
canda dan tawa terus terdengar mengalahkan suara deburan ombak yang datang silih berganti menyapu pinggiran pantai.
bibir Ara terus merekah tertawa dan bercanda dengan diiringi celeoteh dan tingkah lucu Wiilly yang selalu mampu membuat orang orang di sekitarnya tertawa gemas.
"apa kalian tidak lapar..??" tanya Ara menghapiri Willy yang sedari tadi bermain dengan gembira bersama Randi dan juga pricilia yang tak lagi menghiraukan panas terik matahari yang terasa sangat menyengat.
"no Bunda Willy masih mau bermain bersama Daddy dan juga Mommy" sahut Willy yang tak ingin berpaling dari gundukan pasirnya yang membentuk sebuah kastil.
"tapi kita harus istirahat dulu sayang kasih mommy pricil jika terlalu lelah" sambung Ara membelai rambut Willy dengan pelan
"baiklah ayo kita istirahat dulu mom Dad tapi janji besok main lagi yaaaa"
Randi dan Pricilia mengangguk dan tersenyum mencium pipi gembul Willy dengan gemas.
"apa Willy tidak ingin tinggal dengan Daddy..?" tanya Randi pelan seperti sedang berbisik di telinga putra kecilnya yang berada dalam gendongannya namun kedua bola mata kecil Willy menangkap keberadaan seseorang yang sudah lama tidak di jumpainya.
"Ayah kenzo.!!" teriak Willy membuat smua orang langsung beralih mengikuti tatapan Willy .
benar saja Kenzo dan Billy berada di sana memperhatikan kebahagia mereka sejak tadi namun kedua pria itu segera pergi saat merasa bocah di gendongan Randi itu terus melihatnya seolah penyamarannya akan terungkap.
"heyyy sekarang ada Daddy disini tapi kau malah ngelantur lelaki lain menyebalkan" kata Randi memanyunkan bibirnya. merasa cemburu karna Randi berfikir Willy sedang merindukan kenzo.
"tapi beneran itu papa Billy dan ayah kenzo Dad "
"no sayang tidak mungkin. Ayah dan Papamu itu sedang berada di luar negri mungkin Willy sedang merindukan mereka" celetuk Pricilia
"Willy lihat ayah kenzo dan papa Billy disana tadi " sahut Willy tak mau kalah membuat ketiganya terdiam bertukar pandangan karna Ara juga merasa ada yang memperhatikannya beberapa hari ini namun Ara berfikir hanya perasaannya.
__ADS_1
"baiklah bunda percaya . sekarang ayo kita makan perut Bunda sudah perih" sahut Ara membelai pipi tembel Willy yang berada di dalam gendongan Randi hingga tiba di rumah makannya yang sederhana namun terbilang cukup mewah dengan disain dan penataan ruangannya yang terlihat elegan.
suara tawa kembali terdengar memenuhi ruangan dimana Ara Randi pricilia dan tuan Rafki berbincang ria sedangkan Willy kini sudah tertidur pulas di kamar khusus yang berada di bagian belakang bagunan setelah menghabiskan makan siangnya dengan lahap.
"apa kau yakin ingin membuat acara dinernya di luar ruangan..??" suara Randi terdengar sumbang dengan rencana Ara dan Pricilia yang memilih menyiapkan sebuah acara diner romantis untuk seorang pelanggannya yang akan menyewa tempat dan meminta agar suasa romantis tercipta khusus nantik malam.
"paman fikir juga begitu bagaimana jika nantik tiba tiba ada angin kencang lalu hujan" celetuk Rafki juga tidak setuju dengan ide kedua Wanita muda di hadapannya.
"aiissss kalian para pria mana tau suasana romantis seperti apa"timpal Ara
"iyaaa betul Ra padahal kami para wanita hanya butuh momen romantis bukan kemewahan yang menuntut" sahut Pricilia melanjutkan perkataan Ara yang membuat suasa di ruangan itu langsung sunyi.
Randi merasa cukup tersindir karna kenyataannya Randi tak pernah memperlakukan pricilia dengan romantis bahkan di hari jadian mereka Randi hanya bilang "i love you" sedangkan pricilia dengan mudahnya menjawab "I love you too" dan langsung memeluk Randi dengan bahagianya tanpa sedikitpun keraguan dihatinya.
"maaf aku tak seromantis yang kau harapkan. aku bukan pria kasanova yang pandai menyanjung wanita. aku hanya bisa menjagamu dengan caraku dan menghiburmu ketika kau bersedih" lirih Randi dengan wajah sendu menggambarkan suasana hatinya yang terlihat kecewa
"berharap mendapat pria yang selalu memperlaku kanmu dengan romantis"
"kak Randi sayang bukan begitu maksudku aku tidak pernah mengharapkan apapun darimu aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu menemani anak anak kita bermain dan juga cucu cucu kita kelak. " kata pricilia pelan memperlihatkan puppy eyesnya yang terlihat sangat cantik dengan lesung pipi yang menambah kesan manis di wajahnya.
"berjanjilah jangan pernah berfikir untuk pergi dariku jangan pernah bosan hidup bersamaku yang datar ini"
Pricilia tersenyum sangat manis memegang kedua tangan Randi yang mengusap pipi kanak dan kirinya dengan lembut.
"kau wanita kedua yang sangat berharga dalam hidupku pricilia"sambung Randi
"karna yang utama hanyalah Ara di hatimu" sahut Pricilia bibir yang tadinya tertarik ke atas sekarang berubah mengerucut maju membuat Randi terkekeh sambil mencubit pipi Pricilia gemas.
__ADS_1
"kenapa kau berfikir begitu bodoh" kekeh Randi lalu mengacak acak rambut wanitanya itu.
"bukankah itu kenyataannya "
"lihatlah dia sekarang" kata Randi menunjuk ke arah luar dimana Ara yang sudah terlihat sibuk dengan Rafki
"lohhhhh kapan mereka perginya bukankah barusan mereka masih duduk disini..?" ujar pricilia yang baru menyadari dua orang yang sedang duduk bersamanya sudah pergi entah mulai kapan.
"dulu aku sangat menyayanginya lebih dari siapapun yang aku sayang begitupun denga dia. kami selalu bersama menghabiskan waktu bersama bermain bersama bahkan kami sering makan di satu piring yang sama. kami tidak pernah berfikir suatu saat akan berjauhan. namun waktu terus berlalu begitu cepat bersamaan dengan ruang yang berbeda namun hati yang sama . perasaan ini terus tersimpan tak pernah hilang hingga kami sadar rasa sayang diantara kami murni sebatas adik dan kakak bukan Cinta yang istimewa. dia berhak mendapatkan Cinta dan kasih sayang dari lelaki yang benar benar mencintainya begitupun denganku. aku bahagia dia bisa mendapatkan hati kenzo. aku semakin tenang melepas gadis kecilku itu dan sekarang aku hanya ingin menggenggam dua wanitaku dengan erat aku tidak ingin kedua wanitaku ini terlepas dari jakauanku aku tak mau menyesal untuk yang sekian kali" ungkap Randi
"jika yang nomer satu bukan Ara lalu siapa..??? jangan bilang kak Randi menyimpan wanita lain di belakangku."
"tentu saja wanita itu lebih segalanya bagiku dia sudah memberikan dunianya padaku"
"apa wanita itu seberharga itu..??" tanya Pricilia lirih dadanya kembang kempis melihat senyum bahagia Randi.
"tentu saja sayang dia sangat berharga"goda Randi semakin membuat dada pricilia semakin sesak.
"kak Randi jahat kenapa aku selalu menjadi orang kesekian di hati kak Randi apa aku kurang baik apa aku kurang cantik atau tubuhku kurang menggoda dimata kak Randi hikksss hikssss" tangis Pricilia pecah memukul dada bidang Randi yang langsung sigap memeluk tubuh rampingnya dengan erat.
"kenapa aku tidak pernah menjadi orang pertama di hati kalian aku..."
suara pricilia tercekat oleh bungkaman bibir Randi yang tiba tiba ********** dengan perlahan.
pelupuk mata Pricilia terbuka lebar tubuhnya terasa lemas air mata yang tadinya mengalir langsung berhenti tanpa di minta . ini ciuman kedua yang di dapat oleh pricilia karna pada ciuman pertamanya sudah di dapat oleh kenzo.
"kau adalah wanita kedua yang paling aku sayang setelah ibuku. aku janji akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untumu" bisik Randi setelah mengakhiri lumatannya sedangkan Pricilia sudah berada di mode diam tak satu katapun yang dapat di ucap senyumnya yang manis menjawab semuanya.
__ADS_1
"I love soo mouch pricilia" sambung Randi lagi membawa tubuh ramping pricilia ke dalam pelukannya yang hangat.