"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
bukan janda genit


__ADS_3

matahari kembali menyapa menerobos masuk melalui cela cela jendela di kamar kenzo .


kenzo mengeliakan tubuknya yang terasa berat.


"hmmm" kenzo tersenyum menyadari sedari tadi telah memeluk gadis dalam tidurnya.


"selamat pagi nona" kata kenzo dalam hati melihat wajah Ara masih terlelap dipelukannya.


" nyenyak sekali gadis ini bibirnya tetap tersenyum manies. apa mungkin ini pertama kalinya dia tidur dia pelukan pria..!! aku akan membereskan semuanya untukmu ..!!dan jadilah wanitaku seutuhnya" kata hati kenzo lagi sambil memeprerat pelukannya.dengan mata kembali terpejam.


"hmmm pantas saja tidurku sangat nyaman. yaa ampun apa yang aku lakukan " bisik Ara menyadari dirinya masih berada dalam pelukan kenzo.


"astagaaa kenapa pelukannya sangat erat" bisik Ara lagi yang sudah mencoba bangun tapi masih tertahan oleh pelukan kenzo.


"apa kau merasa nyaman nona..." kata kenzo pelan


" tuan muda apa kau sudah bangun " kata Ara terkejut melihat kenzo .


"maafkan aku tuan muda aku tidak bermaksud lancang" ujar Ara dengan wajahnya yang bersemu merah.


" apa ini pertama kalinĂ½a kau seperti ini. akulihat kau tersenyum sambil tidur." goda Kenzo pada Ara


"ahhh benarkah....emmmmaafkan aku tuan... kalau begitu apa tuan akan bersiap ke kantor aku akan menyiapkan air hangat dan pakaian tuan" kata Ara mengalihkan pembicaran


" tidak perlu. aku akan memelukmu seharian ini" jawab kenzo memper erat pelukan Ara.


"tidak tidak tidak perlu tuan muda". kata Ara sambil berusaha melepas pelukan kenzo.

__ADS_1


"diamlah atau kau akan membangunkan anggota tubuhku yang lain" kata kenzo datar.


"baiklahh" jawab Ara diam tampa bergerak sedikitpun. karna tau arah pembicaraan kenzo.


"apa kau pernah seperti ini sebelumnya..?"tanya kenzo yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Ara.


"kau sudah memiliki putra..??"tanya kenzo lagi yang dijawab dengan anggukan oleh Ara.


"pernah menikah " tanya kenzo yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Ara.


"lalu..??" tanya kenzo menatap manik mata Ara.


"ceritanya panjang tuan " jawab Ara menundukkan kepalanya.


"ceritalah. aku ingin tau dari mulutmu sendiri. jangan ada yang kau sembunyikan dariku." kata kenzo lagi sambil membelai rambut Ara lembut.



ara menceritakan semuanya yang terjadi sampai akhirnya dia memilih bekerja di tempat kenzo.


"siapa pria itu ..?? apa kau mencintainya..??"tanya kenzo penasaran.


" aku menganggapnya sebagai kakak laki lakiku . dia lembut dan manis dia sangat sangat baik padaku tapi entahlah mengapa dia tiba tiba seperti itu.." kata Ara dengan airmatanya yang terus mengalir.


"apa pria itu tau kehamilanmu"


Ara menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"semenjak hari itu . aku merasa hidupku hancur semuanya terjadi begitu cepat. dia tak pernah lagi datang dan menemuiku. " jawab Ara datar yang menyisipkan rasa kecewa yang sangat besar.


"apa kau ingin membalas pria itu.??"


"tidak.. aku sudah cukup menderita mengingat wajahnya yang sangat mirip dengan putraku .


aku sudah hilang selera untuk bertemu mereka lagi" jawab Ara datar.


"siapa pria itu" tanya kenzo yang membuat Ara terdiam degan air mata yang mengalir semakin deras.


"jangan menangis "kata kenzo menghapus airmata Ara.


"apa kau merindukan putramu" tanya kenzo lagi yang dijawab dengan anggukan oleh Ara.


"apa kau ingin bertemu dengan putramu"


"apa boleh..??" kata Ara menghentikan tangisnya.


" cepat bersiaplah kita akan kerumahmu sekarang" kata kenzo datar


"benarkahh..?? kau seriuzzkan..???" tanya Ara tersenyum tak percaya


"cepatlaah . sebelum aku berubah pikiran."


"baiklah tuan muda" kata ara sambil berlari meninggalkan kamar kenzo dengan cepat.


" dasar gadis bodoh.." kata kenzo melihat tingkah Ara.

__ADS_1


" benar kata Billy dia gadis bukan perawan yang polos bukan janda genit yang suka tebar pesona." batin kenzo dengan senyumannya yang menawan.


__ADS_2