
" tuhan apa ini kenyataan yang sebenarnya..?? cinta sayang dan rindu ini tak terbalas..!!! katakan padaku ini semua hanya mimpi atau ilusi semata." lirih Randi dalam hati. dadanya terasa sesak membuat kedua kakinya terasa sangat berat tuk melangkah menjauh dari posisinya.
"kenapa sesakit ini ya Allah.. " bisiknya lagi sambil terus melangkah kembali memasuki gedung apartemannya hingga tak menyadari teriakan Willy yang sudah berlari ke arahnya.
"kakak Tampan... apa kau tidak mendengar suaraku..?" ujar Willy yang membuat Randi tiba tiba Terdiam sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"heyyy kenapa dengan wajahmu paman..??" tanya Willy lagi yang entah kenapa mampu membuat hati Randi merasakan ketenangan.
"aku tidak apa apa adik kecil hanya sedikit lelah saja" sahut Randi mensejajarkan posisinya dengan Willy dan mengusap rambut Willy dengan lembut.
"apa kau ingin bermain denganku..?"
"emmm sepertinya tidak untuk hari ini kakak tampan. hari ini bunda Willy baru keluar dari rumah sakit dan Willy akan menemani bunda"
"ohhh benarkah..?? " tanya Randi dengan expresi terkejutnya "apa bundamu sakit..?"
"ya bunda Willy sudah beberapa hari ini berada di rumah sakit dan harusnya sekarang.....Bunda..!!!" celoteh willy yang langsung terhenti saat melihat Kenzo dan Ara memasuki gedung apartemannya.
Deggg
Randi terdiam sekeligus terkejut melihat tubuh kecil Willy yang kini sudah berada di dalam pelukan seorang wanita yang sangat di rindukannya.
__ADS_1
"Ara... Willy.." bisik Rendi yang penuh dengan tanda tanya kedua kakinya kembali melangkah tapi langkahnya kembali tertahan oleh suara umi Ara yang tiba tiba berada di sampingnya.
"jangan pernah berfikir untuk bertemu dengan putriku bahkan kau melihatnya saja aku tidak rela .!!!!"
"umi..!!!" sahut Randi yang terkejut melihat bibiknya yang selalu bersikap lemah lembut padanya kini menatapnya dengan tatapan dingin.
"aku harap kau tidak lupa kesalahan apa yang sudah kau perbuat pada putriku anak muda"
"tapi umi Randi tidak...."
"cukup..!!! aku tidak mau mendengar apapun dan kau tidak perlu repot repot memberi penjelasan. intinya kau sudah bukan lagi bagian dari kehidupan kami " ucap umi Ara dingin sambil berjalan menghampiri Ara yang masih terdiam menatap ke arahnya.
"bagaimana keadaanmu nak..?"
"sebaiknya kita langsung masuk. apa kau tidak capek berdiri nona" kata kenzo yang membuat kedua wanita di hadapannya segera melepaskan pelukannya.
"ahhh yaaa " sahut Ara dan umi bersama yang membuat kenzo tersenyum simpul menggandeng tangan Willy kecil dan mengikuti langkah Ara dan Umi dari belakang.
Ara terus berjalan di samping uminya melewati Randi yang tetap berdiri seperti manekin entah apa yang sudah menguasi fikirannya. wajah tampannya terlihat sendu memperlihatkan kedua bola matanya yang sudah di penuhi genangan airmata yang sebentar lagi akan tumpah.
"entah apa yang umi katakan padamu kak... tapi mungkin ini yang terbaik untuk kita. menjadi orang asing yang tak saling kenal itu lebih baik dari pada bersama yang hanya akan menambah luka" kata Ara dalam hati tanpa melirik Randi sedikitpun.
__ADS_1
sedangkan Randi hanya mampu terdiam lidahnya keluh seluruh anggota tubuhnya terasa kaku hanya mampu menggerakkan kedua bola matanya melihat kedua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya berlalu begitu saja dengan di ikuti oleh seorang pengusahan yang sangat berpengaruh di negri ini.
"apa yang sudah aku lewatkan sebenarnya...?? kenapa aku merasa seperti pria ******** yang pantas di abaikan..!"
"apa mungkin willy....???? aku harus menanyakan ini pada ayah dan ibu..."
kata Randi dalam hati menghapus airmata yang sudah mengalir di kedua pipinya lalu berlari keluar dan mengemudikan mobilnya ke arah perusahan yang di keloloh ayahnya dengan kecepatan tinggi.
mobil mewah yang dikendari Rendi kini sudah tiba di depan gedung stargrup yang menjulang tinggi. Rendi segera berlari keruangan ayahnya dengan sangat cepat tanpa menghiraukan tatapan para karyawan yang merasa heran melihat Randi yang memang tidak dikenal oleh orang orang mungkin hanya orang tertentu yang tau bahwa Randi puntra seorang Rafki ceo perusahaan stargroup.
"Ayah katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada Ara setelah ayah mengirimku keluar negri"
Rafki meletakkan alat tulisnya di atas berkas yang tengah berada di atas meja dihadapannya.
"kau sudah bertemu dengan Willy..??" tebak Rafki yang bisa membaca tatapan putranya yang terlihat penuh dengan pertanyaan.
"Willy..???? sebenarnya apa yang terjadi katakan padaku..!!!!" teriak Rendi yang sudah terlihat sangat emosi membuat ayahnya menghembuskan nafasnya besar mengingat semua perlakuannya dulu terhadap Ara dan umi Ara sekaligus kakak iparnya sendiri.
"besok malam kau akan mengetahui semuanya putraku.. aku akan mengatakan semuanya" kata Rafki yang terlihat sangat lelah dengan semua beban yang terasa sangat berat.
"apa setelah itu Ara hamil dan Willy..... putraku..?"
__ADS_1
Rafki memejamkan kedua matanya otaknya yang selalu berfikir dengan cemerlang kini terasa sudah buntu.