
"bik sari tuan muda biasanya pulang jam berapa bik..??" tanya ara pada bik sari yang sedang sibuk di dapur
" iya gak mesti lah ra. tapi tuan muda biasa makan malam di rumah . tuan muda jarang makan diluar " jawab sari sambil memotong sayuran untuk menu makan malam.
"tuan muda punya kekasih apa gak bik..???" tanya ara penasaran
"heyyyy kenapa kamu tanya gitu hahhh..??" bik sari menoleh ke arah ara yang duduk di meja makan
"jangan bilang kamu itu jatuh cinta pada pandangan pertama hahaha" sari tertawa lebar
"aiiiiissssh bibik ini. mana ada ara jatuh cinta sama majikan sendiri. ara cuma heran aja sama situan muda pas pertama kali ara liat ..huaaaah... dia tampat pakek bangett bik.. udahhhh kayak malaikan turun dari lagit. tapi bik nihhhh yaaa.... pas dia ngomong astagaaa... bisa bikin ara merinding bikk huhhhhhf... " ara menggeleng gelengkan kepalanya mengingat kejadian tadi pagi saat bersama kenzo
"ya begitulah tuan muda. tapi dia baik kok ra
kamu belom mengenalnya saja"jawab bik sari dengan teruzzz fokus menyiapkan makanan malam.
"pasti tuan muda itu gak punya kekasih. lagian wanita mana cobak yang mau dengan pria menyeramkan seperti dia. jangankan di dekatnya memikirkannya saja gue mrinding kek gini ahhhhhhh" bisik batin ara
"heyyyyy ngelamun terus ni anak. nohhh tuan mudah sudah datang cepet sambut gi." ucap bik sari memukul bahu ara
"astagaaaa knpa bibik ini malah ketularan tuan muda astagaaaa " ara kesal dengan tindakan bik sari yang mengagetkannya.
ara berlari menuju pintu depan dan segera membukanya ternyata benar saja kenzo dan Billy sudah turun dari mobilnya.
ara yang melihat tuan mudanya itu sedang memegang sebuah kotak di tangan kanannya. segera menghampiri. berniat mengambil alih kotak tersebut
"biar saya yang membawakannya tuan"kata ara pada kenzo sambil menundukkan pandangannya
"tidak perlu" jawab kenzo singkat
"tidak apa apa tuan ini memang tugas saya. saya tidak ingin memakan gaji buta tuan."jawab ara lagi. bersikeras meraih kotak yang di pegang kenzo dan
Buukkkkk
kotak itupun jatuh tepat di sepatu kenzo.
hingga puding yang berada di kotak itupun langsung berceceran dilantai. wajah kenzo sudah merah padam seperti singa yang siap menerkam mangsanya.
ara yang melihat wajah kenzo hanya bisa menelan salivasa. jantungnya seakan akan sudah berhenti berdetak kakinya bergetar tak mampu menopang badannya yang sudah terasa panas dingin.
__ADS_1
"Billy siapa yang yang mempekerjakan gadis bodoh ini disini...!!" teriak kenzo memenuhi halaman mansion mewahnya
"akan saya cari tau tuan muda" jawab billy datar. billy tau jika tuan mudanya sudah marah seperti ini maka billy hanya perlu menurutinya saja.
ara yang mendengar teriakan kenzopun semakin lemas lututnya jatuh kelantai dan bersimpu di kaki kenzo tampa sadar
" tuan tolong ampuni saya tuan. saya tidak bermaksud membuat anda marah. saya hanya ingin menjadi pelayan anda yang baik tuan. saya hanya menjalankan tugas dan perintah dari tuan .tolong jangan pecat saya tuan. saya butuh pekerjaan ini tuan saya mohon.." kata ara dengan airmata yeng terus mengalir deras dari kedua matanya yang sendu
"melakukan tugas apa yang kamu maksud hahhhh..?"
kenzo mencondongkan badannya kedepan .tangannya yang keras mencengkram dagu ara hingga ara meringis kesakitan. mata ara menatap mata hazel milik kenzo.ara melihat kemarahan yang besar di sana ."membuatku marah begitu" kata kenzo lagi sambil melepas tangannya dari dagu ara
"Billy cepat kau urus wanita bodoh ini" perintah kenzo lagi sambil melangkahkan kakinya yang lebar menuju kamar utama.
kenzo masuk kekamarnya dengan amarah yang besar.
kenzo membuka pakaiannya dan melemparkannya ke lantai dengan sembarangan
kenzo memilih berendam hair hangat untuk merilexkan tubuh.
sedangkan di luar ara masih terisak dengan tangisnya.
jika sari membela ara maka sudah dipastikan tuan mudanya akan semakin murka.
bik sari memilih langkah aman. tadi sari pergi ke kamar kenzo menyiapkan air hangat dan pakaian santay. bik sari paham kebiasaan dan sifat kenzo.
"sudah nak sudahhh."bik sari menenangkan ara memeluk ara seperti anaknya sendiri
"hikzzz hikzzz hikzzz"tangis ara semakin pecah. Billy dan beberapa penjangapun hanya diam tak bisa berbuat apa
"sudah dong. tuan muda memang begitu jangan di masukkan kehati ea" bik sari mengelus punda ara lembuk
"bik aku rindu umi bik ara mau pulang saja bik." kata ara di sela tangisnya
"heyyyyy... gadis bodoh. memangnya kalok kamu pergi kamu bakal bahagia gitu. kamu mau melihat umi dan putramu itu kelaparan hahhh"teriak bik sari berdiri sambil melipat kedua tangannya.
membuat ara seketika menghentikan tangisnya dan ikut berdiri
"aiiisssh kenapa bik sari ketularan garang seperti singa itu... astagaaaa bisa gila ara kalok gini" ucap ara sambil menghapus sisa air matanya.
__ADS_1
"heyyyy gadis bodoh mau kemana kau ." teriak bik sari pada ara yang sudah berjalan menuju kedalam rumah
"aq akan menemei tuan muda itu. ara mau minta maaf" kata ara sambil terus melangkahkan kakinya menuju anak tangga
"kamu cari mati hahhh.. bisa dimakan kau itu !!"
"ya ampun... begini salah begitu salah terus ara harus gimana bik..???" ara frustasi dan memilih duduk di anak tangga itu.
"sebenarnya apa yang kamu lakukan hingga tuan muda semarah itu .??" tanya bik sari santay sambil ikut duduk di sofa yang dekat dengan ara
"ara gc ngapa ngapain kok bik. ara cuma mau ngelakukan tugas ara. menyambut kedatangan tuan muda. mengambil alih barang barang dari tangan kanan tuan muda tapi tuan muda itu masih ngotot menariknya sampek jatuh deh itu kotak." ara menceritakan kejadiannya pada sari
" lagian itukan cuma puding sampek segitunya huhhhh" sambung ara lagi
sari masih mencerna kata kata ara sekilas tidak ada yang salah dengan cerita ara.
sari berfikir tangan kanan yang dimaksud ara adalah Billy.
sedangkan Billy yang jugak berada di ruangan itu ikut mencerna kata kata ara
"menyambut kedatangan tuan muda.mengambil alih barang barang dari tangan kanan tuan muda"batin Billy terus mencerna kata kata itu ada yang janggal menurut Billy "tangan kanan" batin Billy merasa janggal dengan tangan kanan yang di maksud ara.
Billy sekilas mengigat kejadian tadi pagi saat ara memberikan tas kerja milik kenzo tepat di tangan yang sebelah kanan
"nona apa tadi pagi anda juga melakukan tugas saat memberikan tas hitam pada tuan kenzo.???" tanya Billy pada ara dengan nada datarnya
"iyalahhhh dia sendiri kok yang nyuruh. dia bilang "ambil tas hitam di sofa kamar dan berikan pada tangan kananku di depan"". kata ara berbicara menirukan gaya kenzo tadi pagi
Billy yang mendengar ucapan hanapun tertawa.
Billy sudah mengerti arah permasalahannya dimana🤣🤣🤣
sedangkan bik sari dan ara mengerutkan kening
"nona manis yang manisnya sudah kebangetan manis. yang dimaksud tangan kanan oleh tuan kenzo itu adalah saya. bukan tangan sebelah kanan milik tuan kenzo.hahahaha" Billy tertawa sangat keras sambil menaiki tangga menuju kamar kenzo. bibir Billy terus terukir seperti orang menang lotre saja😅😅😅(dasar kau bili di gepok sama kenzo baru tau rasa loooo ahahah)bisik hati author eaaa🤣🤣
ara yang sadarpun hanya bisa menepuk jidadnya "kenapa gue gc kefikiran ke sana sihhh bodoh bodoh "rutuk ara pada dirinya sendiri
"ambyar ambayy ambyarr....dasar bodoh loooo ra"
__ADS_1