"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
ceo penguntit


__ADS_3

"Terima kasih tuan" kata Ara pelan setelah mobil yang membawanya sudah berhenti tepat di depan aparteman.


"Ara.."


"sialll kenapa aku memanggilnya. ." bisik kenzo dalam hati yang menyadari bibirnya sudah memanggil nama Ara.


"ya tuan .. ada apa..?" sahut Ara pada kenzo yang sudah memanggilnya tapi malam diam tak bergeming


"tidak .. kau pergilah" kata kenzo datar sok cuek. padahal hatinya sudah menciut malu.


"baiklah terima kasih tuan" kata Ara lagi sambil kรจluar dari mobil.


"huhhhf" kenzo menghembuskan nafasnya kasar melihat punggung Ara yang sudah hilang memasuki pintu Lift.


"bagaimana perkembangan stargroup Bil..?" tanya kenzo datar


"semua berjalan lancar. tuan Rafkin sudah masuk kedalam perangkap kita tuan..?" ujar Billy sambil kembali membawa laju mobilnya ke arah mansion


"kau harus cepat mendapatkan perusahaan itu Bill. "


"tapi tuan.. Ara ingin mengambil alih prusahaaan itu dengan kemampuannya sendiri "


"aku tidak sedang bernigosiasi denganmu Bill...!!" kata kenzo menatapa Billy dengan tajam dari kaca spion


"baik tuan muda . secepatnya prusahaan itu akan kita miliki " sahut Billy datar


"bagusss.. "sahut kenzo datar.


๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ


Ara berjalan memasuki apartemannya . ada sedikit nyeri di dadanya tak kala melihat Willy sedang bermain seorang diri.


"assalamualaikum " sapa Ara pada Willy yang sedang bermain di ruang keluarganya


"waalaikumsalam.. bunda sudah datang" sahut Willy berhambur ke dalam pelukan Ara.


"kenapa bunda menangis.. apa ada yang menyakiti bunda..??" celetuk Willy sambil menghapus air mata Ara.


"tidak sayang . bunda hanya merindukan Willy." ucap Ara tersenyum sambil menciumi pipi Willy yang tembem.

__ADS_1


"apa Willy mau jalan jalan besok..?" sambung Ara sambil membawa willy ke dalam pangkuannya


" bunda seriuzz..?" kata Willy dengan wajah yang berbinar.


"yaaa. besok kita akan berbelanja dan bermain sepanjang hari. "


"yee ... yee.. yeee... Willy akan tidur cepat malam ini biar besok tubuh Willy jadi kuat" ujar willy mengankat kedua tanggannya . membuat Ara tersenyum lebar melihat putranya yang semakin hari semakin pandai berbicara.


.........


keesokan paginya Willy yang sudah bangun lebih awal dari biasanya membuat umi dan Ara tertawa lebar melihat tingkah Willy yang seakan akan mau liburan keluar negri.


"Bunda Umi apa baju Willy sudah cocok ...? apa Willy sudah tampan..?? ohh ya apa Willy harus pakek baju ini apa ini yaa..? atau sepatu ini lebih bagus " celetuk Willy yang sudah sibuk dengan beberapa baju dan sepatu di atas kasurnya


"Willy sayang. kita bukan mau liburan keluar negri . kenapa kau terlihat sibuk sekali." ujar Ara yang sudah kesal melihat tingkah Willy


"iya Willy . umi rasa Willy sudah sangat tampan memakai baju itu. seperti ayah kenzo " kata umi sambil memasukkan kembali baju yang sedari tadi di obrak abrik Willy


"benarkah Umi..? Tapi ayah kenzo menyeramkan umi. Willy lebih suka papa Billy . dia sangat baik"


"subhanallah cucu umi sudah pandai menilai orang ternyata" kata umi mencubit pipi Willy yang terlihat menggemaskan. sedangkan Ara sudah terdiam mendengar nama kenzo.


"Bundaaaa ... kita akan pergi atau tidak" teriak Willy kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dada


"astagaaa. kenapa kau cerewet sekali Willy" kata Ara kesal sedangkan uminya hanya terkekeh melihat wajah Ara yang kesal sedangkan Willy sudah berdiri memasang wajah sangarnya.


..........


sedangkan dimansion terlihat kenzo sudah duduk di sofa kamarnya sambil melihat layar laptop dengan ditemani kopi hitam yang tidak terlalu manis kesukaannya.


"mau kemana mereka..??" kata kenzo saat melihat Ara Willy dan umi keluar dari aparteman melalu kamera CCTV yang sudah di pasang diselur penjuru apartemannya.


"Bill aku tunggu dimansion sekarang" kata kenzo pada Billy yang berada di sebrang telfon


"ada apa boz. ini akhir pekan boz" sahut Billy kesal


"kesini sekarang atau aku potong gajimu 50% "


"ckkk sejak kapan kau sekejam itu . aku ingin istirahat bos "

__ADS_1


"baiklah.... kalau begitu aku akan telfon Daddy sekarang juga untuk menjemputmu "


"dasar tuan muda sialan ... oke oke gue kesana sekarang" sahut Billy kesal lalu mematikan sambungan telfonnya. sedangkan kenzo sudah tertawa lebar mendengar reaksi Billy yang sangat kesal.


"Billy Billy... aku tidak tau hidupku akan seperti apa jika saja kau dulu memilih ikut Daddy."bisik kenzo disela sela tawanya dengan mata tetap tertuju pada layar laptonya.


.......


setelah beberapa menit Billy sudah terlihat memasuki mansion dengan langkah yang sangat cepat menaiki anak tangga satu persatu


"ada apa bos..?" kata Billy sambil menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa samping kenzo.


"ฤฃadis itu keluar dari aparteman bersama Willy dan Uminya"


"hanya itu..?" kata Billy melebarkan bola matanya sedangkan kenzo hanya mengangguk


"astagaaa .. sepertinya kau akan menjadi ceo penguntit boz" sambung Billy kesal yang langsung mendapat tinjuan di bahunya dari kenzo.


"kau menghinaku.."


"bukan menghina boz . lihat saja kelakuanmu itu. stiap saat hanya menatap gadis itu. padahal kau bisa saja menikahinya saat ini juga"


"dasar bodoh" kata kenzo yang langsung memukul bahu Billy lagi


"aku ingin gadis itu yang mengemis cinta dariku" sambung kenzo sambil tersenyum devil


"ckkk ... apa bedanya bos toh ujung ujungnya sama sama bakal tidur bareng"


"masalahnya gadis itu udah nolak gue dua kali berturut turut" kata kenzo kesal menatap Billy yang sedari tadi ngoceh.


"looo di tolak..?? lo yakin bos..?" kata Billy yang terkejut mendengar kata kenzo.


"sialllllll... kenapa gue malah bilang ke Billy. " bisik hati kenzo yang menyadari ucapannya.


"looo mau ikut apa mau tetap di sini.?" kata kenzo mengalihkan pembicaraan.


"hey kenapa muka loo gitu bos..?"ujar Billy tertawa lebar melihat wajah kenzo yang terlihat kaku.


sedangkan kenzo sudah berjalan keluar dari pintu kamar. meninggalkan Willy yang masih menertawainya

__ADS_1


"jadi dia sudah melangkah sejauh itu.. Ara Ara kau hebat" kata Billy datar sambil berjalan menyusul kenzo yang sudah menuruni anak tangga.


__ADS_2