kenzo yang sedang duduk santai di ruang yang memang husus pelayan. serempak yang berada di ruangan itupun menoleh ke asal suara


"iya ada apa pak sam..?" jawab bik sari yang memang kepala pelayan disana


"saya diperintah olehş tuan Billy untuk mengajak nona ara" kata pak sam lagi


"untuk apa " tanya ara yang merasa heran


"sebaiknya ada ikut saja nona. saya hanya menjalankan perintah."kata pak sam Datar layaknya seorang robot.


ara melihat kearah bik sari dan rekan rekannya tapi tidak ada jawaban dari mereka hanya wajah datar yang ara dapat dari semuanya.


"baiklah .."kata ara pasrah sambil terus mengikuti langkah pak supir.


☀️☀️☀️


mobìl hitam yang membawa ara berhenti tepat di depan gedung pusat Albertoo smith yang menjulang tinggi.


pak supir membukakan pintu mobil mempersilahkan ara untuk turun.


"ahhhh beŕasa kayak tuan putri aja. "bisik hati rasa pada pak supir.


"ngapain kesini pak..?," tanya ara bingung melihat ke sekeliling yang ramai dengan orang orang yang berlalu lalang.


"tuan Billy sudah menunggu anda di dalam nona" jawab datar pak supir.


"baiklahhh" kata ara lagi. sambil melangkah memasuki gedung yang sangat besar itu.


ara mencari dan meneliti ke semua arah hingga ara melihat pria berjas hitam sedang duduk disofa panjang.


" kak Billy" teriak ara pada billy yang membuat smua orang yang berada disana menoleh ke arah ara



ara tersenyum kikuk menyadari kecerobohannya.


begitupun Billy yang tersenyum hangat ke arah ara.


"hay kak" sapa ara menghampiri Billy


"hay nona kau sudah datang ayoo ikuti aku "jawab billy berdiri


"tunggu kita mau kemana kak" ara menyusul langkah billy yang lebar sambil memegangi lengan Billy yang terbalut jas hitamnya.


Billy tersenyum melihat kedua tangan ara yang mencengkram lengannya

__ADS_1


"ikut saja ayoo" jawab Billy dengan tangan kanannya mengacak acak rambut ara


"aiiissss kau ini . kenapa membuat rambutku brantakan" kata ara memanyunkan bibirnya yang membuat billy terkekeh.


semua karyawan yang melihat Billy terkekeh melongo tak percaya karna itu mungkin kali pertama Billy tidak menampakkan wajah datarnya.


Billy tersus berjalan memasuki lif husus Direktur.


sedangkan ara terus mengikuti langkah billy.


ting


suara liif terbuka ara terus mengikuti langkah Billy memasuki ruang kenzo.


kenzo yang saat itu sedang duduk dengan setumpuk berkas di depannya langsung menoleh ke arah pintu


"permisi tuan" sapa Billy pada kenzo


"Bil kau handel pekerjaanku hari ini .. aku harus menjemput Pricil ke bandara.." kata kenzo datar sambil melirik ke arah ara sekilas


"baikkklahh.... tapi tuan....?" Billy menggantung ucapannya


"ada apa..?" Tanya kenzo


"bagai mana dengan pestanya nanti malam.."


"Bawa gadis itu bersamamu. aq akan menunggu di acara itu bersama prici" sambung kenzo lagi


" baik tuan muda" jawab Billy singkat.


yang membuat kenzo segera keluar dari ruang itu meninggalkan Billy dan Ara.


###


"kalok capek atau pegal kau bisa istirahat di kamar itu" kata Billy pada ara sambil menunjuk ke sebuah pintu yang berada di ruangan kenzo


"tidak kak Billy. ara tidak capek hanya sedikit bosan hehe" jawab ara sambil tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang rapi.


"kalok begitu apa kau bisa membantuku..??" tanya Billy lagi. Billy ingin mengetes kemampuan ara. karna yang Billy tau ara dulu kuliah dengan jurusan manageman bisnis walau hanya satu setengah semester.


"benarkan apa aku bisa membantu ..?" ara beranjak dari duduknya dan menghampiri meja Billy.


"Duduklah "kata Billy menyuruh ara duduk di kusri yang berada di depan meja kerja tuan kenzo. tak lupa Billy jugak memutar laptopnya menghadap arah ara.


"aku akan miting sebentar di ruang sebelah. nanti aku akan mengecek lagi pekerjaanmu .." sambung Billy lagi pada ara.

__ADS_1


"Baiklah.. tapi jangan marah kalok salah.." kata ara sambil nyegir


"okeee" jawab Billy sambil berjalan keluar menuju ruang mieting.


ara yang ditinggal seorang diripun membaca beberapa berkas yang ada di hadapannya dan menemukan beberapa kejanggalan di laporan keuangan pada beberapa bulan terakhir.


ara terus mencari pokok permasalahan. mengecek jumlah pemasukan dan pengeluaran yang berbeda.


ara mengerti dan faham dengan masalah bisnis terutama di bidang keuangan .karna sedari kecil ara sangat dekat dengan sang ayah yang memang jugak memiliki beberapa bisnis yang cukup tersohor di kota kecilnya.namun smua itu di ambil alih oleh sang paman.


1 jam sudah berlalu ara masih terus fokus pada berkas di tangannya dan beberapa file di laptop milik kenzo. sehingga arapun tidak sadar Billy tengah memasuki ruangan itu.


"Maaf mengganggu nona" goda Billy pada ara dan duduk di kursi samping ara


"cihhhhh kau ini " kata ara pada Billy "ini coba kak Billy cek lagi siapa tau salah.." ara menggeser laptop dan beberapa berkas itu kehadapan Billy.


"Good... Good .... perfeck.." kata Billy melihat pekerjaan ara. arapun tersenyum senang.


"tapi kak... apa keungan perusahaan ini baik baik saja..???" tany ara yang membuat Billy mengerutkan kening. "sepertinya ara melihat kenjanggalan pada keungan di sini" sambung ara lagi


"oohhh benarkah..???" tanya Billy seriuz menghadap ara.


ara menganggukkan kepalanya. dan menujukkan bekas dan file beberapa bulan terakhir yang di temukannya barusan pada Billy.


BIlly menganguk setujupa pada setiap pendapat ara.


hingga matahari sudah mulai tenggelam tanpa mereka sadari karna ara dan willy serius mengobrak abrik laporan keuang perusan beberapa bulan tetakhir.


" astagaaa kak Billy hari sudah mulai petang kak" seru ara yang menyadari hari mulai gelap yang nampak dari kaca besar ruangan kenzo


"ohhhh yaaa ampun maafkan aku ara.."ucap Billy pada ara sambil membereskan meja kerja kenzo.


setelah selesai.Billy mengajak ara keluar gedung .


menaiki mobil mewahnya dan membawa ara ke sebuah mall mewah milik kenzo.


"silahkan nona" kata Billy mempersilahkan ara turun dari mobil yang pintunya telah dia buka


"aaahhh kak Billy. kenapa kau memperlakukan diruku bagai tuan putri begini.." kata ara turun dari mobil


"kau memang akan menjadi seorang princess malam ini nona"kata Billy menggandeng tangan ara memasuki mall yang memang sudah di pesan oleh Billy sedari tadi pagi.


"kak knpa mall semewah ini sepi sekali kak..??" kata ara yang melihat mall besar itu sepi tampa pengunjung satupun hanya terlihat beberapa karyawan yang ada di sana.


"sudah ku bilang nona. kau akan menjadi seorang princesku malam ini.."

__ADS_1


"ahhhh benarkahhh...!!!. baiklah.. baiklah.. kalau begitu kau akan menjadi pangeran yang paling beruntung malam ini tuan muda..."hahaaha jawab ara lembut.


sambil tertawa terbahak bahan bersama Billy yang jugak ikut tertawa.


__ADS_2