
Ara tersenyum melihat ke luar jendela mobil yang dikendarainya. wajahnya yang cantik terlihat lebih mempesona oleh sinar mentari yang menembus kaca mobil.
"apa kau senang..?" tanya kenzo yang melihat bibir Ara terus tersenyum.
" ya saya sangat senang tuan.." jawab Ara menoleh ke Arah kenzo yang sedang duduk di sampingnya.
"apa perjalanannya masih lama..?" tanya kenzo lagi sambil terus fokus mengemudi.
" tidak sebentar lagi sampai tuan." jawab Ara datar .
kenzo hanya diam tak merespon percakapan Ara.
"Tuan apa anda capek..?? kita bisa istirahat dulu tuan" kata Ara melihat kenzo sesekali membetulkan posisi duduknya. desa Ara memang agak jauh dari kota membutuhkan waktu sekitar 6-8jam perjalanan.
"hmmm tidak juga" jawab kenzo singkat.
"maafkan saya tuan. saya janji tidak akan meminta tuan mengantarkan saya lagi. maaf saya tuan " kata Ara merasa bersalah pada tuan mudanya itu.
"heyyy apa kau tidak nyaman saat bersamaku.. apa aku begitu menyebalkan bagimu.." teriak kenzo kesal mendengar kata kata Ara.
"bukan begitu tuan maksud saya..."
"sudahlahhhh terserah kau saja". kata kenzo ketus memotong pembicaraan Ara.
"aiiissss salah ngomong aku ini .kenapa dia jadi sensitif begini" gerutu Ara dalam hatinya sambil memanyunkan bibirnya.
"jangan mengumpatku " ujar kenzo melihat bibir Ara yang manyun.
" ti tidak tuan muda mana berani saya.." jawab Ara tersenyum manis menghadap kenzo.
"huuuuhf " kenzo menghembuskan nafasnya kasar.
####
mobil lamborgini hitam itu berhenti tepat didepan rumah Ara yang sederhana. terdapat kursi kayu yang sudah usang di sudut teras rumah.
air mata ara menetes melihat bocah kecil yang sedang duduk di dapan pintu memegangi dagunya .
"willy.." kata Ara lantang
"Bundaaaa" teriak anak itu berhambur kepelukan Ara.
air mata Ara mengalir dengan deras. ada rasa sesak didadanya meliat putra kecilnya terdiam sendiri jauh dari sang Bunda.
"Bunda napa nangis..?? pa bunda gak seneng ketemu Willy" kata willy ikut menitikan air matanya.
__ADS_1
"tidakk sayang. Bunda menangis karna bahagia bisa ketemu sama Willy" jawab Ara menghapus air mata Willy dan memciumi pipi gembul Willy.
kenzo yang melihat adegan itu juga ikut sedih. ada sesak yang menyelinap di dadanya. kenzo merasa bersalah telah memisahkan Wiil dan Ara . tapi juga rasa marah mengigat pria yang sudah memperkosa Ara. kenzo mengepalkan tanganya dengan keras.
"Bunda pria itu siapa bunda. apa dia Ayah willy.." celetuk willy menunjuk ke Arah kenzo.
Ara bagai disabar petir mendengar kata Ayah dari putranya. hatinya terasa tertimpa batu besar yang sangat menyakitkan.
Ara memeluk Willy sangat erat bibirnya keluh tak mampu berucap.
kenzo yang mendengar celetuk Willy ikut sakit mendengarnya.
" hay willy sayang apa kau mau mainan baru..?" tanya kenzo menghampiri willy.
" apa paman membawakan willy mainan..?" kata willy dengan wajah yang berbinar binar
"tentu saja ayo ikut dengan paman" kata kenzo membawa willy ke dalam pelukanya.
"banyak sekali mainannya paman. wooowwww ini mainan yang willy inginkan paman woww ini ini ini keren " kata Willy mengobrak abrik mainan yang berada di bagasi mobil kenzo.
" apa kau menyukainya..?"
"willy sangat suka paman. paman yang terbaik" ujar willy mengacungkan kedua jempolnya di hadapan Kenzo.
###
"umie.." sapa Ara pada uminya yang sedang membersihkan dapur.
"Araaaa"
" umi Ara kangen banget sama umi" kata Ara lagi di pelukan uminya.
"kenapa kau ada disini nak..??"tanya umi yang teŕkejut melihat Ara
" umi kenapa bertanya seperti itu.!! apa umi tidak merindukanku " kata Ara melepas pelukan sang umi
"bukan begitu maksud umi. kita duduk dulu ayo" kata umi sambil menuntun Ara ke ruang tamu.
"Astagfirlaah.... Willy kenapa kau punya mainan baru banyak sekali . apa bundamu yang nakal ini yang membawakannya untukmu " kata umi menatap Ara kesal. umi merasa kesal harus merapikan mainan Willy yang selalu berceceran dimana mana.
" umi bukan bunda yang membawanya " kata willy sambil terus memainkan robot robotan barunya
Ara hanya tersenyum lebar melihat uminya yang sudah dalam mode garang.
" nah paman ini yang membawakannya umi" ujar Willy menunjuk kenzo yang baru masuk .
__ADS_1
Umi diam tertengun melihat kenzo yang sedang kesusahan membawa beberapa keresek besar dan sebuah dus yang entah apa isinya.
" ya Ampun kenapa tuan muda yang membawanya Ara bisa ambil sendiri tuan muda" ujar Ara menghampiri kenzo.
"heeyy nona aku sudah membantumu dan kau malah mengomel padaku....!!!" kata kenzo meletakkan barang bawaannya di lantay dengan kesal.
" hehehe baiklah terima kasih tuan muda "ujar Ara lagi menunjukkan senyumnya yang mampu membuat kenzo dag dig dung der😊😊
umi Ara yang melihat intraksi Ara dan kenzo hanya menatap heran.
"pria ini siapa..?? Tuan muda katanya. masak iya majikam mau ngantar pelayannya pulang." batin umi Ara heran.
" umi kenalin ini bos Ara umi " kata Ara pada uminya
"ahh ya silahkan duduk tuan " ujar umi Ara mempersilahkan kenzo duduk si sofa usangnya.
" maaf tuan beginilah keadaan gubuk kami" kata umi Ara lagi.
" aahhh ibu jangan seperti itu. saya bukan raja disini." kata kenzo datar dengan sedikit senyumnya yang singkat. dan memilih duduk di dekat Willy yang sudah sibuk dengan mainannya.
" Ara sini bantu ibu buatkan minum " ujar Umi Ara melangkah menuju dapur
" baiklah " jawab Ara mengikuti langkah uminya.
tiba di dapur umi Ara sudah memasang wajah garangnya yang membuat Ara mengerutkan kening.
"umi kenapa..?? apa umi marah karna Ara pulang tidak membawa uang yang banyak..??" Ara mendekatu uminya yang sedang menyalakan kompor.
"bukan itu yang umi permasalahkan.." kata umi memegang pundak Ara. "apa kau sudah sebegitu dekatnya dengan majikanmu.?" kata umi Ara lagi.
" umi kami memang dekat tuan muda sangat baik umi. Ara mengerti maksud umi tapi sungguh Ara tidak pernah sedikitpun menggoda tuan muda" kata Ara menatap manik milik sang umi yang sudah berkaca kaca.
" umi percaya sama Ara." kata umi Ara memeluk Ara dengan airmatanya yang sudah tak sanggup di tahan dipelupuk matanya.
" kau satu satunya orang yang ada dihidup umi nak .
Umi takut kau gelap mata sehingga kau lupa sang pencipta "kata umi Ara mengelus punda Ara lembut.
" umi tenanglah Ara putri umi. Ara tidak mungkin melakukan kesalah dan mengecewakan umi untuk yang kedua kalinya." sahut Ara tersenyum menghapus air mata uminya.
"tuan muda sangat baik jadi umi jangan berfikir yang macam macam oke" kata Ara lagi yang membuat uminya tersenyum bahagia.
"ya Allah tolong jaga putri hamba ya Allah .tidak ada yang bisa menolong hamba kecuali engkau ya Allah. tolong jaga putriku selalu dalam lindunganmu. jangan biarkan dia bersedih lagi ya Allah. sudah cukup kekecawaan dan penderitaan yang telah putriku laluli....
berikanlah kebahagian pada putriku ya Allah hamba mohon. " bisik hati umi Ara dengan tangan yang sibuk membuat minuman sedangkan airmatanya terus mengalir mengigat saat saat putrinya harus menjalani hidup dengan jiwa yang terguncang hebat.
__ADS_1