
semilir angin berhembus lembut menyapu permukaan wajah Ara dengan tubuhnya yang masih setia dengan balutan selimutnya yang tebal.
sedangkan tepat berada di sampingnya terlihat kenzo tengah sibuk dengan jari jemarinya yang sangat lincah menjelajahi keybord dengan sesekali pria itu menoleh dan tersenyum melihat wanitanya tetap tidur dengan begitu nyenyak tak menghiraukan sinar mentari yang sudah terasa menyengat.
hingga beberapa saat kemudian kenzo mematikan laptopnya tapi Ara masih tetap setia memejamkan matanya.
"apa kau sangat senang berada disisiku hingga kau harus berpura pura tetap tidur" bisik kenzo terdengar sexy membuat wajah Ara bersemu merah menahan malu karna sejatinya Ara sudah bangus sedari tadi bahkan Ara sedari tadi menapat kenzo namun pura pura tidur saat kenzo menoleh ke arahnya. Ara tidak tau jika pria di sampingnya ini sedari tadi menahan senyumnya lucu menyadari tingkahnya yang kekanak kanakan.
"tak perlu berpura pura aku tidak akan pernah meninggalkanmu "bisik kenzo lagi sambil memeluk tubuh Ara dan menggigit daun teringanya dengan pelan. membuat wanita itu semakin menyembunyikan wajahnya di dada kekar kenzo yang sudah terkekeh geli.
"jangan terus bergerak kau bisa membangunkan yang dibawah" ucap kenzo dengan suara beratnya membuat Ara seketika terdiam kaku dengan wajahnya yang memerah merasakan sesuatu yang keras menempel di bagian tubuhnya
suasa hening terjadi memenuhi kamar hotel yang seperti tak berpenghuni. kenzo terlihat memejamkan kedua bola matanya menahan hasrat keperjakaannnya yang terus bergejolak dengan tubuhnya yang mendadak berdesir hangat begitupun dengan Ara yang kini berada dalam dekapan kedua tangan kekar kenzo. wangi maskulit dari tubuh pria itu menembus indra penciumannya .membuat wajah wanita itu semakin memerah dengan senyum manis yang mengembang cerah.
entah apa yang ada di pikiran keduanya hingga suara ketukan pintu Kamar terdengar membuat kenzo langsung membuka matanya dan beranjak pergi meninggalkan Ara yang kembali membungkus tubuhnya dengan selimut tebal yang memenuhi ranjang king sise di kamar hotell.
"selamat pagi bos apa aku mengganggumu" suara lantang Billy terdengar di telinga Ara sedangkan kenzo sudah terlihat sangat kesal meraih 2 buah paper bag dari tangan asisten sekaligus kakaknya itu.
"apa kau tidak ingin menyuruhku masuk bos..?" goda Billy
"pergilah... jangan sampai ada kekurangan sedikitpun paham..!!!" printah kenzo dingin sambil menutup pintu kamar dengan sangat kencang tak memperdulikan teriak Billy yang sudah kesal dibuatnya.
__ADS_1
suasana hening kembali terjadi hingga kenzo memilih berjalan memasuki kamar mandi dengan paper bag di tangannya sedangkan yang satunya terlebih dahulu di letakkan di atas sofa yang berada di pojok ruangan.
Ara menghembuskan nafasnya kasar mengintip pintu kamar mandi yang kembali tertutup rapat dari balik selimut tebalnya.
"astagaa... ini sudah jam 10 pagi" gerutu Ara terkejut melihat jarum jam yang sudah menunjuk angka 10
"bagaimana bisa aku berada di tempat ini bersama pria itu. astagaaaa pasti aku tidur sangat nyenyak huhhh memalukan sekali" sambung Ara mengacak acak rambutnya kesal sambil melihat seluruh ruangan yang bernuansa putih cerah.
hingga suara decitak pintu terbuka menghentikan ocehan ocehan Ara yang tak jelas.
"apa dia malaikat yang sedang kau utus untuku tuhan..?" batin Ara menatap sosok pria tampan yang terus berjalan mendekatinya.
"menyebalkan" sahut Ara dengan bibir manyunnya membuat kenzo terkekeh keras
"l love you Ara" kata kenzo tiba tiba sambil mengecup puncuk kepala Ara. membuat tubuh wanita itu seketika tegang bagai tersengat aliran listrik.
"bernafas bodoh " sambung kenzo menyentilkan jarinya tepat di jidad Ara yang langsung mengembungkan kedua pipinya kesal.
"kau selalu menyakitiku tuan" sahut Ara yang membuat kenzo terkekeh geli melihat Ara memanyunkan bibirnya
"apa kau ingat saat pertama kali kita bertemu..?" tanya Kenzo tiba tiba sambil ikut duduk di atas kasur king sise tepat di samping Ara.
__ADS_1
"ya ingetlah gimana saya lupa dengan wajah kulkas tuan mudaku saat bangun tidur itu. "
"apa kau lupa..? aku melihatmu pertama kali saat kau mencuri makanan di rumahku lalu berjalan kesana kemari meneliti seluruh tamu dan menonton TV seperti pemilik rumah.."
"tunggu.. apa tuan muda melihatku saat malam pertama berada di mansion itu? ?"
kenzo menganggukkan kepalanya pelan menahan tawanya melihat expresi wajah Ara yang sudah berubah merah bak kepiting rebus.
"aku tidak mencuri aku hanya kelaparan saja malam itu. apa tuan muda melihat aku saat.. ."
"semuanya aku melihat smua yang pelayanku lakukan termasuk saat mata dan mulutmu ini terbuka lebar setiap pagi ketika melihatku selesai mandi" kata kenzo tersenyum sangat manis sambil mengusap bagian bawah kelopak mata Ara dengan sangat pelan dan berakhir di bibir ranum Ara.
bahkan kenzo memberi sebuah kecupan singkat di bibir itu membuat si pemilik tak bisa menggambarkan bagaimana hatinya saat ini.
disaat orang yang kita rindu tiba tiba datang di hadapan kita.
dimana satu waktu yang tak pernah terbayangkan oleh kita dan terjadi begitu cepat memperlihatkan bunganya yang seketika merekah dengan sangat indah entah harus senang atau sedih..??
menanggapi hukum alam yang tak selalu pasti.
"jangan membawaku terbang terlalu tinggi.! ini terlalu indah aku takut rasamu esok akan layu dan gugur terbawa waktu yang sesekali membawa dusta dan hanya meninggalkan luka "
__ADS_1