"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
aku mau


__ADS_3

sunyi senyap terjadi di kamar hotel berbintang yang berada di deretan tertinngi gedung itu.


tak ada suara apapun di sana hanya detakan jarum jam terdengar di telinga Ara yang sedari tadi mencoba memejamkan matanya namun kedua mata itu terasa sulit untuk terpejam.


sesekali tatapannya menoleh ke arah pintu kamar yang masih tertutup rapat.


berharap pengantin prianya segera muncul.


namun nihil lagi lagi tatapan Ara hanya menangkap daun pintu yang sama karna sebenarnya kenzo masih berada di lobi hotel berbincang dengan kedua orang tuanya beserta Billy yang harus kembali terlebih dulu ke pusat kota.


hingga beberapa saat kemudian suara decitan pintu terbuka membuat tubuh Ara menegang antara senang malu dan takut menjadi satu hingga akhirnya Ara memilih tetap pada posinya dengan kedua pelupuk mata yang sudah tertutup rapat.


sedangkan kenzo yang baru saja tiba langsung melepas sepatu dan jasnya.


melangkah pelan menghampiri istrinya.


cuppp


satu kecupan berhasil mendarat di kening Ara lalu kembali belankah memasuki pintu kamar mandi tanpa satu katapun yang keluar dari bibir kenzo.


saat suara pintu kembali tertutup Ara langsung membuka kedua bola matanya dan menghela nafasnya panjang sambil mengusap dadanya pelan.


sayup sayup indra pendengaran Ara menangkap gemercik air dari kamar mandi membuat bibir Ara terangkat menyunggingkan senyuman entah apa yang membuat wanita ini tersenyum.


tak lama kemudiam suara pintu kamar mandi terbuka kembali terdengar membawa wangi segar yang langsung menyeruak menembus indra penciuman Ara yang sudah kembali dalam mode pura pura tidurnya.

__ADS_1


"huhhhhhfff"


helaan nafas berat kenzo terdengar jelas dengan gerakan perlahan kasur king size membuat tubuh Ara yang tengah berpura pura tertidur semakin menegang entah apa yang ada dalam fikiran Ara saat ini.


perlahan tapi pasti gerakan tangan kekar kenzo kini sudah memeluk tubuh Ara dari belakang membuat jantung Ara semakin berdetak tak karuan dengan nafas yang berhembus tak beraturan seakan tengah berlari maraton.


"yaa Allah tolong beri hamba kesehatan jangan sampai jantung ini tiba copot mendadak" batin Ara memejamkan mata semakin erat merasakan aroma nafas kenzo yang beraroma mints berhembus lembut di lehernya.


sedangkan kenzo tersenyum devil menahan tawanya merasakan tubuh Ara yang semakin menegang.


kenzo sedari tadi sadar bahwa Ara hanya pura pura tidur untuk mengelabuhinya.


namun kenzo ingin melihat sejauh mana wanita ini bertahan dalam sandiwaranya.


dengan gerakan jari jemarinya yang perlahan kenzo mencoba menyentuh wajah dan leher Ara dengan gerakan menggoda bahkan berkali kali kenzo mencium leher jenjang Ara hingga menimbulkan bekas merah di sana.


"aku mengiginkanmu malam ini istriku." bisik kenzo pelan namun tak mendapat jawaban dari Ara yang masih tetap dengan sandiwaranya.


"baiklah kalau belum siap aku akan menunggu"bisik kenzo lagi sambil mencium bibir Ara sekilar lalu kembali memeluk tubuh Ara.


hingga beberapa saat kemudian Ara masih tetap tak bisa terlelap seperti biasa . pelukan hangat kenzo masih terasa asing dengan nafas kenzo yang berhembus beraturan membuat bibir Ara tertarik lebar merasa sangat bahagia bisa merasakan kehangatan pelukan seorang pria yang mengingatkan pada ayahnya dulu.


"aku mencintaimu tuan muda sangat mencintaimu" kata Ara dalam hati sambil membalikkan tubuhnya yang langsung menatap wajah kenzo dengan lekat.


perlahan tangannya menyentuh pipi kenzo dengan sangat lembut hingga jari jemari semakin berani menyentuh alis hidung dan bibir kenzo dengan lembut.

__ADS_1


"aku juga menginginkanmu suamiku" bisik Ara sangat pelan saat menyentuh bibir tebal milik kenzo.


tanpa fikir panjang Ara memajukan wajahnya mencium bibir Kenzo sekilas namun tiba tiba tengkuk lehernya tertahan oleh cengkraman lembut tangan pria yang tak lain adalah kenzo.


"kenapa harus menghindar jika takdir sudah menentukannya sayang" kata Kenzo tersenyum menggoda membuat wajah Ara langsung memerah merasa sangat malu.


"apa aku bisa meminta hakku malam ini istriku..?" tanya kenzo membuat Ara semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


" tidak usah takut jika kamu belum siap aku tidak akan memaksa sayang" sambung kenzo lagi sambil mengelus puncuk kepala Ara .


"aku mau" kata Ara singkat membuat kenzo langsung menatap wajah istrinya dengan berbinar bahagia.


"apa kau seriuz sayang??" tanya Kenzo memastikan yang hanya di jawab angguka kepala oleh Ara.


namun bagi kenzo anggukan pelan itu sudah melebihi kesenangan saat memenangkan tander besar.


tanpa banyak bicara lagi kenzo langsung membungkam bibir ranum Ara ******* dan menghisabnya dengan penuh gairah.


suara desahan Ara yang tertahan membuat nafsu Kenzo semakin membuncah membuat istrinya itu hilang kesadarannya menikmati setian sentuhan kenzo yang mampu menebarkan rasa hangat di seluruh tubuhnya.


"Awww sakitt " rintih Ara menahan tubuh kenzo yang kini sudah berada di atasnya.


"bertahanlah sayang sedikit lagi" bisik kenzo dengan suara beratnya kembali memelumat bibir Ara dengan gerakan tubuhnya yang pelan . memasukkan sisa batang kerasnya yang belum masuk sepenuhnya.


hingga kedua tubuh keduanya menyatu sempurna membuat suara desahan demi desahan terus bergema di ruangan itu.

__ADS_1


dengan tenanganya yang terus meningkat kenzo menghentak hentakkan tubuhnya dengan cepat menikmati setiap rasa baru yang memikat jiwanya. tak memberi kesempatan Ara beristirahat walau sejenak hingga dini hari terus berlalu beranjak pagi kenzo baru mejudahi permainannya.


"terima kasih sayang" bisik kenzo lembut mencabut bendanya yang entah berapa lama sudah terbenam dalam kenikmatan lalu berbaring dan memeluk tubuh polos Ara yang sudah terlelap karna kelelahan.


__ADS_2