
cekklekk
kenzo mendongakkan kepalanya mendengar suara pintu terbuka.
"ada apa boz kau memintaku datang malam malam begini" ujar Billy sambil memasuki ruang kerja kenzo.
"aku ingin membawa ibu dan putra gadis itu kesini bagaimana..??" jawab kenzo memutar kursinya ke arah Billy
"kau menyuruhku kesini malam malam hanya untuk menanyakan hal itu..??" kata Billy melebarkan kedua bola matanya
" iyaa apa kau setuju..?" tanya kenzo lagi
" ckk sejak kapan kau meminta saran dariku. bukankah kau bosnya disini" ujar Billy kesal
"hey ayollah kau kan partnerku... kau kan lebih paham untuk urusan beginian" kata kenzo lagi sambil berdiri dan duduk di samping Billy
" untuk apa kau mau memboyong mereka boz. apa itu tidak buang buang waktu saja " ujar Billy menyandarkan kepalaya di sofa
"apa gadis itu setuju" sambung Billy lagi sambil memejamkan matanya
" entahlahh" jawab Kenzo ikut menyandarkan kepalaya di sofa
" aku kasihan melihat willy harus hidup terpisah dari ibunya. kau tau dadaku sesak sekali melihat willy dan Ara berpisah ." kata kenzo mengingat momen ketika mereka akan kembali ke kota.
Billy tersenyum mendengar perkataan Kenzo
"kau sudah berubah tuan muda. " bisik Billy dalam
"apa anda akan membawa kemansion ini tuan " tanya Billy
"entahlah Bill aku bingung. aku ingin mereka bersama tapi..." kenzo mengantung ucapannya menghadap langit langit "aku juga ingin dekat dengan gadis itu Bil " sambung kenzo mengacak ngacak rambutnya.
"bagai mana kalau kau jadikan dia asisten pribadi dan berikan dia apartemen. setidaknya gadis itu selalu berada didekatmu setiap saat .yaaa...kecuali kalok malam dan akhir pekan" ujar Billy
"sepertinya bagus. baiklah kau boleh pergi" sahut kenzo datar
"habis manis sepah dibuang" celetuk Billy kesal meninggalkan ruangan kenzo.
###
pagi hari seperti biasa Ara berjalan memasuki kamar kenzo dengan mulus tanpa hambatan.
Ara tersenyum melihat kenzo yang masih menggulung tubuhnya dengan selimut tebalnya.
perlahan Ara berjalam mendekati kenzo.
"seandainya kau bukan majikanku yang kaya raya. mungkin aku akan dengan senang hati mencintaimu tuan" bisik Ara dalam hati dengan tangannya menyentu rambut Kenzo yang brantakan.
__ADS_1
"apa kau sedang mengagumiku nona" ucap kenzo merasakan tangan Ara menyentuh rambutnya.
"tu tuan anda sudah bangun" kata Ara terbata bata
"sudah. bahkan aku sudah bangun saat kau memandang wajahku" kata kenzo tersenyum membuat wajah Ara bersemu merah.
"saya akan menyiapkan air hangat untuk anda tuan" kata Ara beranjak pergi tapi tangan kenzo menahannya.
"jadilah wanitaku ." kata kenzo menatap Ara
Deg
Ara terkejut mendengar kata itu lagi dari mulut kenzo .
"saya akan menyiapkan air hangat untuk tuan" kata Ara gugup dengan kaki yang akan melangkah
"jadilah wanitaku Ara." kata kenzo lagi sambil memeluk Ara dari belakan kedua tangannya melinggkar di perut Ara dengan erat.
"Ara aku mencintaimu..... aku tau ini terlalu cepat tapi aku yakin aku sangat mencintaimu Ara" kata kenzo lagi membuat tubuh Ara semakin kaku dengan mata yang terpejam.
"maaf tuan" kata Ara lirih membuat kenzo melepaskan pelukannya.
"apa kau tidak menyukaiku..?" tanya kenzo beralih ke hadapan Ara
"maaf tuan" kata Ara lagi menundukkan kepalanya
"apa aku kurang sempurna..."
"tidak..." jawab Ara memotong pembicaraan kenzo." kau terlalu sempurna untuk seorang singel peren sepertiku tuan" kata Ara dengan air mata yang tak tertahankan
"aku tidak pantas untukmu tuan" kata Ara lagi
kenzo memeluk Ara entah kenapa dadanya terasa sesak melihat Ara menangis.
"menangislah" kata kenzo mengusap kepala Ara yang bersandar di dada bidangnya.
"Kenzooooo" teriak nyonya besar saat berada di ambang pintu
"mommy. "
"nyonya"
kenzo dan Ara langsung menjauh satu sama lain karna terkejut melihat nyonya besar tiba tiba berada di ambang pintu dengan tatapan seperti elang yang siap mencabik cabik mangsanya.
####
"apa yang sedang kalian lakukan.??" kata nyonya besar duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya
seperti intel yang akan mengintrogasi tawanannya.
__ADS_1
"kami tidak melakukan apapun mommy" kata kenzo kesal melihat kelakuan sang mommy
sedangkan Ara hanya diam menundukkan kepalanya
"lalu apa mommy tadi salah lihat tuan muda..?"
"mommy ayolah tidak terjadi apapun tadi"
"ohh jadi tadi tidak terjadi apapun karna mommy lebih dulu mempergoki kalian begitu. atau jangan jangan..." nyonyo besar menggantung kata katanya sambil melihat wajah Ara yang merah habis menangis.
"kau menghamilinya dan sekarang dia memintamu bertanggung jawab begitu"
kenzo dan Ara terkejut mendengar perkataan nyonya besar meraka melebarkan matanya menatap nyonya besar.
"kenapa kalian menatapku seperti itu kalian pasti terkejut aku tau apa yang kalian sembunyikan" ujar nyonya kenzo lagi
"hahahaha" kenzo tertawa terbahak bahak "mommy berfikir terlalu jauh...kau tau mommy.. gadis ini sulit sekali ditaklukkan jangankan berperang. belum mulai aja kenzo sudah dua kali di tolak mommy " ujar kenzo sambil tertawa membuat Ara melonggo mendengar ucapan kenzo yang menurutnya seperti bocah .
"apa kau bilang kau ditolak dua kali oleh gadis ini. tunggu... tunggu.." ucap nyonya besar meneliti wajah kenzo "berdiri" kata nyonya besar yang membuat kenzo langsung berdiri "masih kekar dan mempesona"ucap nyonya besar meneliti tubuh kenzo yang hanya memakai kaos polos menampakkan tubuh kenzo yang berotot dan celana selutut.
.
"hey pelayan kenapa kau menolak putra kesayangku. apa dia buruk di matamu. lihatlah dia sangat sempurna . semua wanita pasti berhamburan ingin menyentuh tubuhnya. " ujar nyonya besar memperlihatkan putranya yang sedang tersenyum lebar
"astaagaa kenapa mereka kompak sekali. apa nyonya besar menyuruhku menerima putranya. ya tuhan apa yang akan terjadi sebentar ĺagi " kata Ara dalam hati melihat adegan nyonya besar dan tuan mudanya.
"hey kenapa kau diam saja" kata nyonya besar menatap Ara
"lalu aku harus bagaimana nyonya" kata Ara dalam hati sambil memegangi kepalanya
"jawab aku pelayan" teriak nyonya besar kesal
sedangkan kenzo tersenyum menampakkan deretan giginya membuat Ara tambah kesal
"saya harus jawab apa nyonya..??" tanya Ara bingung
"astagaa gadis bodoh" sahut nyonya besar mendudukkan tubuhnya di sofa lagi
"apa kau yakin menyukai gadis bodoh ini kenzo"
"iya mommy dari pandangan pertama" sahut kenzo tersenyum manis seperti bocah yang merayu ibunya
"gadis bodoh dan pria bodoh astagaaa bagaimana jika nanti anak kalian ikutan bodoh..."
"tidakmungkin.."
sahut Ara dan kenzo bersamaan memotong ucapan nyonya besar.
"astagaaaa" ujar nyonya besar memegangi kepalanya pusing melihat tingkah putranya yang seperti bocah.
__ADS_1