"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
bercerita


__ADS_3

Di gedung albertooGroup Ara duduk terdiam menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. hingga tanpa sadar ada seseorang yang sudah masuk dan duduk disampingnya.


"khemmzzz khemmzzz"


"astaagaaaa..... tuan muda huhhhf" ujar Ara mengelus dadanya yang terkejut melihat kenzo sudah duduk di sampingnya. sedangkan Billy hanya duduk di sofa dengan wajah datarnya.


"kenapa dengan para pria ini..?" bisik Ara dalam hati yang melihat kenzo dan Billy duduk dengan wajah dinginnya yang menyeramkan.


"siapa pria itu..??" tanya kenzo datar yang membuat Ara terdiam . sedangkan Billy hanya menghembuskan nafasnya kasar. Billy sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya melihat sifat kenzo yang keras kepala dan to the poin sedangkan Ara akan terus menentang jika merasa tersudutkan.


"entahlah.." sahut Ara kesal sambil melipat kedua tanggannya di depan dada dengan wajah yang membelakangi kenzo.


"siapa pria itu..!!!" teriak kenzo kesal dengan geraham yang sudah mengeras.


"tidak tauuuu "jawab Ara keras


"aku tanya siapa pria itu.."


"aku bilang tidak tau ya tidak tau..!! " teriak Ara semakin kesal mendengar kenzo membentaknya.


"jangan uji kesabaranku Ara. kau belum tau siapa aku sebenarnya. baiklah aku akan tunjukkan padamu nona..." kata Kenzo tersenyum devil dengan melipatkan kedua kakinya. membuat nyali Ara menciut melihat tatapan kenzo yang tajam.


"Bill.. cari tau siapa pria itu dan pastikan hidupnya berada dalam genggamanku" printah kenzo pada Billy dengan senyuman devilnya. membuat Billy kembali menghembuskan nafasnya kasar.


"baik tuan muda " jawab Billy datar sambil membuka laptop yang sedari tadi berada di hadapannya.


"apa yang akan kau lakukan tuan " sahut Ara kesal sambil menatap kenzo dengan matanya yang dibuka lebar.


"dia sudah menyentuh barang milikku . akan aku pastikan dia akan hancur di tangganku nona .." ujar kenzo menatap Ara dengan tajam membuat nyali Ara mencium seperti krupuk tersiram air.

__ADS_1


"jangan berani menyentuhnya sedikitpun tuan muda. baiklah akan ku katakan semuanya. tapi kau harus janji padaku jangan lakukan apapun padanya " kata Ara memasang wajah sedihnya di hadapan kenzo. sedangkan Billy hanya diam melihat tuan muda dan asistennya berdebat seperti tikus dan kucing.


"bagusss.." kata kenzo tersenyum menang "sekarang katakan .." sambung kenzo lagi


"apanya..??" ujar Ara memasang wajah bingung


"Ohhh begitu baiklah .. Billy sekarang.."


"oke oke.." kata Ara memotong pembicaran kenzo dengan kesal sedangkan kenzo kembali tersenyum penuh kemenangan .


"dia pria yang membuatku hamil " kata Ara datar dengan kepala yang menunduk malu. sedangkan Willy dan kenzo saling bertatapan.


"jadi dia ayah kandungnya Willy... putra tuan Rafki aditia pemilik perusahaan stargroup" sahut Billy sedangkan kenzo sudah memasang wajah datarnya.


" ya kau benar.. dia Rendi perwira aditia putra satu satunya tuan Rafki aditia. tapi dia bukan ayah Willy ataupun pemilik sah Stargroup. Willy putraku dan star group milik ayahku" ujar Ara menatap Billy dengan menekan kata stargroup.


"aku tau "sahut Billy tersenyum "apa kau tidak ingin mengambil apa yang seharusnya milikmu..?" tanya Billy menatap Ara sedangkan kenzo hanya diam dengan pikirannya sendiri.


"apa kau mencintai pria itu..?" tanya kenzo tiba tiba dengan suara dingin.


"tidak... aku menyayangi dia sebagai kakak . dulu dia satu satunya pria yang kusayang setelah ayah. tapi keadaan begitu kejam pada kami. " kata Ara lirih dengan airmata yang sudah tak bisa terbendung. hatinya sakit mengingat bagaimana waktu yang begerak cepat memutar kehidupan Ara.


sedangkan kenzo terdiam mendengar kata kata Ara dadanya terasa berdenyut mendengar penuturan Ara.


"apa kau bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya padaku... bukan maksudku ingin mencampuŕi urusan pribadimu maaf..." kata Billy dengan menatap Ara dengan tatapan lembut. " apa kau tidak memikirkan masa depan Willy.." kata Billy lagi ketika melihat Ara yang hanya diam sesekali menitikan airmata


"mungkin sudah waktunya aku mengungkap semuanya... kak Billy benar . aku tidak mau Willy hidup dalam kecerobohan yang telah aku perbuat " bisik Ara dalam hati.


"aku akan bercerita kak ..." ucap Ara pelan menatap mata Billy yang teduh

__ADS_1


Billy hanya menganggukkan kepalanya dengan bibir yang tersenyum hangat.


flashback on


"kak Rendi.." kata Ara yang melihat Rendi memasuki kamarnya


"aku merindukanmu peri kecilku " kata Rendi memeluk Ara dengan erat. sedangkan Ara hanya diam karna pelukan Rendi yang tiba tiba tidak seperti biasanya.


"kau tau aku selalu ingin di dekatmu aku tidak sudi melihatmu bersama orang lain selain diriku peri kecilku" kata Rendi dengan suara yang sedikit ngelantur karna sudah terpengaruh alkohol.


"kak Rendi kakak bicara apa..? astagaa...kak Rendi bau sekali.?" ucap Ara melepas pelukan Rendi namun rendi kembali memeluk Ara dengan erat.


"kak tolong lepaskan aku . Ara tidak bisa bernafas " kata Ara sambil meronta ronta


"diamlah sayang kau tau ini malam yang selalu aku tunggu tunggu. aku akan mengikatmu malam ini sayang .tidak ada yang boleh memilikimu selain aku " kata Rendi sambil menciumi wajah Ara.


"apa maksudmu kak. aku hanya punya kak Rendi satu satunya kakak Ara. tolong kak jangan lakukan apapun Ara tidak akan pergi dari kakak " kata Ara yang sudah ketakutan berada di dalam pelukan Rendi.


"diamlah sayang . tidak ada satu orangpun dirumah ini. jadi kita bisa menikmati malam ini dengan kenikmatan" bisik Rendi ditelinga Ara . membuat tubuh Ara semakin gemetar ketakutan..


"jangan kak jangan tolong " teriak Ara sambil meronta ronta namun Rendi tak merespon isakan tangis Ara.


Rendi menarik baju Ara dengan sekali tarikan menyisakan tubuh Ara yang hanya terbalut oleh pakain dalam.


" kakak jangan lakukan ini padaku kak" teriak Ara dengan isak tangisnya yang pilu.


"jangan menangis sayang. nikmati saja" ujar Rendi yang sudah tidak tahan melihat lekuk tubuh Ara dengan 2 bukit yang sangat mengoda


"jangan kak jangann..." teriak Ara menutupi bagian tubuhnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


tapi Rendi yang sudah hilang kendali mengangkat tubur Ara dan melempar kekasurnya yang empuk.


"nikmati sayang" bisik Rendi yang langsung menindihi tubuh Ara. Ara terus meronta ronta tangannya memukuli dada Rendi tapi apa daya tenaga Rendi lebih kuat hingga membuat Ara kalah dengan tangisan yang sangat pilu.


__ADS_2