
jam masih menunjukkan pukul 05.00 ara sudah siap untuk memulai pekerjaannya. hari ini ara bangun pagi pagi sekali untuk sholat subuh dan ingin sengera melihat majikan barunya itu.
ara keluar kamarnya dengan memakai baju rumahan biasa dan memakai hiasan kepala milik wily yang dibawa dari rumahnya
"pagi bik" sapa ara pada bik sari dan rekannya yang sudah sibuk di dapur
"pagi ara. gimna sudah siap..?"tanya sari tersenyum melihat penampilan ara yang tak terlihat seperti anak remaja umur 17 tahun tidak seperti yang di ceritakan pak Han waktu lalu
"bik boleh aku bantu" ara memasuki ruang daput
"tidak tidak kita sudah punya tugas masing masing di sini jadi lakukan tugasmu sendiri oke"
"tapi bik ini masih belom waktunya" kata ara sambil memanyunkan bibirnya
" kamu duduk santay saja ya sambil menunggu waktunya tugas oke." bik sari melarang ara membantu dan menyuruhnya duduk
"oiya bik kamar tuan muda dimana.?"tanya ara lagi
"dilantai dua pintu nomer 2 dari arah lantai" jawab sari masih sibuk dengak masakannya yang sudah harum mendominasi ruangan.
"baiklah" kata ara singkat dan berjalan menaiki satu persatu tangga menuju lantai dua. tiba dilantai dua ara melihat seluruh ruangannya yang begitu rapi seakan tidak ada kehidupan disana hanya bunyi dentingan jam yang terdengar.lantai yang bersih dan beberapa foto yang terpajang rapi di sisi dinding dan beberap pintu yang berada disana ara menuju pintu nomer dua yang berada tak jauh dari tangga ara mendekati pintu itu dam memegang handle pintu berniat membukanya namun ara melepasnya lagi karna tiba tiba jantungnya berdetak kencang
"ya ampuk kenapa jantungku berdetak dua kali lipat seperti ini huhhhhh " ara menarik nafas dalam dalam dam melepasnya perlah
"Bismillah yaAllah lindungi hambamu ini yaAllah" gerutu ara sambil menarik handle pintu dan terbuka.
ara disambut oleh aroma maskulin yang membuat jantungnya semakin cepat berdetak. cahaya temaram lampu tidung menghambat penglihat ara. ara berjalan meraba raba dinding mencari sakelar lampu kamar itu. namun tak juga di temukannya ara terus masuk kedalam dan
__ADS_1
Dukkk DUkkk
"aaaaaaa"
ara menjerit karna kakinya tersandung baju kenzo yang tergeletak di lantai sisa tadi malam.lutut ara terbentur lantai kepalanya terbentur sisi ranjang yang keras. ara meringis kesakitan dan tiba tiba ruangan itu menjadi terang benderang
"ya tuhan kenapa bisa ada malaikat di sini apa engkau mengirimnya untuk menolongku"batin ara
ara terpesona melihat pria di hadapannya itu.
kepala dan lutut yang tadi terasa sakin seketika langsung lenyap melihat pria tampan yang duduk di atas kasur itu yang tak lain adalah kenzo
"Heyyyyy heyyy" teriak kenzo sambil mengibas ngibaskan tangannya tepat di wajah ara
"maaf tuan maaf " ara tersadar dari lamunannya dan langsung berdiri membungkukkan badannya untuk meminta maaf. kenzo kembali duduk di ranjangnya
"siapa kau" ucap kenzo singkat
"siapkan air hangat untukku" kata kenzo lagi
ara langsung berlari menuju pintu yang berada tak jauh darinya.kenzo yang melihat ara memasuki ruangan itu hanya mengernyitka dahi begitupun dengan ara yang hanya bisa melongo melihat dereta baju sepatu tas jam tangan topi yang tertata rapi di sana
"astagaaaa kenapa aku masuk ke ruang ini bukan kamar mandi"bisik ara lirih sambil memukul keningnya.
dengan terpaksa ara kembali membuka pintu tersebut dan menyeret kakinya keluar yang terasa berat. ara melihat kenzo sedang berbaring di ranjangnya sambil memejamkan matanya. secepat kilat ara berlari menuju pintu yang terletak di pojok kamar itu menbukanya dan langsung masuk.
"aman aman aman huhhhhhff" ara menghembuskan nafasnya kasar sambil mengusap dadanya yang seperti abis lari maraton.
sedangkan kenzo tersenyum sambil mengerutkan keningnya melihan tingkah ara yang seperti seorang pencuri.
__ADS_1
bibir kenzo terus tertarik ke atas wajah polos ara yang menurutnya menggemaskan itu terus terlintas
"permisi tuan air hangatnya sudah siap tuan" kata ara membuyarkan lamunannya kenzo segera bangkit menuju kamar mandi tampa melihat ke arah ara. sedangkan ara terus menunduk takut melihat wajah kenzo yang menurutnya seperti beruang kutup siap menerkam mangsanya.
kenzo sudah hilang di balik pintu kamar mandi ara segera mengambil celana bahan berwarna dongker gelap kemeja putih jas warna dongker gelap dan dasi garis garis berwarna dongker gelap.
ara meletakkannya di ujung tempat tidur dan beranjak mengambi sepatu milik kenzo tapi
ceklek
pintu kamar mandi terbuka ara melongo melihat kenzo yang tengah keluar hanya mengunakan handuk sebatas pinggang sambil menggosok rambutnya dengan handuk. perut kotak kotak yang sempurna mebuat ara hampir menjatuhka air liurnya
"subhanallah sunggu sempurna mahluk ciptaanmu yang satu ini tuhan"batin ara merinti mengagumu pesona tubuh seorang kenzo smith
kenzo menyadari ara menganga melihat tubuhnya dan langsung melempar handuk kecilnya ke wajah ara.
hingga ara salah tingkah di buatnya.
"ara knpa kamu malu maluin sir ra.. bodoh bodoh" batin ara terus merutuki dirinya sambil berlari mengambil sepatu kenzo.
ara kembali mendekat ke arah kenzo yang sudah memakai pakain lengkap.
"cepat pasangkan" kata kenzo dingin sambil memainkan ponselnya.
"astagaaa maknya ni orang ngidam es balok kalie eaa .. anaknya bisa dingin gini melebihi kulkas. ya ampunnnn" batin ara terus merutuki kenzo sambil memasangkan kaos kakik dan sepatunya.
"sudah selesai tuan"kata ara lagi.tapi tak ada jawaban dari kenzo.
__ADS_1
pria itu langsung berdiri memasukkan ponselnya ke dalam saku celana tampa menghiraukan keberadaan ara sedikitpun.