
suara adzan subuh kembali berkumandan sang Umi yang sudah melakukan sholat sunnah tahajudnya segera bergegas menuju kamar sang putri. dengan tersenyum dan berucap lembut umi membelai rambut Ara yang tertidur sangat pulas.
"nak sudah adzan subuh ayoo bangun"
"hhmmm umi.. baiklah " sahut Ara yang sudah tersadar dari tidur lelapnya.
"umi tunggu di musholla yaa" ucap umi yang disahut dengan anggukan oleh putrinya.
Ara beranjak dari tidurnya menuju kamar mandi dan segera bergegas menuju ke sebuah ruangan yang sudah di dekor menjadi ruang beribadah.
Umi memimpin sholat subuh sedangkan Ara yang selalu setia menjadi makmum seorang diri.
setelah selesai dengan sholatnya umi mengajak Ara membaca ayat suci Al-qur'an tapi tiba tiba suara bell berbunyi sangat nyaring memenuhi aparteman itu.
"Siapa yang bertamu sepagi ini" ujar umi yang sudah duduk dengan al-qur'an di pangkuannya.
"biar Ara yang membukanya umi" sahut Ara sambil membuka mukennahnya dan berjalan menuju pintu utama.
"gak ada orang" ujar Ara pelan yang melihat tidak ada seorangpun yang ia temui di depan pintu.
tiba tiba kaki Ara tak sengaja menginjak setangkai bunga mawar yang tergeletak di depan pintu.
"siapa yang meletakkan ini" ujar Ara sambil mengambil bunga itu yang ternyata ada lepitan surat di tengah kelopak bunganya.
"temui aku di depan " ucap Ara membaca isi surat tersebut.
"apa apaan ini..?! apa tuan kenzo yaa.? ahh kayaknya gak mungkin si tuan itu bertingkah konyol seperti ini" bisik Ara sambil berjalan memasuki lift untuk menuju ke depan aparteman.
pandangan Ara menyisir seluruh sudut ruangan hingga ke halaman aparteman yang begitu indah.
__ADS_1
"memangnya siapa yang akan aku temui di pagi sebuta ini" ujar Ara kesal yang melihat tidak ada satu orangpun yang terlihat di sana .
"hmmmmm"
tiba tiba seseorang yang berpakaian serba hitam membekap mulut Ara dari belakang membuat tubuh Ara langsung lemas dan tak sadarkan diri.
sedangkan umi yang sudah selesai dengan bacaan ayat sucinya mencari keberadaan Ara tapi nihil tidak menemukan keberadaan putrinya.
"ya Allah kenapa perasaanku tiba tiba gelisah" bisik hati umi Ara mengelus dadanya.
"mungkin tadi tuan Billy yang menjemput Ara " ujar umi Ara menyakinkan dirinya sendiri menghilangkan perasaan khawatirnya.
tak selang beberapa lama suara Bell aparteman Ara kembali berbunyi membuat umi yang sedang sibuk memas didapur segera berlari membuka pintu dan mendapati Billy yang tengah berdiri dan tersenyum ramah.
"assalamualaikum nak Billy" sapa Umi membalas senyum Billy yang hangat.
"waalaikumsalam umi.maaf umi saya harus membawa Ara pagi pagi begini karna tuan kenzo akan menghadiri pertemuan di luar kota siang ini"
"*sialll sepertinya seseorang sudah me*rencanakan ini" upat Billy dalam hati dengan amarahnya yang meninggi.
"umi tenang saja. saya tau dimana Ara tolong umi masuk saja jangan keluar dari aparteman sampai saya kembali" kata Billy pada Umi
"baik nak Billy" sahut umi yang langsung masuk kedalam apartemannya dengan lantunan do'anya yang terus diucap dalam hatinya.
Billy berlari memasuki ruang CCTV dan melihat dengan jelas bagaimana 2 orang yang berpakain serba hitam itu membidik para pengawal yang sedang berjaga dengan senapan lasernya hingga tak sadarkan diri dan membekapnya di gudang lantai bawah.
Billy juga melihat rekaman bagai mana orang itu menyeret tubuh Ara yang sudah lemas hingga memasuki sebuah mobil yang menuju kearah luar kota.
"Siaalll...kenapa aku bisa lengah seperti ini" ujar Billy dengan tangannya yang mengepal erat menahan amarah.
__ADS_1
"datang ke aparteman **** sekarang juga.!!!!" perintah Billy pada seseorang yang berada di sebrang telfonnya dengan dingin.
tak perlu menunggu lama tiga pria yang berpakain serba hitam dengan badan kekarnya datang menghampiri Billy.
"ada apa tuan" sapa salah satu pria tersebut.
"bereskan kekacawan disini..!! alex dan jino ikut bersamaku.!! " ujar Billy datar sambil berjalan menuju keluar gedung Aparteman bersama dua pengawal yang selalu siap siaga di belakangnya.
"Tuan sepertinya kita ada masalah sedikit tuan" ujar Billy datar pada Kenzo yang menunggunya di dalam mobil sedari tadi.
"ada apa Bill.? mana gadis itu.?"
"sepertinya seseorang menculik Ara tuan mereka membawanya ke arah luar kota."
"sepertia pria tua itu meragukan kemampuanku" ujar Kenzo dengan seringai liciknya.
"apa mereka juga membawa Willy.?!" tanya Kenzo datar membuat Billy terdiam.
"umi tidak mengatakan apapun tuan saya rasa Willy masih aman" sahut Billy yang mengingat percakapannya dengan umi Ara barusan.
"kita akan membereskan ini sendiri Bill. jangan biarkan berita ini tercium publik. mereka hanyanya lalat kecil yang mengganggu" ucap kenzo datang dengan jari jemarinya yang lincah di atas papan laptop dipangkuannya.
sedangkan Billy terus fokus membawa laju mobilnya dengan cepat mengikuti singnal yang berada di GPS mobilnya yang langsung terhubung dari laptop yang berada dipangkuan kenzo.
"sepertinya mereka menuju gedung tua itu Bill" ucap kenzo datar yang melihat sinyal dilayar laptopnya menuju arah yang dikenalinya.
"sepertinya mereka tidak bergerak sendiri tuan. mengingat tempat itu sangat terpencil dan mungkin hanya beberapa orang saja yang tau tempat itu"
"kau benar Bill. sepertinya Renaldo juga andil dalam rencana ini" ucap Kenzo datar mengingat dirinya pernah menyekap Renaldo di gudang itu karna penghianatan yang dilakukan pada keluarganya beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1
"anda benar tuan. beberapa hari yang lalu seseorang mengirim email ancaman untuk kita. kata katanya sangat familiar saya yakin dia orang yang dekat dengan kita tuan. dan sepertinya Renaldo kembali untuk membalaskan dendamnya tuan"
"hubungi orang orang kita Billy. sepertinya kita akan bersenang senang dulu hari ini. batalkan semua agenda kita hari ini." perintah kenzo datar dengan senyumnya yang terus mengembang membuat Billy hanya diam melihat senyuman tuan mudanya yang lebih menakutkan daripada tatapan dinginnya.