
"jangan membawaku terbang terlalu tinggi.! ini terlalu indah aku takut rasamu esok akan layu dan gugur terbawa waktu yang sesekali membawa dusta dan hanya akan meninggalkan luka " lirih Ara pelan menatap manik mata milik kenzo yang juga menatapnya dengan tatapannya yang hangat.
menyelami masing masing rasa yang terus membuncah memenuhi jiwa keduanya.
"aku tidak berjanji untuk memberikan dunia ini untukmu tapi aku berjanji akan memberikan duniaku untukmu jadi tolong percayalah padaku kali ini saja jangan pernah ragu untuk perasaan ini." kata kenzo sangat lembut menatap kedua bola mata Ara lalu perlahan wajahnya menunduk mendekati wajah Ara yang entah sudah seperti apa bentuknya kini.
"apa kau benar benar mencintaiku atau kau hanya menyukaiku.?" kata kata itu keluar dari mulut Ara begitu saja tanpa aba aba.
membuat kenzo menarik ujuk bibirnya dan kembali menyesap bibir Ara dengan lembut dengan nafasnya yang semakin memburu membawa hasrat yang terus menuntut lebih.
"cukup tuan cukup ini salah" teriak Ara mencengkram rambut kenzo dengan erat menahan gerakan kepala pria itu yang sudah berhasil menjelajahi leher jenjangnya sedangkan tangannya yang siap menjelajahi gunung kembar itu membuat Ara tersadar dari gairah yang sudah membuncah.
"maaf maaf aku tidak bermaksud seperti itu maafkan aku" kenzo menyesal atas perbuatannya namun Ara sudah lebih dulu berlari masuk kedalam kamar mandi dengan airmatanya yang sudah tumpah mengalir deras di kedua sisi pipinya.
sekelebat kisahnya yang dulu melintas dalam benak Ara dimana malam itu Randi yang hilang kendali merengut kebahagiannya. walau semuanya sudah berlalu dan sudah usai namun entah kenapa rasa takut dan kecewa masih bisa melintas begitu saja saat kenzo menjamahnya.
hingga beberapa menit bahkan hampir satu jam Ara berada di dalam kamar mandi membuat kenzo sedikit panik terus berjalan kesana kemari melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup sangat rapat.
"kenapa dia lama sekali..?? jangan jangan ..."
ceklekkk
suara pintu terbuka menghentika fikiran Kenzo yang sudah menalar kemana mana.
"tuan apa kak Billy ada disini..?" suara Ara terdengar namun tubuhnya tak terlihat hanya kepalanya saja yang keluar dari balik pintu
__ADS_1
"kenapa kau menanyakannya..?? apa aku kurang sempurna hingga kau masih mengharapkan pria lain saat bersamaku atau kau tidak yakin aku bisa memuaskanmu..??" suara dingin kenzo bergema memenuhi seluruh kamar hotel membuat Ara tercengang sambil menelan air liurnya dengan susah payah melihat wajah kenzo yang langsung memerah sambil berjalan terus mendekatnya.
"jangan memancing emosiku Ara. aku tidak sesabar yang kau kira"
"ti.. tidak tuan bukan begitu tapi "
Brakkk
dengan amarahnya yang tiba tiba datang tanpa di undang kenzo langsung mendorong pintu kamar mandi dengan sangat keras membuat Ara terkejut langsung mundur hingga menabrak dinding yang berada di belakangnya.
sepasang bola mata kenzo semakin dekat menatap tajam manik mata milik Ara yang sudah tersudut di tembok tak mampu menghindar dari kedua lengan kekar kenzo yang sundah mengunci tubuhnya yang sudah menempel di tembok.
"buang jauh jauh nama pria lain di otakmu itu. aku tidak suka milikku menyentuh atau tersentuh siapapun" suara berat kenzo terdengar dingin di telinga Ara namun entah kenapa kata kata itu membuat bibir Ara tertarik pelan membentuk sebuah senyum yang sangat manis.
"tidak "
"apa anda yakin tuan muda..??" goda Ara
"jangan memancing emosiku Ara.!!" kata kenzo mencengkram kedua bahu Ara dengan sedikit keras namun cengkraman tangan kenzo perlahan merenggang merasakan bibir dingin Ara yang sudah berhasil mendarat tepat di bibirnya.
"kau yang memulai nona" lirih kenzo kembali menarik tengkuk lereh Ara yang sudah menjauh hingga kedua bibir itu kembali bertabrakan tak menyisakan sedikit cela. Ara menikmati setiap hisapan dan ******* bibir kenzo yang terus menjelajahi seluruh rongga mulutnya hingga satu suara desahan lolos dari mulut Ara merasakan tangan kekar pria itu yang sudah berhasil masuk ke dalam handuk kimono yang tengah dipakainya.
"ahhhh tuan .." ucap Ara tertahan menggelengkan kepalanya pelan dengan tangan kanannya yang berusaha memegang tangan kenzo yang masih asik dengan mainan barunya yang berada di dada Ara yang terasa pas di tangan.
"huhhhhffff"
__ADS_1
dengan berat hati kenzo menghembuskan nafasnya kasar melepas gundukan kenyal itu dengan tak rela.
"cepat pakai bajumu sebelum aku hilang kendali lagi" ujar kenzo mengecup puncuk kepala Ara dengan pelan dan berlalu meninggalkan Ara yang masih mengatur nafasnya yang berhembus tak beraturan.
"pakaian apa yang harus aku pakai gaunku CDku.?? ohhh astaga ini semua sudah basah bagaimana ini..?" Ara mengangkan pakaiannnya yang sudah basah dan segera meletakkan lagi pada keranjang yang berada di sudut kamar mandi.
dengan ragu Ara terpaksa membuka pintu kamar mandi mengintip keluar mencari keberadaan kenzo yang ternyata tidak berada di ruangan itu.
dengan langkah cepat Ara berlari menuju sebuah lemari mencari sebuah pakaian yang mungkin bisa menutupi tubuhnya yang kecil.
satu persatu pintu lemari hingga laci sudah Ara buka namun kedua buah matanya tak melihat sehelai pakaian wanita disana hanya ada beberapa kemeja jas dan celana pria yang bergantung rapi membuat Ara hanya mampu menghembuskan nafasnya berat.
ceklekk
suara pintu terbuka terdengar jelas membuat Ara membalikkan tubuhnya yang langsung bertatapan dengan kedua bola mata kenzo yang sudah menatapnya dengan bola mata yang terbuka lebar.
"astagaaaa kau sangat menyiksaku Ara" batin kenzo menelan salivanya dengan susah payah melihat wanitanya yang hanya terbalut oleh handuk kimono dengan rambutnya yang masih basah.
"maaf tuan muda saya tidak membawa baju ganti..?" tutur Ara sehati hati mungkin tak mau membuat pria di hadapannya itu kembali memasang taringnya yang menakutkan.
sedangkan Kenzo yang sudah tersadar dari fikiran mesumnya langsung menoleh ke arah kasur king sise dimana paperbag yang berisi baju ganti untuk Ara sudah tak terlihat tertimpa gulungan selimut tebal.
"cepat pakailah" kata kenzo datar menyodorkan paperbag yang diraihnya dari balik selimut membuat Ara tersenyum cerah tanpa kata berlari memasuki kamarmandi tak menyadari sesuatu di balik celana kenzo sudah menegang sangat tinggi bagai tiang tanpa pondasi.
"sabar ken sabar besok kau sudah bisa menghabisi tawananmu itu .astagaaaa sungguh pagi yang menyiksa" bisik kenzo menatapa pintu kamar mandi yang sudah kembali tertutup rapat
__ADS_1