"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
matahari


__ADS_3

"Bismillahirrahmanirrahim ya Allah tolong lindungi hambamu ini yaAllah" bisik Ara mengusap dadanya melihat nyonya besar smith sedang duduk di sofa ruang tamu dengan ditemani secangkir teh yang masih mengebulkan asap.


Ara berjalan pelan melewati nyonya besar sambil mengendap ngendap di balik sofa.


"hey pelayan mau kemana kau "teriak nyonya besar smith melihat Ara akan menaiki tangga seperti seorang pencuri


"saya akan membangunkan tuan muda nyonya"jawab Ara gugup


"tidak perlu aku yang akan membangunkan putraku sendiri " kata nyonya besar lagi sambil berjalan melewati Ara yang berdiri tepat di anak tangga pertama


"astaagaaa ternyata nyonya besar lebih menyeramkan dari kelihatannya" bisik Ara pelan melihat nyonya besarnya sudah berlalu menaiki lantay dua.


"ckk pagi yang menyebalkan" bisak Ara sambil berjalan menuju dapur.


"ada yang bisa aku bantu" ujar Ara pada bik sari dan bik ine yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi.


"kau tidak melayani tuan muda pagi ini..?" tanya bik sari yang melihat Ara sudah berada di dapur


"tidak. nyonya besar sangat baik padaku bik. bahkan sampai melarangku melakukan tugas. huhhhf menyebalkan..!!!" kata Ara kesal


"kau ini.. ya sudah kau bisa lap meja makan trus bantu bik ine menyiapkan makanan di meja makan." kata bik sari yang melihat Ara sudah menekuk wajahnya.


sedangkan dilantay atas nyonya besar sudah kesal pada putraya yang tak kunjung bangun dari posisi tidurnya.


"kenzooo cepat bangun . kau mau buat momy darah tinggi apa.." maki nyonya besar menarik tangan kenzo kesal


"momy ini masih pagi kenzo masih mengantuk momy..!! matahari kenzo saja belum terbit" celetuk kenzo dengn matanya yang tetap terlelap sedangkan tangannya terus mempererat pelukan gulingnya.


"heyyy anak nakal kau bilang matahari belum terbit cobak kau lihat ini.." ujar nyonya besar menyibak tirai yang menghalangi sinar matahari dari kaca jendela yang sangat lebar " buka matamu kenzo matahari sudah tinggi" kata nyonya besar lagi menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"momy matahari kenzo belum membangunkan kenzo itu berarti bukan waktunya kenzo bangun. "


"astaga anak ini jadi yang kau maksud matahari pelayan itu tuan muda smith.." kata nyonya besar dengan suara yang berpura pura manis.


"betull" sahut kenzo dengan senyumnya yang lebar.

__ADS_1


"aww aww awwwww...momy lepaskan momy ini sakit.. momy awwwww"


kenzo menjerit merasakan tangan nyonya besar terus melintir telinganya dengan keras.


"momyy kau menyebalkan.. bagaimana kalau telinga kenzo putus huhhhf" ujar kenzo kesal memegang telinganya yang serasa mau copot.


"sini biar momy lepas sekalian ..sini.. ayoo sini" ujar nyonya besar sambil akan meraih telinga kenzo


"mooomyy" teriak kenzo berdiri dari tidurnya.


"momy tunggu di meja makan dalam 10menit jika tidak..."nyonya besar menggantungkan ucapannya sambil tersenyum devil melihat kenzo." momy akan mengusir pelayan itu dari mansion ini. jika perlu momy akan melenyapkannya dari negri ini." lanjutnya sambil berlalu dari hadapan kenzo.


"astagaaaa kenapa momy menakutkan sekali saat marah." kata kenzo yang hanya bisa terucap dihatinya sendiri.


" apa katanya 10menit..!! ya ampun aku harus cepat bergegas" celetuk kenzo lagi sambil berlari menuju kamar mandi.


kenzo memilih mencuci mukanya dan gosok gigi setelah itu berlari untuk memakai baju kantornya tampa mandi terlebih dahulu bahkan kenzo tidak sempat menyisir rambutnya hanya memakai bodyspray .


kenzo berlari menuruni anak tangga menuju meja makan dengan tergesa gesa.


"huhhhf" kenzo menghembuskan nafasnya kasar sambil duduk di kursinya seperti biasa.


"Ambilkan makananku" kata kenzo keras.


Ara yang mendengar perintah kenzo segera berlari tapi langkahnya terhenti saat seseorang memasuki mansion


"mommyy" teriak seorang gadis mengahampiri nyonya besar


" Hay sayang kau semakin cantik dan sexy saja" sahut nyonya besar menyambut gadis itu dengan pelukan hangat layaknya seorang ibu pada putrinya.


"selat pagi sayang" sapa gadis itu sambil mencium pipi kenzo yang sedang duduk tampa memperhatikan kedatangan gadis itu.


Degg


hati Ara terasa terhantam batu besar melihat pricilia mencium pipi kenzo dihadapannya.

__ADS_1


"yaaa Allah kenapa hatiku sesakit ini.. bukankan mereka memang seharusnya seperti itu. astagaaa Ara kau itu hanya pelayan disini sadar diri dong" kata hati Ara yang bergelut pada pemikirannya sendiri.


"ambilkan makananku" kata kenzo lagi melihat Ara sedang berdiri di dekatnya dengan pandangan yang kosong.


"baik tuan" jawab Ara melangkah meraih piring kenzo.


"tidak perlu. biarkan kekasihnya yang melayani putraku" ujar nyonya smith melihat Ara sinis.


"baiklah momy kau memang sangat pengertian" celetuk pricil yang tersenyum menang sambil merebut piring dari tangan Ara


"huuufhh" kenzo menghembuskan nafasnya.


"kenzo akan sarapan di kantor " kata kenzo berdiri dari kursinya.


"hey kau mau kemana sayang. aku akan melayanimu ken" kata pricilia bergelanyut di lengan kenzo.


"tidak perlu pricil aku tidak butuh kau dalam hidupku " kata kenzo melepas tangan dan menatap pricilia tajam.


"kenzo apa yang kau katakan" teriak nyonya besar


"momy harus berapa kali kenzo bilang. aku hanya mengganggap pricil sebagai adik gak lebih "


"perasaan itu akan tumbuh dengan sendirinya kenzo. cobalah buka hatimu agar bisa menerima pricil" kata nyonya besar lagi .berdiri dari duduknya.


"momy sudah 3 tahun aku memcobanya momy. tapi kenzo tidak bisa memperlakukan pricilia layaknya seorang kekasih... kenzo tidak sedikitpun tertarik padanya momy.." kata kenzo kesal sambil berjalan menuju pintu mansion tanpa menghiraukan kata nyonya besar lagi.


kenzo mengendari mobilnya sendiri tanpa supir . tapi masih ada pengawal yang terus memantau kenzo dari jarak yang cukup jauh .


###


setibanya di kantor kenzo langsung berjalan dengan langkah lebar menuju ruangannya tanpa menghiraukan mata para karyawan yang melihat kenzo heran.


"cepat ke ruanganku Bill" ujar kenzo pada Billy yang sedang berada di sebrang telfon.


"ckk bos ini suka sekali membuatku kesal huhhhf" gerutu Billy yang menyadari telfonnya sudah terputus tampa Billy berkata sepatah katapun.

__ADS_1


__ADS_2