"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
detektif


__ADS_3

"selamat siang tuan maaf sudah membuat anda menunggu" sapa Randi sesopan mungkin


"ah yaaa tidak apa apa tuan silahkan duduk" sahut pria tampan yang sedang duduk itu dengan logatnya yang terdengar tidak begituh fasih melafalkan perkataannya.


"silahkan nona" kata pria yang sedari tadi berdiri mempersilahkan Ara duduk di kursi yabg sudah lebih dulu ditariknya.


"ahh yaaa terima kasih tuan" sahut Ara tersenyum manis membungkukkan kepalanya.


"perkenalkan aku marchel samuel shan anda bisa memanggilku marchell"


"senang bertemu dengan anda tuan marchel nama saya Ara dan ini suami saya Randi Aditia " kata Ara mengedipkan sebelah matanya pada Randi yang entah kenapa Ara sangat tidak suka dengan tatapan pria tampan dihadapnya ini.


"dasar bodoh. apa yang dia pikirkan .?" batin Rendi melebarkan kedua bola matanya seakan sedang memarahi Ara dengan tatapannya.


"ohhhh benarkah..?" tanya Marchel berpura pura terkejut padahal hatinya sedang menertawakan gadis di depannya itu.


Ara tidak tau saja jika pria di hadapannya ini sudah tau seluk beluk kehidupannya.


"tuan bolehkah saya bertanya sesuatu tuan..??" kata Randi berusaha mengalihkan topik melihat Ara yang sudah terlihat bingung dengan kata katanya sendiri.


sedangkan marchel terlihat menarik ujung bibirnya semakin tertarik dengan wajah Ara yang terlihat polos dimatanya.


"silahkan tuan tidak perlu sungkan"


"begini tuan saya hanya ingin tau kenapa pengusaha besar seperti anda bisa tertarik dengan perusahaan kecil seperti kami. bukankah masih banyak perusahaan besar akan dengan senang hati bekerja sama dengan anda..?"

__ADS_1


"karna aku menemukan titik menarik di antara kalian" sahut marchel tersenyum devil membuat Ara dan Randi saling pandang.


"apa kalian tidak tertarik dengan penawaran dariku..???"


"tidak bukan.."


"tidak bukan.."


kata Ara dan Randi bersamaan membuat Marceh dan asistennya tersenyum mengangkat alisnya.


"bukan begitu maksud saya tuan . kami sangat senang dan sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan pengusahan besar seperti anda hanya saja..."


"datanglah ke kekantorku besok siang aku akan membicarakan kesepakatan kita. " kata Marchel memotong pembicaraan Randi dan melangkah keluar meninggalkan Ara dan Randi yang sudah merasakan aura mencekan di wajah marchell.


"tidak ada kesalah hanya kebodohan yang kau lakukan..!!"


"apa maksudmu kak Ran.?"


"kenapa kau bilang aku suamimu..!!"


"memangnya kenapa apa salahnya .?? apa kakak tidak lihat bagaimana tatapan pria itu? dia seperti harimau yang mengincar mangsanya.!!"


"apa kau fikir tuan marchel akan percaya.??"


"kenapa harus tidak percaya bukankah dia hidup di luar negri dan tidak akan tau tentang kita"

__ADS_1


"dasar bodoh...!!!!sudahlah percuma ngomong sama kamu" teriak Randi kesal


"heyyyy kak Randi kau mau kemana..?? tunggu"


Ara berlari mengejar Randi yang sudah meningalkannya otak kecilnya sudah tidak kuat menghadapi kecerobohon Ara yang kadang kabuh.


"aiisss kenapa kakak marah..??akukan tidak melakukan apapun..??" gerutu Ara yang tak di tanggapi oleh Randi.


Randi terus melangkah keluar memasuki pintu mobilnya yang terus diikuti Ara.


Randi menghidupkan mesin mobilnya sudah siap melaju perlahan melewati gerbang gedung . tapi tiba tiba saja tatapan Randi menangkap sosok pria yang sangat dikenalnya baru saja keluar dari mobil lain bersama dua orang wanita.


"bukankah itu kenzo..?" kata Randi yang membuat Ara langsung menoleh kearah tatapan Randi dadanya seketika merasa sesak melihat kenzo bersama nyonya smith dan seorang gadis cantik yang tengah di gandeng oleh nyonya smith memasuki pintu restoran yang berada tepat di sebelah gedung itu.


"siapa dia..?? pantas saja tuan muda melupakan aku yang sangat tidak sebanding dengan wanitanya itu" batin Ara merasakan sesuatu didadanya yang seakan tidak rela melihat kenzo bersama wanita lain.


"kak bolehkah aku mampir ke restoran itu sebentar..?? perutku lapar kak..?"kata Ara mencari alasan agar bisa melihat lebih dekat siapa wanita yang bersama kenzo itu.


"apa kau cemburu..?" sahut Randi yang membuat Ara terdiam entah apa yang membuatnya sesesak ini cemburu atau hanya sekedar rasa tidak rela saja.


"kau tidak pandai berbohong nona. ayo aku temani kau menjadi detektif hari ini" sambung Randi yang membuat Ara tersenyum merasa bahagia.


disisi lain kenzo sudah terlihat duduk bersama dua wanita di hadapannya


"dasar wanita ****** . bagaimana bisa mommy memperkenalkanku dengan wanita seperti ini astaga..... jauh lebih baik Ara kemana mana" batin kenzo jengah membuang wajah dinginnya ke arah lain. seakan tidak rela menatap kedua wanita yang sedang berbincang di hadapannya itu.

__ADS_1


__ADS_2