
di aparteman milik kenzo yang sangat mewah Tiara tertawa terbahak bahak melihat wajah kenzo yang sudah di penuhi dengan coretan ponsel warna ulah Willy yang kini sudah di bawa masuk kekamarnya oleh umi Ara untuk segera tidur.
"apa aku sangat lucu hingga kau sesenang itu" sinis kenzo menatap wajah Ara yang terlihat memerah karna tertawa.
"hahaha yaaa kau sangat lucu tuan hahaha"
"huhhhhf"
"heyyyy anda mau kemana tuan..?" teriak Tiara yang melihat tubuh Kenzo sudah berjalan ke arah pintu.
"pulang.."
"tapi wajah anda... biar aku bantu menghapusnya tuan tunggu sebentar"
bibir kenzo tersenyum melihat Ara yang segera berlari kemudian kembali dengan tisu basa di tangannya
"apa kau sudah mulai peduli padaku..?" goda kenzo yang mampu membuat wajah Ara bersemu merah.
"apa anda lupa bahwa saya asisten anda tuan kenzo..??"
"ohhh astagaaa aku mengira ini perlakuan khususmu padaku. ternyata hanya sebatas atasan dan bawahan"
"yaaa begitulah tuan " sahut Ara yang tak menyadari raut wajah kenzo yang nampak sangat kecewa.
"kalau begitu aku permisi "
"hahhh yaaaa ... apa anda akan langsung pulang..??"
"tentu.. terima kasih atas waktunya dan maaf sudah mengganggumu akhir akhir ini "
Ara terdiam melihat tubuh kenzo yang sudah keluar dari apartemannya. entah kenapa hatinya kecewa melihat kenzo yang tiba tiba pergi tanpa menggodanya seperti biasa.
"apa yang aku fikirkan bukankah ini yang aku inginkan sudahlah .." kata Ara dalam hati sambil berjalan arah kamarnya untuk istirahat.
sedangkan kenzo yang terlihat sangat kecewa membawa laju mobilnya dengan cepat menuju ke arah mansion mewahnya yang sudah terlihat sangat sepi.
"kenzo kenapa kau baru kembali..???" teriak nyonya smith melihat kenzo yang baru datang hendak melangkah menaiki anak tangga.
__ADS_1
"maaf mom kenzo capek pengen istirahat" sahut kenzo terus melangkah naik tak menoleh ke arah nyonya besar yang terlihat menatapnya heran.
.........
keesokan paginya kenzo segera bergegas bangun dari tidurnya entah apa yang membuat tuan muda ini terlihat sudah rapi sepagi ini.
"aku akan membuatmu merindukanku Ara" kenzo tersenyum devil menatap pantulan dirinya di depan cermin lalu berjalan keluar melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke ruang kerja di perusahaannya menemui Billy yang sudah terlihat sangat sibuk dengan laptop dan dokumen di hadapannya.
"bagaimana Bill..??"
"beres Bos semua berjalan sesuai permintaan anda"
"bagus kau memang yang terbaik Bill" ucap kenzo tersenyum bangga sambil duduk di hadapan Billy
"aku tak butuh pujianmu tuan muda. kau tau aku bekerja rodi dari pagi hingga pagi lagi dan kau datang hanya untuk tersenyum manis seperti itu..!!! ciiihhhhhh tak berprasaan"
kenzo terkekeh melihat expresi Billy yang terlihat sangat kesal.
"kau menertawakanku kenzo..!!!" teriak Billy
"hahaha apa kau marah tuan Billy" goda kenzo
"heyyyy berani sekali kau itu Billy..!!! apa sudah bosan hidup..!!"
"yaaa aku memang sudah bosan hidup di dekatmu itu"
"kalau begitu pergilah menjauh aku tidak butuh pria sepertimu.."
"ohhh yaaa apa kau seriuz tuan kenzo..??"
"yaaa aku serius"
"baiklah kau begitu mulai saat ini detin ini menit ini jam ini aku akan pergi terima kasih untuk semuanya tuan muda aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu dan terima kasih tuan muda"
kenzo terdiam mendengar perkataan Billy membuat seluruh anggota tubuhnya tegang antara percaya atau tidak melihat expreai Billy yang terlihat bersunguh sungguh.
"apa Billy benar ingin pergi lalu bagaimana denganku..?" bisik kenzo dalam hati hingga setetea bening lolos dari pelupuk matanya.
__ADS_1
"heyyy apa kau sebegitu takut kehilanganku tuan muda.."
"jangan pergi Billy.. aku tidak tau bagaimana hidupku tanpamu kau tangan kananku yang setia kau sahabatku sekaligus kakakku yang selalu menjagaku sedari kecil.. maafkan aku Billy maafkan aku.."
Billy tersenyum menepuk pundak kenzo yang tiba tiba memeluknya dengan erat layaknya seorang kekasih yang akan berpisah.
"astaga... aku hanya ingin kembali ke aparteman Bos. mataku rasanya sudah sangat perih ingin tidur sebentar lalu kembali kesini lagi" sahut Billy yang membuat kenzo segera melepas pelukannya.
"apa aku boleh istirahat sebentar tuan..?"
"yaaa pergilah Bill maafkan aku"
"anda sudah berubah tuan muda" bisik Billy dalam hati sambil tersenyum membawa langkah kakinya keluar mendengar perkataan maaf dari tuan mudanya yang memang pertama kali di ucapkan di depannya.
.....
di perusahan stargroup Randi memijit pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri melihat sebuah dokumen yang belum sempat di tandatangi oleh tuan Rafki ayahnya.
"bagaimana ini bisa terjadi sam..?? apa yang sebenarnya terjadi .? apa kenzo sengaja ingin merebut perusahan ini..??"
"tidak tuan muda sebenarnya..."
"sebenarnya..??"
Randi mengerutkan kening melihat Asisten Sam menggantung kalimatnya
"katakanlah sam "
"maaf tuan muda sebenarnya perusahaan ini masih atas nama tuan Riski Aditia tuan "
"aku sudah tau soal itu Sam dan inilah alasan kenapa aku tidak mau mengelolah perusahaan ini yang jelas jelas bukan milikku.." Randi menghela nafasnya berat menatap kosong ke arah depan
"sam apa aku boleh bertanya sesuatu padamu..??"
"katakanlah tuan muda"
"apa kau tau apa yang terjadi pada keluarga paman Rizki setalah aku pergi keluar negri bahkan aku tidak tau saat paman meninggal dunia" ucap Randi sendu tak mampu menahan airmatanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya membuat Asisten Sam menghembuskan nafasnya berat .
__ADS_1
"maaf tuan muda saya tidak tau soal itu saya hanya membantu tuan besar mengurus perusahaan saja." sahut Sam sedatar mungkin walau kenyataannya dia tau semuanya tapi apalah daya melihat tuan mudanya menitikan airmata membuat Sam hanya pasrah pada waktu yang akan mengungkap segalanya.