"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
aku ayah Willy


__ADS_3

Randi hanya bisa menghela nafasnya panjang melihat dokumen di hadapannya yang mengatakan bahwa pemilik sah perusahan STARGROUP adalah Tuan Riski aditia yang sebentar lagi akan menjadi milik Ara satu satunya putri dari tuan Riski.


Randi tidak terkejut dengan kenyataan ini karna memang dasarnya perusahaan itu milik keluarga Ara.


tapi Randi sedikit kecewa dengan keputusan kenzo yang memaksa akan mengadakan acara peresmian nantik malam di saat ayahnya sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.


"aku harus menemui kenzo..!!" batin Randi yang langsung berjalan keluar mengemudikan mobilnya menuju ke kantor milik kenzo yang harus menempuh perjalan kurang lebih 1jam perjalanan.


sedangkan di perusahannya kenzo terlihat sedang duduk di kursi kebesarannya menatap layar laptop entah apa yang di tonton pria tampan ini hingga tak menyadari kedatangan Billy yang telah melangkah menghampiri meja kerjanya.


"apa aku mengganggu anda tuan muda"


"kau lihat gadis itu bahagia sekali dia tertawa seperti itu apa dia lupa sama pekerjaannya" ujar kenzo kesal memperlihatkan layar laptopnya ke arah Billy


"apa apaan bos ini bukannya dia sendiri yang menyuruh Ara untuk istirahat dirumah" Batin Billy yang sudah mengerti apa maksud tuan mudanya.


"suruh dia datang kesini Bill aku ingin memberinya pelajaran "


"bilang saja kalau kau sedang merindukannya Bos... " lirih Billy yang masih terdengar jelas di telinga kenzo yang langsung melebarkan bola matanya


"apa katamu...!!!!'


"tidak ada"


"katakan sekali lagi Billy.." ujar Kenzo dengan senyuman devilnya membuat Billy kebingungan melihat langkah tuan mudanya yang terus mendekat

__ADS_1


Kring kring kring


tiba tiba dering telpon di meja kenzo terdengar nyaring.


"ada apa..??" sapa kenzo setelah memencet tombol hijau membuat Billy menghembuskan nafasnya lega karna sudah selamat dari pukulan tuan mudanya.


........


"antar dia keruanganku " kata kenzo tersenyum devil lalu berjalan dan duduk di sofa yang berada di sudut ruangan.


"duduklah Bill kita akan kedatangan tamu sebentar lagi. "


"siapa bos kita tidak ada janjian untuk siang ini"


"maksudmu Ran..."


Tokk tok tok


"masuk " sahut Kenzo yang sudah tidak sabar melihat wajah lugu Randi tak mempedulikan kalimat Billy yang belum usai.


"silahkan masuk tuan Randi silahkan duduk " kata Kenzo tersenyum sangat ramah mempersilahkan tamunya yabg baru muncul di ambang pintu sedangkan Billy hanya mampu diam menampakkan wajah datarnya.


"ada angin apa hingga membuat tuan Randi datang ke sini " tanya kenzo basa basi membuat wajah Randi semakin kesal. jika tidak karna terpaksa Randi tidak akan pernah menemui kenzo apalagi sekarang kenzo terlihat sangat dekat dengan Ara gadis kecilnya itu.


"apa maksudnya ini tuan..??"kata Randi meletakkan sebuah berkas ke atas meja membuat kenzo menyunggingkan senyumnya sinis tampa menyentuhnya sedikitpun.

__ADS_1


"apa ini..?? apa ada hubungannya denganku..?"sahut kenzo pura pura tidak tau


"sudahlah tuan kenzo..!!! aku tidak suka membuang buang waktu"


"ohhhh benarkah..?? Billy cepat panggil security kemari katakan aku sedang sibuk tidak ingin di ganggu" perintah kenzo yang membuat Billy dan Randi menatapnya tak percaya.


"apa anda mengusirku tuan..??"


"tidak aku tidak mengusirmu hanya saja aku sedang sibuk hari ini " ketus kenzo yang membuat Randi mengepalkan tangannya merasa kesal mendapat tanggapan acuh tak acuh dari kenzo.


"katakan padaku apa maksudnya ini tuan kenzo..!!"


kenzo kembali tersenyum sinis menatap tajam Rendi dan berkata "bukankah semuanya sudah jelas. aku rasa sudah cukup kalian membuat keluarga Ara menderita dan mulai saat ini aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh mereka.!! " kata kenzo penuh penekatan pada kalimat terakhirnya membuat Randi bungkam menyetujui perkataan Kenzo yang memang benar adanya. sedari awal Randi sudah menduga hal ini namun pria tampan itu tidak menyangka harus menyerahkan semuanya di saat keadaan ayahnya tengah terbaring lemah di rumah sakit.


"kalau sudah selesai silahkan pergi tuan Randi kami masih banyak pekerjaan" sahut Billy yang sedari tadi hanya diam membuat Randi menoleh ke arahnya Sambil menghembuskan nafasnya berat


"apa aku boleh bertanya sesuatu..??"tanya Randi menatap kenzo dan Billy bergantian yang langsung mendapat jawaban singkat dari kenzo.


"katakan.!!"


"apa kau tau sesuatu tentang aku dan Ara..??" Randi menggantung kalimatnya melihat wajah kenzo dan Billy bergantian "apa Willy..."


"aku ayah Willy dan kau hanyalah pria brengsek yang pergi begitu saja setelah memperawani gadis orang..!!!" kata kenzo sinis membuat dada Randi seketika terasa sesak seakan terhantam batu yang sangat keras hingga tak terasa setetes bening lolos dari pelupuk mata Randi.


"semua terjadi begitu saja kalian tidak akan mengerti" kata Randi yang hanya mampu terucap di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2