"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
nyonya besar


__ADS_3

kenzo mengemudikan mobilnya. suasana jalan yang sepi dimalam hari membuat kenzo teruz memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


kenzo tersenyum melihat Ara yang tertidur pulas dengan kepala yang di biarkan bersandar di bahunya.


"gadis sederhana yang sempurna. hati yang lembut wajah yang polos kau sudah membuatku terpesona saat pertama kali aku melihatmu" bisik hati kenzo


kenzo terus memacu mobilnya hingga memasuki mansion mewahnya sedangkan Ara masih terlelap dalam tidur indahnya.


terlihat dua orang pengawal berlari memyambut kedatangan tuan mudanya.


"Ara... ara" kenzo menepuk nepuk pipi Ara dengan lembut.


"hahh tuan muda kita sudah sampai . ya ampun aku ketiduran ... maafkan saya tuan muda" kata Ara yang melihat ke arah sekitar dan merasa bersalah pada kenzo.


kenzo yang melihat tingkah Ara yang menurutnya menggemaskan hanya tersenyum simpul dan keluar dari mobil. berjalan memasuki mansion dengan langkah yang terus di ikuti oleh Ara di belakangnya.


"anak nakal dari mana saja kau itu "


tiba tiba suara seorang wanita mengelegar di ruang tamu mansion membuat kenzo dan Ara yang mendengarnya terkejut melihat seorang yang sudah berumur sekitar 40an namun terlihat masih sangat cantik dan sexy.


"momy..!! kapan momy datang..?? kenapa kau tidak memberi tahu kenzo sebelumnya.??" ujar kenzo berlari memeluk momynya.


"dasar anak nakal apa momymu ini harus lapor dulu saat mau pulang hahh..??" jawab nyonya smith sambil menarik telinga kenzo.


"astagaaa momy kenapa kau masih suka menarik telingaku. kau tau aku ini ceo yang ditakuti banyak orang .!!" ujar kenzo kesal


" kau ini ...!! dari mana saja kau itu hingga pulang larut malam ..?" tanya nyonya besar smith sambil duduk di sofa


"maafkan kenzo momy . kenzo habis bertemu klayen di luar kota." kata kenzo berbohong sambil duduk di samping momynya.


sedangkan Ara hanya berdiri sedari tadi tanpa bergerak sedikitpun menyaksikan pertemuan tuan mudanya dengan nyonya besar yang baru dilihatnya.


"apa momymu ini akan percaya kenzo." kata nyonya besar menatap kenzo dengan tajam.


" ayoolah momy sejak kapan kenzo berani berbohong pada momy." jawab kenzo tersenyum memperlihatkan gigi rapinya yang putih.


" oohhhh yaaaaa... sejak kapan putraku ini pergi bertemu rekan bisninya tanpa Billy dan malah datang bersama gadis itu hahhh" ujar nyonya smith yang menunjuk ke arah Ara.

__ADS_1


Ara yang hanya bisa diam dan menundung merasa bersalah pada tuan mudanya.


kenzo hanya tersenyum kecut sambil menggaruk garuk kepalaya.


"heyy kau.. sedang apa kau menunduk disitu. apa kau sedang mencari mangsa di sini " kata nyonya besar smith melihat Ara sinis.


Ara hanya diam tetap menundukkan kepalanya dengan tangan yang bergerak memain mainkan jarinya.


"hey nona apa kau tuli..?" triak nyonyA smith lagi


"apa anda bicara pada saya nyonya..??" kata Ara dengan gugup melihat ke arah nyonya smith


"apa ada nona lain di ruang ini selain kau..??" jawab nyonya smith kesal


"yaa ampun kenapa nyonya ini sangat jutex.." kata hati Ara


"sudahlah momy .. apa momy kesini hanya untuk marah marah.."celut kenzo kesal melihat momynya sedari tadi berbicara keras


"dasar kau ini anak nakal... momy datang kemari karna pricil bilang kau menamparnya apa itu benar tuan muda..??" kata nyonya smith tersenyum devil pada Kenzo


"ternyata dia sudah melapor pada momyy" kata kenzo datar yang membuat nyonya smith menarik telinga kenzo


"pricill yang membuat kenzo marah momy . itu hanya refleks saja" ujar kenzo


"kau marah karna pricil mengata ngatai seorang pelayan begitu..??" tanya nyonya besar menahan amarahnya.


"momy sudahlahh " kata kenzo melihat ke Arah yang masih berdiri di posisinya.


" apa dia palayan yang pricil maksud..??" ujar nyonya smith


" ini tidak ada hubungannya sama pelayan kenzo momy.."


" Ara sebaiknya kau istirahat besok pagi kau bangunkan aku seperti biasa" kata kenzo yang sudah kasihan melihat Ara terus berdiri.


"baik tuan" jawab Ara singkat dan segera berjalan menuju kamarnya dengan cepat.


"apaa bagusnya dia. masih lebih cantik pricill kemana mana.."ujar nyonya smith melihat Ara yang sudah berlalu.

__ADS_1


"momy sudahlah dia hanya pelayan kenzo. kenapa momy harus peduli pada gadis itu" kata kenzo kesal


" momy tidak mau kau tergoda pada gadis murahan seperti dia kenzo..."


"ayolahhh momyy.. kenzo tidak digoda oleh siapapun " kata kenzo memotong pembicaraan nyonya smith


"tidak di goda katamu lalu ini apa..??" kata nyonya smith sambil menunjukkan sebuah amplok coklat yang berisi foto foto kedekatan kenzo dan Ara


"huuufhh" kenzo menghembuskan nafasnya kasar melihat foto foto itu.


"siapa yang berani menghiyanatiku di mansion ini" kata kenzo dalam hati.


"kenapa kau diam saja tuan muda..? apa kau sudah sadar sekarang..?"kata nyonya smith sinis


"momy bukan gadis itu yang menggoda kenzo tapi kenzo yang hilang kendali saat berada di dekat gadis itu." kata kenzo datar menyandarkan kepalanya ke sofa.


"apa.... jadi kau sudah tergoda pada pelayan itu kenzo.!!!" teriak nyonya smith dengan amarah yang sudah memuncak


"kenzo tidak tergoda momy kenzo terpesona pada gadis itu." ujar kenzo kesal yang membuat nyonya besar smith murka memukul mukuli kenzo dengan bantal sofa.


"momy hentikan momy hentikan.." teriak kenzo memeluk momynya dari belakang


" huuuuhf huhhff huhhhf" nyonya besar smith meredamkan kekesalannya dengan membuang buang nafasnya kasar


beberapa pelayan dan pengawal menahan tawa melihat intraksi nyonya dan tuan mudanya itu.


" kau tau momy dia gadis yang baik momy. dia lembut sangat lembut. dia tidak pernah mencoba untuk menggoda kenzo sekalipun seperti yang wanita lain lakukan saan di dekat kenzo. malah dia yang selalu menolak kenzo momy" ujar kenzo datar sambil terus memeluk momynya dari belakang.


" apaa kau bilangg.. gadis itu menolakmu." teriak momy kenzo kembali kesal


"astaaagaa aku salah bicara rupanya" kata kenzo dalam hati.


"sudahlah momy kenzo istirah dulu.. selamat malam momy" teriak kenzo sambil berlari menaiki tangga menuju kekamarnya.


"heyyy tuan muda aku belum selesai bicara" teriak nyonya smith kesal


"huuhf ya ampun anak itu masih saja seperti anak kecil." ujar nyonya smith duduk di sofa

__ADS_1


"apa tadi dia bilang. gadis itu menolak putraku asstaagaaaa .. apa gadis itu bodoh ..?? atau jangan jangan putraku yang sudah tidak mempesona." oceh nyonya besar smith memijat pelipisnya yang tidak sakit. hanya pusing melihat tingkahnya yang tetap polos di hadapannya.


__ADS_2