

malam hari ara sudah tiba di tengah kota yang ramai dan padat oleh mobil mobil mewah yang berlalu lalang ara hanya diam dan sesekali tersenyum mendengar nasehat dan ucapan dari paman Han yang kadang lucu. motor matic itupun terus melaju membelah kota dengan kecepatan sedang.hingga motor itu berhenti tepat di depat rumah yang berpagar hitam dan tinggi .ara turun dan membuka helmnya yang sedari tadi terasa berat di kepalanya. ara memutar kepalanya melihat sekitar yang sangat sepi jauh dari keramaian atau rumah penduduk bahkan tidak ada orang yang melintas sekalipun
"ara tunggu sebentar ea paman mau ke pos jaga di sana dulu" kata paman han pada ara yang hanya di jawab dengan anggukan kepala .ara masih setia berdiri pada posisinya memandang paman han berjalan menuju pos jaga.
tiinn tiinn
"astagaaaaa"ucap ara sambil mengusap dadanya karna kaget . pak Han yang melihat ada mobil itupun berlari ke arah ara memindahkan motor yang tepat berada di depan mobil mewah itu. ara yang masih kaget hanya diam dan menepi mengikuti pak Han.sedangkan orang yang berada di dalam mobil itu masih sibuk dengan ponselnya hanya melihat sekilas keluar.sang supir kembali melaju memasuki pagar yang sudah terbuka dengan otomatis dan kembali tertutup rapat.ara melihat mobil itu terkagum warnanya yang mengkilau nyaris tidak ada debu satupun yang menempel
"araaaa"panggil pak han sambil mengibas ngibas tangannya di depan wajah ara
"paman Hannn.astaga Kau membuatku kaget paman
"ara kembali mengelus dadanya
"kamu sih paman panggil gc yahut yahut malah bengong liat pagar"
"hehehe maaf paman ara terpukau melihat mobil itu paman huaaaa asli bagus banget paman"ucap ara lagi dengan senyumnya yang lebar pak han hanya tersenyum melihat ara.
"maz Han."tiba tiba seseorang keluar dari gerbang tinggi itu memangil mereka. ara da pak Han langsung menoleh pada arah suara itu dan mendapati seorang ibu yang cukup berumur
"sari ini ara ponakanku yang ku ceritakan waktu itu " pak han memperkenalkan ara pada bik sari yang tak lain adalah kepala pelayan di rumah Kenzo smith seorang Ceo muda yang menjadi satu satunya ahli waris keluarganya. kenzo anak tunggal dari pasangan tuan besar alberto smith dan nyonya besar kanaya. kenzo tinggal seorang diri di negara ini orang tua memilih tinggal di negaraX dan memimpin perusahaannya disana. dengan sifat dingin dan watak keras kenzo orangtuanya mempercayakan semuanya pada kenzo.
"ya ampun dia cantik banget maz Han. kamu yakin dia mau jadi pelayan disini"tanya bik sari yang melihat ara dari atas sampai bawah
"bik sari bisa aja kalok cuma jadi pelayan mah ara bisa asal ada gajinya Hehehe"ara tertawa kecil mendegar ucapan sari
" tenang saja atuh ara kalok disini mah gajinya gede." sambung bik sari yang membuat ara tersenyum lebar
"ya sudah kalok begitu aku pamit pulang dulu sari. aku titip ara ea tolong bantu dia menjalankan tugas.
ara paman balik ke kosan paman dulu ya .3 hari sekali paman kesini." pak Han mengelus pundak ara
dan tersenyum manis pada sari.ara menggangguk pelan.
"Hati hati paman"kata ara lagi sambil melambaikan tangannya melihat motor yang di kendarai pak.Han akan berlalu.pak Han hanya tersenyum membawa laju motornya
__ADS_1
"ayokk ara kita masuk besok pagi kamu sudah harus siap memulai tugas tugas kamu"ajak sari pada ara. sari dan arapun memasuki pagar tinggi itu ara tertengun melihat rumah mewar di depatnya yang dulu hanya bisa di lihat di majalah atau internet kini dia akan berada di dalamnya. ara melangkah terus mengikuti bik sari yang masuk menuju samping rumah. tempat para pelayanan bercengkrama dan kamar para pelayan.sari memperkenalkan ara pada para pelayan lainnya smua pelayan di sana agak canggung bila ada sari karna posisi sari sebagai kepala pelayang sekaligus chef di rumah itu. ara menyalami semua pelayan yang berjumlah 6 orang dengan tungas masing masing setelah itu ara masuk kedalam kamarnya yang di tunjukkan sari. ara merebahkan tubuhnya di ranjang singel.
"ya ampun ini kasur pelayan empuk begini.gimana punya majikannya eaaaa"kata batin ara
sedangkan sari sudah berlalu menuju dapur menyiapkan makan malam untuk tuan mudanya.ara beranjan dari kasurnya menuju kamar mandi yang juga berada di kamar itu.ara membersihkan diri dan berganti baju memakai krim malam pada wajahnya yang memang cantik sempurna. tiba tiba polsenya berbunyi
umie is calling.,
"halo umi assalamualaikum"
....
"iya umi ara baik baik aja. ara baru sampai di rumah majikan ara umi baru selesai mandi umi"
....
"iya umi sayang jangan khawatirka ara oke. ara bisa jaga diri ara umi ara pasti jaga kesehatan."
....
"iya umi."
"umi wily mana umi"
...
"ooochh syukurlah umi. aq titip wily umi
maafkan ara umi "
....
"ya sudah umi istirah dulu okeee.jaga kesehatan umi ara jugak mau istirahat umi besok ara mulai kerja"
....
tut tutt tuttt
ara memutuskan sambungan telfonnya buliran bening terus membanjiri pipinya yang mulus.
__ADS_1
ara kembali mengingat bagai mana kejamnya paman dan bibinya mengusir mereka dari rumahnya sendiri.
ara terus menangis mengigat semuanya.hingga terdengar ketukan pintu di kamarnya ara segera menghapus air matanya.
"ara ini catatan tugas kamu setiap hari " kata sara sambil menyodorkan secarik kertas
"baik bik terimakasi"kata ara meraih kertas itu
"ya sudah kamu sekarang pelajairi dan istirahatlah besok laksanakan jangan sampai terlambat ea. tuan muda sangat disiplin orangnya" kata sari lagi yang di jawab dengan angukan kepala oleh ara.
didalam kamar ara duduk bersanda pada tembok sambil menbaca tugasnya besok
***1.membangunkan tuan muda tepat jam 06.00 menyiapkan air hangat beserta semuanya.
menyiapkan pakaian lengkap
memakaikan sepatu
2.melayani tuan muda di meja makan(pagi siang dan malam)
3.mengantar tuan muda hingga menuju mobil dengan membawakan tas (lain lain) dan memberikannya pada tangan kanan tuan muda
4.membersihkan kamar tuan muda beserta membawa baju kotor tuan muda dan meletakkannya di ruang cuci
5.menyambut kedatanga tuan muda mengambil alih barang bawaan tuan muda dari tangan kanannya. dan jangan lupa bukakan sepatunya
6***.........??
"ya ampun cuma ini tugasku. "ara membolak balikkan kertas yang di pegang"astaagaa tuan muda seperti apa yang harus aku layani ini.apa iya masih seperti wily."ara mengelengkan kepalanya.membaca tugas itu ara mengingat pada sosok anak kecil yang masih hari dibantu melakukan semuanya.
"lahhh ini lagi nomer.6 knpa kosong apa maksudnya cobak..?? ahhhh biar kutanyakan saja besok pada bik sari"
huaaaay
ara menguap matanya sudah tak tahan menahan kantuk dia harus istirahan tapi perutnya tak menginginkan dia tidur
"ya Allah aku lapar sekali. cacing di perutku sudah teriak tariak "ara merasa sangat lapar ara membuka pintu kamarnyA dan berjalan menuju daput ara tadi siang sempat melihat sari menuju ruangan itu. ara melihat kulkas disana dengan langkah cepat ara membuka kulsan dan mengambil 2 biji buah apel. ara langsung menggigit biji apel itu sambil berjalan di ruangan yang minim cahaya itu. ara terus menelusuri ruang tamu tersebut dan duduk di sofa yang sangan empuk sambil terus mengigit apay yg di bawa
"assatagaaa ini empuk sekali kalok wily di ajak kesini pasti lompat lompat itu bocah" cerocos ara tak henti henti memuji setiap barang yang dilihatnya ara tak menyadari ada sepasang mata yang mengawasi sedari tadi dan mendengar celoteh celotehnya. eaaaa tadi kenzo tengah menuruni tangga dia berniat ke dapur untuk mengambil air putih namun langkahnya terhenti melihat seseorang dan memperhatikannya. kenzo bingung mau berbuat apa melihat wajah polos ara kenzo tak tega mengganggunya.kenzo memilih berbalik menuju kamarnya dan terlelap begitupu dengang ara.setelah menghabiskan 2 buah apelnya ara kembali ke kamarnya dan terlelap .
__ADS_1